Lulusan SMA dan SMK Dominasi Angka Pengangguran di Indonesia

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 menunjukkan bahwa lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) mendominasi angka pengangguran di Indonesia. Kelompok ini menyumbang porsi terbesar dari total pengangguran nasional, mencapai 28 persen.

Posisi kedua ditempati oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mencatatkan angka 22,35 persen dari total pengangguran. Sementara itu, lulusan diploma dengan jenjang Diploma I/II/III memiliki tingkat pengangguran terendah, yaitu hanya 2,48 persen pada periode yang sama.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, melaporkan bahwa jumlah pengangguran secara keseluruhan mencapai 7,24 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 35 ribu orang jika dibandingkan dengan data per Februari 2025.

Penduduk yang berhasil terserap ke pasar kerja pada Februari 2026 tercatat sebanyak 147,67 juta orang. Dengan total angkatan kerja yang mencapai 154,91 juta orang, masih terdapat sekitar 7,24 juta individu yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Angkatan kerja yang tidak terserap menjadi pengangguran berjumlah 7,24 juta orang, dan jumlah ini mengalami penurunan sebesar 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025,” jelas Amalia dalam konferensi pers yang digelar di kantor BPS, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5).

TPT LULUSAN SMK TERTINGGI

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,68 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,08 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Secara sederhana, ini berarti terdapat sekitar lima orang penganggur untuk setiap seratus orang dalam angkatan kerja.

Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, pola TPT cenderung serupa antara Februari 2024 hingga Februari 2026. Pada Februari 2026, lulusan SMK mencatatkan TPT tertinggi, yaitu sebesar 7,74 persen.

Baca juga: TMMD 128 Gresik: Pembangunan Jalan Malam Hari, Gotong Royong Terangi Kegelapan

Selanjutnya, lulusan SMA berada di posisi kedua dengan TPT sebesar 6,23 persen. Tingkat pengangguran terendah justru tercatat pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yaitu hanya 2,32 persen.

Perbandingan TPT berdasarkan lokasi tempat tinggal menunjukkan bahwa TPT di perkotaan pada Februari 2026 mencapai 5,60 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan TPT di perdesaan yang tercatat sebesar 3,20 persen. Meskipun demikian, TPT di perkotaan dan perdesaan sama-sama mengalami penurunan sebesar 0,13 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Dari sisi usia, TPT tertinggi ditemukan pada kelompok usia muda, yaitu 15-24 tahun, yang mencapai 16,36 persen pada Februari 2026. Sebaliknya, TPT terendah berada pada kelompok usia 60 tahun ke atas, yaitu hanya 1,89 persen.

Pola TPT berdasarkan kelompok umur ini relatif konsisten sejak Februari 2024. Namun, perbandingan dengan Februari 2025 menunjukkan bahwa hanya kelompok usia 25-59 tahun yang mengalami penurunan TPT, yaitu sebesar 0,11 persen poin. Kelompok umur lainnya justru mengalami kenaikan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk mendapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Baca: Prabowo resmikan 1.179 dapur MBG Polri, diklaim akan mampu serap puluhan ribu tenaga kerja

Source: Others/ew (da)