DermayuMagz.com – Lagu “Sesi Potret” dari musisi eńau, yang berkolaborasi dengan Ari Lesmana, berhasil mencuri perhatian pendengar musik Indonesia. Lagu ini bahkan menempati posisi kedua dalam tangga lagu mingguan Top Songs Indonesia di platform Spotify, menunjukkan popularitasnya yang meroket.
Lagu ini, yang dirilis pada awal tahun 2026, mengangkat tema yang sangat personal dan menyentuh, yaitu tentang rasa kehilangan orang terkasih akibat kematian. eńau, yang memiliki nama asli Putra Permana, menggandeng kakaknya sendiri, Ari Lesmana, dalam lagu ini. Kolaborasi ini terasa begitu istimewa karena keduanya berbagi pengalaman kehilangan dari sudut pandang masing-masing.
Melalui unggahan di kanal YouTube-nya, eńau menjelaskan makna mendalam di balik lagu “Sesi Potret”. Ia mengungkapkan bahwa lagu ini menjadi pengingat baginya dan banyak orang tentang pentingnya menghargai waktu bersama orang-orang tercinta. Terkadang, rasa gengsi atau kesibukan membuat kita menunda untuk bertemu atau memberikan pelukan hangat kepada keluarga dan teman.
eńau menekankan bahwa waktu tidak bisa diulang kembali. Oleh karena itu, penting untuk tidak menunda ungkapan kasih sayang dan momen kebersamaan. Pesan ini menjadi inti dari lagu “Sesi Potret”, mengajak pendengar untuk lebih menghargai setiap detik yang dimiliki bersama orang-orang terkasih.
Lagu ini berhasil menyentuh hati banyak orang, terbukti dari posisinya yang tinggi di tangga lagu Spotify. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari liriknya yang puitis dan emosional, serta kolaborasi apik antara eńau dan Ari Lesmana.
Berikut adalah lirik lengkap lagu “Sesi Potret” dari eńau:
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah di tangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh, kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh… Satu… dua… tiga…
Baca juga : Dana Cepat BRI Multiguna: Cair Hanya 1 Hari untuk Segala Kebutuhan
Ini nyata, kau telah pergi…
Ku bertamu kerumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu
Proses Kreatif di Balik “Sesi Potret”
eńau menjelaskan lebih lanjut mengenai proses kreatif di balik lagu “Sesi Potret” melalui akun YouTube-nya. Lagu ini diciptakan pada awal November 2025.
Lagu ini dibuat sebagai representasi dari pengalaman duka kehilangan, rasa bersalah, penyesalan, dan kerinduan mendalam yang dialami oleh banyak orang di sekitarnya, termasuk dirinya dan sang istri. “Sesi Potret” juga berfungsi sebagai pengingat bahwa waktu akan selalu berjalan dan momen berharga bersama orang terkasih bisa datang dan pergi tanpa peringatan.
Dalam proses produksinya, eńau menggandeng Kevin Pangestu sebagai music producer. Kevin juga turut mengisi instrumen gitar dalam lagu ini. Selain itu, Ryan Wijaya berkontribusi pada bagian bass, dan Syade Rian pada drum, melengkapi aransemen musik “Sesi Potret”.
Lirik lagu ini merupakan hasil kolaborasi. Istri eńau, Mulia Kennedy, berperan penting dalam membantu eńau menuangkan isi pikirannya ke dalam bentuk lirik. Lirik tersebut kemudian disempurnakan lagi oleh Ari Lesmana, yang juga menjadi rekan duet eńau dalam lagu ini.
Pesan Mendalam dari eńau
Di akhir pernyataannya, eńau menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati. Ia berharap lagu “Sesi Potret” dapat didengarkan dan diterima dengan baik oleh para pendengarnya.
“Semoga berkenan mendengarkannya dan sampai di hati kalian, karena suatu hari nanti mungkin kita juga akan kehilangan manusia yang kita cintai,” tulis eńau. Ia berpesan agar selalu menyempatkan diri untuk bertemu, mengabadikan momen indah, atau sekadar bertukar kabar selama masih ada waktu. Pesan ini menekankan pentingnya menciptakan dan menyimpan memori baik selagi orang terkasih masih ada.






