Kunci Sukses Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Peran Harry Kane

bola8 Dilihat

DermayuMagz.com – Legenda timnas Inggris, Alan Shearer, berpendapat bahwa kunci keberhasilan The Three Lions menjuarai Piala Dunia 2026 terletak pada kemampuan mereka untuk memaksimalkan peran Harry Kane.

Pendapat ini muncul di tengah persiapan timnas Inggris di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel untuk menghadapi turnamen akbar tersebut. Inggris memiliki ambisi besar untuk meraih gelar juara dunia setelah tersingkir di perempat final Piala Dunia 2022.

Inggris memang difavoritkan menjadi juara Piala Dunia 2026 berkat skuad bertabur bintang dan performa impresif mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Shearer menekankan bahwa Harry Kane akan menjadi elemen krusial bagi Inggris untuk meraih trofi Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, ia mendesak timnas untuk membangun strategi yang berpusat pada kapten mereka.

Kunci Kesuksesan Inggris di Piala Dunia

Menurut Shearer, performa terbaik Kane adalah penentu utama keberhasilan Inggris di Piala Dunia 2026. Sebagai ujung tombak dan pemimpin tim, kontribusi striker Bayern Munich tersebut dinilai sangat vital.

“Jika Inggris ingin tampil baik di turnamen ini, mereka harus menemukan cara untuk mendapatkan performa terbaik dari Harry Kane,” ujar Shearer.

Ia melanjutkan bahwa penampilan Kane di turnamen besar sebelumnya belum sepenuhnya optimal. Shearer meyakini, untuk mengeluarkan kemampuan terbaik Kane, Inggris memerlukan pemain yang mampu berlari dan menciptakan ruang kosong di lini serang.

Butuh Support yang Lebih Agresif

Shearer menjelaskan bahwa Kane sangat efektif ketika ia turun menjemput bola dan mendistribusikannya kepada rekan setim yang bergerak menusuk ke area berbahaya. Kemampuan Kane dalam membaca permainan dan mengirimkan umpan kunci merupakan salah satu aset terbesarnya.

Oleh karena itu, keberadaan pemain yang mampu memanfaatkan umpan-umpan tersebut menjadi sangat penting untuk mendukung gaya bermain Kane. Ia menekankan pentingnya pergerakan pemain lain yang dapat memanfaatkan ruang yang diciptakan Kane.

“Dia sangat bagus saat turun ke tengah untuk mendapatkan bola dan kemudian mengirimkan umpan. Namun, Anda membutuhkan pemain yang bergerak melewatinya dan masuk ke area yang lebih tinggi. Pada turnamen sebelumnya, Inggris belum benar-benar memiliki hal tersebut,” jelasnya.

Sumber: Betway

DermayuMagz.com – Timnas Maroko menunjukkan performa superior dengan mengalahkan Timnas Madagaskar 4-0 dalam pertandingan uji coba internasional yang digelar di Stade Prince Moulay Abdallah pada Rabu, 3 Juni 2026.

Pertandingan persahabatan ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim jelang putaran final Piala Dunia 2026 yang akan segera bergulir. Di bawah arahan pelatih Mohamed Ouahbi, Maroko tampil dominan sejak awal laga.

Ismael Saibari menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol. Ia membuka keunggulan Maroko pada menit ke-4 dan kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-25.

Kemenangan Maroko semakin meyakinkan berkat gol penalti Soufiane Rahimi pada menit ke-78. Ayoub El Kaabi menutup pesta gol Maroko dengan gol keempatnya pada menit ke-87.

Meskipun hanya pertandingan uji coba, kemenangan telak ini memberikan sinyal positif bagi Maroko menjelang Piala Dunia 2026. Sementara itu, Madagaskar masih perlu melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki performa mereka.

Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko langsung mengambil alih kendali permainan. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Madagaskar kesulitan keluar dari area pertahanan mereka.

Gol pembuka tercipta cepat pada menit keempat. Berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi Bilal El Khannouss, bola disambut sundulan Ismael Saibari yang tak mampu dihalau kiper Madagaskar, Geordan Dupire.

Madagaskar mencoba merapatkan pertahanan setelah kebobolan, namun serangan Maroko terus mengalir. Peluang emas untuk menggandakan keunggulan datang pada menit ke-20 melalui tendangan jarak jauh Noussair Mazraoui yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.

Dua menit berselang, Saibari kembali mencetak gol. Menerima umpan dari Abde Ezzalzouli, Saibari melepaskan tendangan kaki kiri dari tengah kotak penalti yang membuat Maroko unggul 2-0.

Meskipun sudah unggul dua gol, Maroko tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Beberapa percobaan dari El Khannouss dan Ezzalzouli masih berhasil digagalkan oleh Dupire dan barisan pertahanan Madagaskar hingga babak pertama usai.

Babak Kedua

Pelatih Mohamed Ouahbi melakukan perubahan signifikan dengan memasukkan enam pemain baru di awal babak kedua, termasuk Soufiane Rahimi, Ayoub El Kaabi, dan Azzedine Ounahi. Pergantian ini tidak menurunkan tempo permainan Maroko.

Tekanan tuan rumah terus berlanjut. Chadi Riad hampir mencetak gol pada menit ke-56 melalui sundulan, namun Dupire kembali menunjukkan refleks yang baik.

Madagaskar mencoba memanfaatkan serangan balik, namun pertahanan Maroko yang solid, dikomandoi oleh Issa Diop dan Chadi Riad, berhasil meredam setiap ancaman.

Momen krusial terjadi pada menit ke-76 ketika Thomas Fontaine melanggar Ounahi di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih.

Soufiane Rahimi yang maju sebagai eksekutor, dengan tenang menceploskan bola ke sudut bawah gawang pada menit ke-78, membawa Maroko unggul 3-0.

Situasi Madagaskar semakin sulit setelah El Hadary Raheriniaina menerima kartu merah pada menit ke-79. Bermain dengan sepuluh orang, mereka tak mampu lagi menahan gempuran Maroko.

Baca juga : Dampak Perang Iran Terhadap Lonjakan Inflasi Eropa

Gol keempat lahir pada menit ke-87. Ayoub El Kaabi memanfaatkan bola muntah dari tembakan Brahim Diaz yang berhasil ditepis Dupire, mengubah skor akhir menjadi 4-0.