DermayuMagz.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi masuknya ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) ke Indonesia melalui skema International Financial Center atau Family Office.
Arahan dari Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama dalam menggarap potensi ini. Presiden Prabowo menginformasikan mengenai perkembangan terkini terkait International Financial Center atau Family Office, yang dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dalam waktu dekat.
Luhut menyatakan harapannya agar potensi dana yang besar ini dapat mengalir ke Indonesia. “Kita berharap itu ada potensi kira-kira mungkin berapa ratus miliar dolar yang kemungkinan masuk di Indonesia,” ujarnya.
Untuk menjaga dan mengoptimalkan potensi ini, Luhut menekankan pentingnya menjaga citra positif Indonesia. “Ini potensi tentu harus kita jaga dengan tadi berita-berita yang bagus mengenai Indonesia,” imbuhnya.
Prabowo Dukung Pembentukan Family Office
Sebelumnya, Luhut telah mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan persetujuan untuk membentuk family office. Tujuannya adalah untuk menjaring dana yang berasal dari perusahaan keluarga.
Family office sendiri merupakan entitas bisnis swasta yang berfokus pada pengelolaan investasi dan kekayaan bagi keluarga-keluarga kaya. Layanan yang ditawarkan juga mencakup manajemen perjalanan, properti, serta aktivitas keuangan lainnya.
Luhut menambahkan bahwa regulasi hukum terkait pembentukan family office ini akan segera diajukan dan disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. “Jadi Presiden telah menyetujui untuk membentuk family office. Saya pikir aturan tentang ini bakal segera disepakati di parlemen,” jelas Luhut di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Melibatkan Tokoh Senior Internasional
Dalam upaya memperkuat peran family office, Luhut menginformasikan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. Tujuannya adalah untuk merekrut seorang tokoh senior dari Inggris agar bergabung sebagai penasihat atau mitra dalam struktur family office.
“Tadi malam Rosan bilang ke saya, dia setuju untuk melibatkan salah seorang tokoh yang sangat senior dari Inggris, untuk menjadi penasihat atau mitra kami dalam family office,” ungkap Luhut.
Potensi Penyerapan Dana Besar
Luhut meyakini bahwa family office akan memiliki kapasitas untuk menyerap dana dalam jumlah besar, bahkan ratusan miliar dolar AS, yang saat ini beredar di kawasan Timur Tengah.
Ia menambahkan bahwa target untuk menyerap dana sebesar USD 100-200 miliar dalam waktu singkat mungkin tidak realistis. Namun, kehadiran dana tersebut di Indonesia akan membawa dampak positif yang signifikan.
“Namun jika mereka ingin menaruhnya di sini, itu bakal turut membawa kredibilitas dan kepercayaan. Itu lah yang kita harapkan saat ini dalam mendorong Indonesia ke situasi yang lebih baik,” pungkasnya.






