Liverpool Kalah dari Monaco, Simak 3 Evaluasi Penting Ini

bola2 Dilihat

DermayuMagz.com – Kekalahan dramatis Liverpool dengan skor 2-3 dari AS Monaco dalam laga pramusim yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026, menyisakan pekerjaan rumah bagi sang juru taktik, Andoni Iraola. Meski sempat tampil dominan di babak pertama, performa skuad asuhan Iraola justru melorot drastis setelah turun minum, sebuah pola yang serupa dengan hasil negatif saat mereka berjumpa Leeds United di Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Pertandingan di Anfield ini memberikan gambaran jelas mengenai celah yang masih harus ditutup sebelum kompetisi resmi Premier League dimulai. Berikut adalah tiga catatan krusial dari hasil evaluasi laga melawan wakil Ligue 1 tersebut:

1. Hilangnya Momentum dan Keunggulan

Liverpool sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi. Alexander Isak membuka keunggulan pada menit ke-16 berkat umpan matang Ryan Gravenberch, disusul oleh gol dari Florian Wirtz yang memperlebar jarak menjadi 2-0. Namun, Monaco berhasil memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Aleksandr Golovin sebelum babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, kendali permainan seolah berpindah tangan. AS Monaco tampil lebih agresif dan mampu menyamakan kedudukan melalui Mika Biereth yang memanfaatkan bola pantul dari Giorgi Mamardashvili. Petaka bagi Liverpool datang dua menit sebelum waktu normal berakhir, ketika sundulan Paris Brunner memastikan kemenangan bagi tim tamu.

2. Kebutuhan Mendalam di Sektor Skuad

Persoalan kedalaman skuad menjadi sorotan utama. Meskipun manajemen telah mendatangkan Ronald Araujo dari Barcelona dengan status pinjaman untuk memperkuat lini pertahanan, terdapat hambatan teknis yang menghalangi kebugaran pemain lain seperti Jeremy Jacquet. Selain itu, masalah izin kerja yang membelit Ifeanyi Ndukwe semakin mempersempit opsi bagi tim pelatih.

Di lini depan, urgensi untuk mencari suksesor jangka panjang Mohamed Salah di sisi kanan serangan masih menjadi teka-teki yang belum terjawab. Nama Bradley Barcola memang sempat mencuat sebagai kandidat potensial, namun proses negosiasi dengan pihak Paris Saint-Germain (PSG) dilaporkan masih menemui jalan buntu.

3. Ketidakpastian Masa Depan Curtis Jones

Absennya Curtis Jones dalam skuad kontra Monaco memicu spekulasi mengenai masa depannya di Anfield. Gelandang jebolan akademi ini kabarnya tengah dipantau serius oleh Inter Milan. Meski pihak klub telah menetapkan valuasi sekitar £35 juta atau setara dengan Rp840,35 miliar, hingga kini belum ada kata sepakat yang tercapai.

Andoni Iraola sejatinya masih ingin mempertahankan pemain tersebut, dan absennya Jones dalam laga terakhir disebut sebagai langkah pencegahan. Namun, dengan bursa transfer yang kian mendekati penutupan, peluang kepergian sang pemain tetap terbuka lebar jika tawaran yang masuk dianggap memenuhi kriteria klub.

Liverpool kini memiliki waktu tujuh hari untuk melakukan pembenahan sebelum melakoni laga uji coba terakhir melawan Como di Anfield. Pertandingan ini akan menjadi ujian krusial bagi Iraola untuk membuktikan bahwa timnya mampu menjaga konsistensi selama 90 menit penuh.

Di sisi lain, industri sepak bola dunia kini juga tengah menatap masa depan melalui inovasi teknologi yang masif. Sejalan dengan perkembangan tersebut, LaLiga baru saja merilis laporan bertajuk “Tech Powerhouse 2026”. Laporan ini mengupas tuntas bagaimana peran Artificial Intelligence (AI) dan teknologi masa depan akan mengubah lanskap sepak bola dalam satu dekade mendatang.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, menekankan bahwa integrasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis. Penggunaan teknologi seperti Digital Twins (Kembaran Digital) dan Smart Stadiums diproyeksikan akan menjadi standar baru bagi klub-klub besar di Eropa dalam mengoptimalkan performa pemain serta meningkatkan interaksi dengan penggemar di masa depan.