DermayuMagz.com – New York Knicks kembali meraih kemenangan di kandang San Antonio Spurs dalam game kedua NBA Finals 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit ini berakhir dengan skor tipis 105-104 untuk keunggulan Knicks.
Kemenangan ini membawa Knicks semakin dekat dengan gelar juara NBA pertama mereka sejak tahun 1973. Mereka kini hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk memastikan gelar tersebut.
Kiprah gemilang Knicks di babak playoff NBA 2026 terus berlanjut. Tim asuhan Mike Brown ini telah mencatatkan 13 kemenangan beruntun, termasuk menyapu bersih Cleveland Cavaliers di final Wilayah Timur.
Spurs yang tidak ingin mengulangi kesalahan di game pertama, memulai pertandingan dengan performa yang baik. Dipimpin oleh De’Aaron Fox dan Julian Champagnie, Spurs berhasil unggul di kuarter pertama dengan skor 34-25.
Bahkan, Spurs sempat memperlebar keunggulan menjadi 12 poin di awal kuarter kedua. Namun, Knicks berhasil bangkit berkat penampilan apik dari Karl Anthony Towns. Mereka mampu membalikkan keadaan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 56-52.
Spurs Hampir Comeback Dahsyat
Memasuki kuarter ketiga, Knicks semakin percaya diri dan berhasil meraih keunggulan dua digit. Jalen Brunson, yang kerap mendapat penjagaan ketat, mampu menciptakan ruang bagi rekan-rekannya, seperti Landry Shamet, untuk mencetak tembakan tiga angka.
Hingga pertengahan kuarter keempat, Knicks masih nyaman memimpin dan terlihat akan meraih kemenangan yang lebih mudah. Jalen Brunson dan kawan-kawan sempat unggul hingga 14 poin.
Namun, drama terjadi di akhir kuarter keempat. Spurs menunjukkan semangat pantang menyerah dan berhasil mencetak 14 poin beruntun. Mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 97-97.
Trio Fox, Victor Wembanyama, dan Dylan Harper menjadi motor serangan Spurs dalam kebangkitan tersebut. Wembanyama bahkan berhasil membawa Spurs unggul dua poin melalui sebuah layup yang berujung pada satu lemparan bebas, dengan sisa waktu 57 detik.
Jumper dari Brunson kembali menyamakan kedudukan menjadi 104-104, menyisakan 39 detik di akhir pertandingan.
Blunder Fatal Wembanyama
Dalam situasi krusial tersebut, Victor Wembanyama melakukan dua kesalahan fatal. Tembakannya meleset, dan ia kemudian kehilangan bola yang berujung pada pelanggaran terhadap Jalen Brunson.
Brunson yang mendapat dua lemparan bebas, hanya berhasil memasukkan satu. Hal ini memberikan Spurs kesempatan untuk berbalik unggul karena hanya tertinggal setengah bola dengan sisa waktu 10 detik.
Namun, Wembanyama gagal menjadi pahlawan bagi Spurs. Jump shot-nya di detik-detik akhir pertandingan meleset, memastikan kemenangan bagi Knicks dengan skor akhir 105-104.
Karl Anthony Towns menjadi pemain terbaik dalam pertandingan ini dengan mencetak 21 poin dan 13 rebound. Jalen Brunson finis dengan 20 poin, meski akurasi tembakannya kurang baik, hanya memasukkan tujuh dari 25 percobaan.
Di kubu Spurs, Victor Wembanyama masih menjadi pencetak poin terbanyak dengan 29 poin dan sembilan rebound. De’Aaron Fox menyusul dengan kontribusi 20 poin.
—
DermayuMagz.com – Giuseppe Rossi menyarankan Federico Chiesa untuk mempertimbangkan kepindahannya ke Newcastle United pada bursa transfer musim panas ini. Rossi meyakini Chiesa masih memiliki potensi besar untuk bersinar di level tertinggi sepak bola Eropa.
Masa depan Chiesa di Liverpool menjadi topik perbincangan hangat setelah ia kesulitan mendapatkan menit bermain yang cukup sejak bergabung dari Juventus dua tahun lalu. Pergantian pelatih dari Arne Slot ke Andoni Iraola belum memberikan perubahan signifikan pada situasi bermainnya.
Liverpool sendiri dikabarkan berencana memperkuat lini serang mereka, terutama setelah kepergian Mohamed Salah. Sementara itu, Chiesa baru sekali menjadi starter di Premier League musim lalu dan lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti.
Beberapa klub dari Serie A Italia, seperti Como, Napoli, AC Milan, dan AS Roma, dikabarkan tertarik untuk memulangkan Chiesa. Pemain berusia 28 tahun ini masih memiliki sisa kontrak satu tahun bersama Liverpool.
Newcastle Dinilai Cocok untuk Federico Chiesa
Rossi melihat Newcastle United sebagai destinasi yang ideal bagi Chiesa jika ia memutuskan untuk meninggalkan Anfield. Menurutnya, Chiesa membutuhkan lingkungan yang suportif untuk dapat kembali menampilkan performa terbaiknya.
Mantan penyerang yang pernah bermain untuk Manchester United ini berpendapat bahwa Chiesa masih memiliki banyak kontribusi yang bisa diberikan kepada tim barunya. Ia berharap Chiesa dapat menemukan kembali performa gemilangnya seperti saat membawa Italia menjuarai Euro 2020.
“Saya bisa membayangkan Chiesa berkembang pesat di tim seperti Newcastle. Federico membutuhkan kontinuitas dan lingkungan yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar Rossi.
“Dia masih memiliki banyak hal untuk dibuktikan dan banyak yang bisa diberikan, tetapi semuanya bergantung pada dirinya sendiri. Kami berharap dia bisa menemukan kembali performa yang ditunjukkannya pada tahun 2020 saat kami menjuarai Euro, karena saat itu dia adalah bagian yang sangat penting bagi kami,” lanjut Rossi.
Rossi Masih Percaya pada Kualitas Chiesa
Rossi menegaskan bahwa kualitas Federico Chiesa tidak perlu diragukan, meskipun performanya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi dalam beberapa musim terakhir. Ia tetap yakin bahwa Chiesa mampu bangkit dan kembali ke level permainan terbaiknya.
Menurut Rossi, faktor terpenting saat ini adalah kemauan Chiesa sendiri untuk membuktikan diri. Dengan bakat yang dimilikinya, ia meyakini kebangkitan sang pemain sangat mungkin terjadi.
“Dia adalah salah satu pemain sayap terbaik yang ada. Meskipun belakangan ini dia belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi, dia tetap memiliki kemampuan itu,” tutur Rossi.
“Saya sangat yakin dia bisa bangkit kembali. Dia hanya perlu benar-benar menginginkannya,” imbuh Rossi.






