Akademisi UMBY: Inovasi dan SDM Kunci Raih Indonesia Emas

Berita5 Dilihat

DermayuMagz.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei merupakan momen krusial untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap arah serta mutu pendidikan yang ada di Indonesia.

Di era digital yang serba cepat ini, proses pendidikan tidak lagi terbatas pada rutinitas belajar mengajar di dalam kelas semata. Pendidikan haruslah mampu membina karakter, mengasah daya pikir kritis, serta menumbuhkan inovasi yang selaras dengan dinamika zaman.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr. Nuryadi, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai 4C dalam pendidikan modern. Keempat kompetensi tersebut meliputi critical thinking (berpikir kritis), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), dan creativity (kreativitas).

Menurut Dr. Nuryadi, keempat kompetensi ini menjadi landasan fundamental untuk melahirkan generasi unggul yang diharapkan mampu mengantarkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas di tahun 2045. Ia juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berlangsung di institusi formal seperti sekolah, melainkan juga meresap dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dipandang sebagai faktor penentu utama dalam upaya mewujudkan sistem pendidikan yang dapat diakses secara merata dan memiliki mutu yang tinggi. Hal ini mencakup seluruh komponen yang terlibat dalam ekosistem pendidikan, mulai dari para pelajar dan mahasiswa hingga para tenaga pendidik.

Baca juga di sini: PUBG Mobile Hadirkan Kolaborasi Spesial Bersama BABYMONSTER

Di lingkungan perguruan tinggi, penguatan SDM dapat diwujudkan melalui berbagai program yang dirancang khusus. Contohnya adalah program yang mendorong kreativitas mahasiswa, pengembangan jiwa technopreneur, serta berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan yang berorientasi pada inovasi yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“SDM yang unggul harus didorong untuk mampu menciptakan teknologi dan solusi inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman,” jelas Dr. Nuryadi.

Lebih lanjut, Dr. Nuryadi juga menyoroti peran strategis riset sebagai fondasi utama bagi lahirnya inovasi. Ia berpendapat bahwa penelitian memiliki kapasitas untuk menjadi langkah mitigasi sekaligus terobosan dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan muncul di masa depan.

Senada dengan pandangan tersebut, Ahmad Farid Firsalam, M.M., seorang Tenaga Kependidikan di Fakultas Ekonomi UMBY, menilai bahwa paradigma pendidikan saat ini telah mengalami transformasi yang signifikan. Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada aspek hafalan semata, melainkan telah berkembang menjadi sebuah proses holistik yang bertujuan membentuk individu yang adaptif terhadap perubahan.

“Saya berharap pendidikan di Indonesia ke depan tidak hanya lebih baik, tetapi benar-benar relevan, merata, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Ahmad Farid.

Sementara itu, Edi Caswanto, seorang mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, melihat pendidikan sebagai sebuah arena penting untuk mengenali potensi diri serta membangun karakter yang kuat. Ia berpendapat bahwa sistem pendidikan yang berlaku saat ini seharusnya tidak hanya terpaku pada pencapaian nilai akademik semata.

“Pendidikan membantu saya memahami diri sendiri, berpikir terbuka, dan berinteraksi dengan orang lain. Harapannya, pendidikan di Indonesia lebih fokus pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup,” kata Edi.

Edi juga mengungkapkan harapannya agar akses terhadap pendidikan dapat semakin merata di seluruh penjuru negeri. Hal ini penting agar setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk mengembangkan diri dan meraih potensi terbaik yang dimilikinya.

Peringatan Hardiknas ini juga berfungsi sebagai pengingat kolektif bahwa pendidikan dapat diperoleh dari berbagai sumber dan dalam berbagai waktu. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas, setiap individu akan memiliki peluang yang lebih besar untuk membangun masa depan yang lebih cerah, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Momentum Hardiknas ini sekaligus menegaskan kembali bahwa pendidikan merupakan hak fundamental bagi seluruh warga negara Indonesia. Melalui sistem pendidikan yang bersifat inklusif dan senantiasa berupaya meningkatkan mutunya, diharapkan akan lahir generasi-generasi berkarakter yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan memiliki daya saing tinggi di kancah global. (*)