DermayuMagz.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan menenangkan kepada masyarakat terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus angka Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat.
Purbaya memperkirakan tekanan terhadap rupiah akan berangsur mereda pada pertengahan minggu ini. Prediksi ini didasarkan pada pengamatannya terhadap kondisi pasar obligasi yang mulai menunjukkan perbaikan.
Pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan masuk ke pasar obligasi secara bertahap. Tindakan ini disambut baik oleh investor asing yang juga mulai kembali berpartisipasi di pasar tersebut.
Langkah ini diharapkan mampu menekan sentimen negatif yang selama ini membebani pasar keuangan, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah.
Purbaya menyoroti bahwa berkurangnya tekanan di pasar obligasi biasanya berbanding lurus dengan stabilnya nilai tukar mata uang domestik.
Optimisme Purbaya juga didukung oleh laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga bulan April 2026 yang menunjukkan hasil positif. Menurutnya, capaian ini melampaui ekspektasi para pengamat.
Hasil APBN yang positif ini menjadi bukti nyata bahwa fondasi ekonomi nasional Indonesia tetap kokoh dan kuat.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak perlu khawatir mengenai kondisi ekonomi saat ini.
Dalam kesempatan lain, Purbaya juga menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dengan baik.
Pertumbuhan ekonomi nasional terus ditopang oleh konsumsi masyarakat yang kuat dan geliat investasi dari sektor swasta.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga secara aktif mendorong partisipasi sektor swasta untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Gol A Gong Kembali Terpilih Sebagai Duta Baca Indonesia dengan Misi Baru
Strategi ini terbukti efektif, terbukti dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berhasil mencapai 5,6 persen pada triwulan pertama tahun 2026.
Angka pertumbuhan tersebut dicapai di tengah situasi ekonomi global yang sedang dilanda ketidakpastian dan gejolak.
Purbaya menekankan bahwa kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi masih berasal dari belanja masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tetap terjaga dan konsumsi domestik masih menjadi motor penggerak ekonomi.
Menurut Purbaya, kondisi ini merupakan sinyal positif bahwa ekonomi Indonesia berada di jalur yang tepat menuju pemulihan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi ekonomi dan hasilnya mulai terlihat nyata.
Terbukti dari kinerja ekonomi pada triwulan keempat tahun 2025 dan triwulan pertama tahun 2026 yang menunjukkan peningkatan laju pertumbuhan.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi ini ke depannya.
Purbaya mengingatkan kembali pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,6 persen pada triwulan pertama tahun 2026, yang diraih saat perekonomian global tengah menghadapi tantangan.






