Optimisme Warga Mandar Banyuwangi Berkembang Berkat Investor dan Nilai Budaya

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kampung Suku Mandar di Banyuwangi, Jawa Timur, kini bersiap memasuki babak baru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dengan semangat keterbukaan yang hangat, kawasan pesisir yang kaya akan sejarah ini membuka diri untuk kolaborasi dengan investor global.

Tujuannya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, namun tetap berakar kuat pada nilai adat dan budaya lokal.

Langkah ini dipandang sebagai sinergi strategis yang akan membawa Kampung Mandar Banyuwangi menuju kancah internasional tanpa kehilangan jati diri.

Tokoh adat setempat meyakini bahwa kehadiran investasi asing bukan sekadar suntikan dana semata.

Lebih dari itu, ini adalah kemitraan strategis yang berpotensi mengenalkan budaya lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Adat Kampung Mandar, Puang Faizal Riezal Daeng Galak, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap investasi asing.

Namun, ada syarat penting yang harus dipatuhi, yaitu penghormatan terhadap kearifan lokal yang telah menjadi identitas mereka.

“Kita welcome untuk investasi asing selama tidak mencederai nilai-nilai adat ketimuran kita,” katanya, Senin (4/5/2026).

Pria yang akrab disapa Icang ini memiliki harapan besar agar kehadiran investor asing menjadi panggung bagi kekayaan budaya lokal.

Baginya, ini adalah kesempatan emas untuk menampilkan wajah Banyuwangi yang beragam tradisinya, khususnya adat Mandar.

Hal ini mencakup pengenalan kuliner khas, tarian tradisional, hingga eksotisme budaya pesisir yang masih terjaga keasliannya.

“Adanya investor luar biasanya membawa tamu dari luar, harapan saya kita bisa berkolaborasi di situ dengan ajang penampilan budaya terutama khas suku Mandar,” jelasnya.

Selain menjadi jendela untuk memperkenalkan kekayaan budaya, investasi ini juga diharapkan membawa peningkatan taraf hidup masyarakat.

Fokus utama diarahkan pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan pemuda di sekitar kawasan.

Dengan demikian, kesejahteraan yang dibawa oleh investor diharapkan dapat dirasakan langsung oleh setiap warga.

“Wajib dan diprioritaskan warga lokal terlebih dahulu, supaya memberi dampak positif dan memberi manfaat terhadap warga sekitar. Itu yang utama,” tegas Icang.

Ia memberikan contoh potensi penyerapan tenaga kerja, “Bisa mungkin pemuda kita ditarik menjadi security atau pegawai lainnya yang sesuai dengan kriteria, karena di Kampung Mandar sendiri banyak pemuda.”

Saat ini, Icang menambahkan, beberapa pelaku investasi asing di Banyuwangi, khususnya di sekitar Kampung Mandar, telah menyerap sejumlah tenaga kerja dari warga lokal.

Salah satu contohnya adalah Banyuwangi International Yacht Club (BIYC).

Baca juga: BPS Terapkan Tiga Terobosan dalam Survei Jemaah Haji

“Harapannya bisa lebih banyak lagi, karena banyak pemuda di sekitar yang membutuhkan, termasuk kebermanfaatan lainnya bagi warga. Apalagi kawasan kita ini punya sejarah yang panjang,” tuturnya.