Leandro Paredes Disebut Jadi Pemicu Kericuhan Pasca-Final Piala Dunia 2026

bola7 Dilihat

DermayuMagz.com – Final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli 2026 berakhir dengan catatan kelam. Spanyol berhasil mengukuhkan diri sebagai juara dunia setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui gol dramatis Ferran Torres di babak tambahan waktu. Namun, sorotan publik justru teralihkan pada kericuhan yang pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi pusat dari insiden memalukan tersebut. Tindakan agresifnya terhadap pemain Spanyol memicu ketegangan di lapangan, menambah daftar drama dalam edisi ke-23 turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.

Insiden Fisik dan Kartu Merah

Kericuhan bermula sesaat setelah pertandingan usai. Paredes terlihat kehilangan kendali emosinya dengan terlibat kontak fisik langsung terhadap beberapa penggawa La Furia Roja. Berdasarkan laporan di lapangan, Paredes melakukan tindakan yang dianggap tidak sportif, termasuk mendorong gelandang muda Spanyol, Gavi, hingga tersungkur ke rumput.

Situasi semakin memanas ketika Paredes dilaporkan menarik kaus Gavi dan melakukan kontak fisik yang mengenai area wajah pemain Barcelona tersebut. Tidak berhenti di situ, bek Spanyol, Eric Garcia, juga menjadi korban agresi Paredes yang terlihat mencekik lehernya. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, terpaksa turun ke lapangan untuk meredam kemarahan anak asuhnya yang tampak lepas kendali.

Tindakan tersebut menuai kecaman keras dari para pengamat sepak bola internasional. Legenda Inggris, Alan Shearer, secara terbuka melabeli aksi Paredes sebagai sesuatu yang “menjijikkan”. Sementara itu, Gary Neville mengkritik perilaku Paredes yang dinilai memalukan sepanjang turnamen. Akibat tindakannya, wasit tidak ragu memberikan kartu merah kepada Paredes, yang menjadi penutup laga yang buruk baginya.

Dua Kartu Merah Nodai Albiceleste

Kejadian yang melibatkan Paredes bukanlah satu-satunya noda bagi Argentina dalam laga final tersebut. Sebelumnya, Albiceleste sudah harus berjuang dengan sepuluh pemain sejak menit ke-90+3. Enzo Fernandez menjadi pemain pertama yang diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi.

Dengan tambahan kartu merah untuk Paredes setelah laga berakhir, Argentina harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia 2026 dengan dua pengusiran pemain. Kekalahan ini tidak hanya menggagalkan ambisi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga menyisakan catatan disiplin yang buruk bagi tim asuhan Lionel Scaloni.

Tanggapan Lionel Scaloni

Di sisi lain, pelatih Lionel Scaloni mencoba bersikap lebih tenang menanggapi kekalahan pahit timnya. Meskipun merasa sedih karena gagal membawa pulang trofi, ia menegaskan bahwa para pemainnya telah memberikan segalanya di lapangan.

“Ini adalah momen yang menyedihkan, tetapi kami sudah memberikan segalanya. Rasa terima kasih saya kepada para pemain ini tidak akan pernah berakhir. Mereka berhasil mencapai final lagi dan berkompetisi di level tertinggi,” ujar Scaloni kepada media setempat.

Scaloni juga menekankan pentingnya sportivitas dalam sepak bola. Baginya, sebuah tim harus mampu menunjukkan karakter yang kuat baik saat meraih kemenangan maupun menelan kekalahan. Ia berharap para pemainnya dapat segera bangkit dari hasil negatif ini dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran berharga bagi masa depan sepak bola Argentina.

  • Fakta Pertandingan:
  • Spanyol menang 1-0 atas Argentina lewat gol Ferran Torres di babak tambahan waktu.
  • Argentina mencatatkan statistik minor dengan nol tembakan tepat sasaran selama 120 menit.
  • Dua pemain Argentina, Enzo Fernandez dan Leandro Paredes, diganjar kartu merah.
  • Kejadian ini terjadi pada final Piala Dunia edisi 2026 di Amerika Serikat.