Kadin Indramayu: Inovasi Kunci Lepas APBD, Almer Faiq ‘Berinovasi atau Mati!

Indramayu4 Dilihat

DermayuMagz.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, melontarkan peringatan tegas kepada para pelaku usaha di Indramayu untuk segera melepaskan diri dari belenggu ketergantungan pada proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pernyataan ini disampaikan usai acara pengukuhan kepengurusan Kadin Kabupaten Indramayu, menggarisbawahi urgensi adaptasi dan inovasi dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.

Almer Faiq Rusydi menekankan bahwa model bisnis yang hanya mengandalkan proyek-proyek pemerintah daerah, meskipun memberikan celah keuntungan jangka pendek, berpotensi mematikan semangat kewirausahaan dan menghambat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Ia menggambarkan situasi ini sebagai sebuah “jebakan kenyamanan” yang perlu segera dihindari oleh para pengusaha lokal.

Pesan yang disampaikan Almer Faiq Rusydi bukan sekadar retorika kosong, melainkan sebuah panggilan untuk bertransformasi. Ia menyerukan agar para pengusaha di Indramayu tidak hanya menjadi pelaksana proyek, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dan penciptaan nilai tambah. Inisiatif dalam mencari peluang pasar baru, mengembangkan produk dan jasa yang relevan, serta membangun kemitraan strategis di luar ranah proyek APBD menjadi kunci utama kelangsungan bisnis di masa depan.

Dalam pandangan Almer Faiq Rusydi, ketergantungan pada APBD seringkali menciptakan ekosistem bisnis yang kurang kompetitif dan rentan terhadap perubahan kebijakan atau pergeseran prioritas anggaran. Hal ini dapat membuat pelaku usaha kehilangan kelincahan untuk berekspansi atau bahkan bertahan ketika proyek-proyek tersebut tidak lagi tersedia atau dialihkan.

Ia menambahkan bahwa Kadin Jawa Barat siap memberikan dukungan dan fasilitasi bagi para anggotanya di Indramayu untuk mengembangkan kapasitas mereka. Ini mencakup pelatihan, pendampingan, serta akses informasi mengenai peluang bisnis di sektor swasta, baik di tingkat regional maupun nasional. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dalam konteks yang lebih luas dari sekadar proyek APBD, juga menjadi bagian dari strategi Kadin untuk mendorong kemandirian ekonomi.

Lebih lanjut, Almer Faiq Rusydi mengajak seluruh jajaran pengurus Kadin Indramayu yang baru dilantik untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas dan semangat melayani. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara dunia usaha dan pemerintah, serta menjadi agen perubahan yang mendorong iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Indramayu.

Penting untuk dipahami bahwa peringatan ini bukan berarti menafikan peran penting proyek APBD dalam pembangunan daerah. Proyek-proyek tersebut tetap memiliki kontribusi signifikan dalam menyediakan infrastruktur dan layanan publik. Namun, fokusnya adalah bagaimana pelaku usaha dapat melihat proyek-proyek ini sebagai salah satu dari sekian banyak peluang, bukan sebagai satu-satunya sumber penghidupan.

Dalam konteks ekonomi global yang semakin dinamis dan kompetitif, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi syarat mutlak bagi kelangsungan bisnis. Almer Faiq Rusydi mengibaratkan situasi ini dengan sebuah pilihan yang tegas: “Berinovasi atau Mati.” Ungkapan ini mencerminkan urgensi untuk keluar dari zona nyaman dan merangkul perubahan sebagai sebuah kesempatan untuk berkembang.

Para pengusaha Indramayu didorong untuk menggali potensi sumber daya lokal yang belum tergarap secara optimal, mengidentifikasi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, dan mengembangkan solusi kreatif. Sektor-sektor seperti pariwisata berbasis kearifan lokal, pertanian terintegrasi dengan teknologi modern, industri kreatif, hingga pengembangan UMKM yang berorientasi ekspor, semuanya menawarkan peluang besar yang dapat digarap secara mandiri.

Dengan pengukuhan kepengurusan Kadin Indramayu yang baru, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antaranggota dan kepemimpinan yang visioner. Kadin Indramayu diharapkan dapat menjadi wadah yang proaktif dalam memfasilitasi diskusi, berbagi pengetahuan, dan menciptakan jaringan bisnis yang solid, yang pada akhirnya akan membawa Indramayu menuju kemandirian ekonomi yang lebih tangguh.