DermayuMagz.com – Memilih gitar pertama sering kali menjadi hambatan bagi pemula karena banyaknya variasi bentuk, ukuran, dan jenis yang tersedia di toko musik. Kesalahan dalam memilih alat yang tidak sesuai dengan kebutuhan justru bisa mematahkan semangat belajar karena gitar yang digunakan terasa sulit dimainkan atau suaranya tidak sesuai dengan genre musik yang diminati.
Langkah pertama yang paling krusial adalah menentukan jenis gitar yang ingin dipelajari: gitar akustik atau gitar elektrik. Perbedaan mendasar keduanya terletak pada cara produksi suara dan kenyamanan saat ditekan. Gitar akustik memanfaatkan ruang resonansi pada bodi gitar, sementara gitar elektrik memerlukan amplifier agar suara dapat terdengar. Bagi pemula, gitar akustik nilon sering dianggap lebih ramah di jari karena senarnya yang lebih empuk dibandingkan senar baja, namun gitar elektrik memiliki jarak antar senar yang lebih rapat sehingga tidak memerlukan tenaga besar untuk menekan nada.
Ukuran bodi gitar sangat menentukan kenyamanan saat berlatih dalam durasi lama. Gitar dengan bodi besar seperti tipe Dreadnought mungkin menghasilkan resonansi yang lebih keras, namun bisa menyulitkan bagi orang dengan postur tubuh kecil atau anak-anak untuk menjangkau bagian depan gitar. Sebaliknya, gitar dengan bentuk bodi Concert atau Parlor menawarkan ukuran yang lebih ringkas dan ergonomis. Pastikan posisi tangan saat memeluk bodi gitar terasa natural dan tidak membuat bahu atau punggung cepat lelah.
Kualitas konstruksi gitar dapat diperiksa melalui beberapa detail fisik yang sederhana. Perhatikan bagian fretboard atau papan jari, pastikan tidak ada ujung kawat fret yang tajam atau menonjol keluar karena akan melukai jari saat berpindah kunci. Cek pula kondisi bridge atau dudukan senar di bagian bodi; pastikan tidak ada tanda-tanda terlepas atau lem yang tidak rapi. Selain itu, putar setiap tuas penyetem atau tuner untuk memastikan pergerakannya stabil dan tidak terasa longgar, karena tuner yang buruk akan membuat gitar sering turun nadanya atau tidak presisi saat disetem.
Salah satu aspek yang sering diabaikan oleh pemula adalah action gitar. Action adalah jarak antara senar dengan papan jari. Jika jaraknya terlalu tinggi, Anda harus menekan senar dengan tenaga ekstra yang berisiko membuat jari sakit dan menghambat perkembangan teknik bermain. Jika jaraknya terlalu rendah, senar mungkin akan beradu dengan logam fret dan menghasilkan suara berdengung atau fret buzz. Gitar yang ideal bagi pemula adalah gitar yang memiliki pengaturan action nyaman, tidak terlalu tinggi namun tetap jernih suaranya.
Membeli gitar secara langsung ke toko fisik memiliki keuntungan karena Anda bisa merasakan sendiri kecocokan instrumen tersebut. Jangan hanya melihat tampilan luar atau warna gitar yang menarik. Cobalah memegang gitar dalam posisi duduk, rasakan beratnya, dan coba tekan beberapa senar. Jika Anda belum bisa bermain, mintalah staf toko atau rekan yang mengerti gitar untuk memainkannya sejenak agar Anda bisa mendengar karakter suaranya. Perhatikan apakah suaranya cukup jernih dan apakah gitar tersebut terasa nyaman saat didekap.
Hindari terjebak pada mitos bahwa gitar mahal adalah satu-satunya pilihan untuk belajar dengan baik. Banyak produsen alat musik yang kini memproduksi gitar seri pemula dengan kualitas yang cukup mumpuni untuk latihan dasar. Fokuslah pada instrumen yang memiliki kestabilan nada yang baik dan kenyamanan bermain. Membeli gitar bekas juga bisa menjadi opsi, namun pastikan untuk melakukan pengecekan mendalam pada bagian leher gitar atau neck. Pastikan leher gitar tidak melengkung atau bengkok secara permanen, karena kerusakan pada bagian ini sangat sulit diperbaiki dan akan membuat gitar tidak mungkin disetem dengan akurat.
Untuk melengkapi proses pemilihan, pertimbangkan juga kebutuhan aksesori dasar yang akan menunjang latihan, seperti tas gitar untuk penyimpanan, alat penyetem digital atau tuner, serta satu set senar cadangan. Memiliki tuner sendiri sangat membantu pemula untuk membiasakan telinga terhadap nada yang benar setiap kali akan berlatih. Mengabaikan kualitas senar juga sering menjadi kesalahan umum; senar yang sudah berkarat atau lama tidak diganti akan terasa kasar dan memengaruhi kualitas suara secara signifikan.
Memilih gitar bukan tentang menemukan instrumen yang sempurna, melainkan menemukan alat yang paling nyaman untuk menemani proses belajar Anda. Fokuslah pada kenyamanan fisik saat memegang gitar dan pastikan instrumen tersebut memiliki kualitas mekanik yang stabil agar Anda tidak terganggu oleh masalah teknis saat sedang fokus mempelajari kunci atau teknik baru. Kunci utama dalam memilih instrumen pertama adalah keterjangkauan kenyamanan, bukan sekadar spesifikasi teknis yang rumit.
📷 Photo by shopee.co.id






