DermayuMagz.com – Sektor ekonomi Kreatif di Indonesia diproyeksikan akan terus mengalami pertumbuhan signifikan dengan penambahan sekitar 1,5 juta pelaku usaha baru pada tahun 2027. Tren peningkatan ini didorong oleh pergeseran preferensi karier generasi muda yang semakin mengutamakan fleksibilitas kerja serta kesesuaian antara profesi dengan minat pribadi.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada data pertumbuhan konsisten selama lima tahun terakhir. Menurutnya, rata-rata kenaikan jumlah pelaku ekraf per tahun berada di angka 1 hingga 1,5 juta orang.
Pernyataan tersebut disampaikan Riefky saat menghadiri ajang IDE-IND 2026 di AEON Mall BSD, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (6/11/2026). Ia menekankan bahwa ekosistem digital saat ini menjadi katalis utama yang memungkinkan para pelaku kreatif untuk lebih mandiri dan tidak terpaku pada struktur kerja konvensional.
“Di zaman digital ini, maraknya platform digital memungkinkan mereka mempunyai profesi sebagai pegiat ekonomi kreatif. Produk berbahan dasar kekuatan lokal kini bisa menembus pasar nasional, bahkan beberapa sudah menggapai pasar internasional,” jelas Riefky.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif saat ini telah mencapai 27,4 juta orang. Profil demografi sektor ini didominasi oleh kelompok usia produktif, dengan rincian sebagai berikut:
Tantangan dan Strategi Pengembangan
Meskipun menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, pemerintah mencatat terdapat dua tantangan utama yang perlu segera diatasi, yakni akses pasar yang lebih luas serta keberlanjutan (sustainability) terkait kualitas dan kapasitas produksi. Untuk merespons hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif telah menyiapkan tiga program unggulan:
Riefky menegaskan bahwa melalui pameran IDE-IND 2026, pemerintah berupaya mendorong jenama lokal dan Kekayaan Intelektual (IP) agar memiliki daya saing nasional. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor kreatif.
Transformasi Orientasi Karier
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyoroti potensi besar sumber daya manusia di wilayah Banten dalam sektor ekonomi kreatif. Ia mendorong agar generasi muda tidak lagi berorientasi tunggal menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurut Dimyati, bimbingan dan edukasi yang terarah sangat diperlukan agar potensi tersebut dapat dikonversi menjadi lapangan kerja mandiri. Ia menekankan pentingnya bagi anak muda untuk berani terjun ke dunia wirausaha kreatif sebagai kontribusi bagi perekonomian daerah maupun nasional.
“Mudah-mudahan anak-anak muda di Banten jangan berkeinginan hanya ingin jadi ASN atau pegawai. Sekarang harus berwirausaha lewat ekonomi kreatif yang bisa menghasilkan lapangan pekerjaan serta pendapatan untuk diri sendiri, daerah, hingga bangsa dan negara,” pungkasnya.

















