Perubahan Aturan Kartu Kuning dan Merah Piala Dunia 2026 FIFA

bola1 Dilihat

Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA

Simak regulasi resmi FIFA mengenai akumulasi kartu kuning, sanksi kartu merah, serta sistem pemutihan sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:14 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta – Gelaran Piala Dunia 2026 yang bakal bergulir mulai 12 Juni 2026 dini hari WIB mendatang bukan melulu perihal adu taktik dan kualitas permainan, melainkan juga perkara ketertiban di dalam arena pertandingan.

Tiap-tiap kontestan diwajibkan untuk mengontrol emosi serta tempo permainan para penggawanya karena regulasi sanksi kartu dapat menjadi penentu langkah mereka di kejuaraan ini.

Tim nasional Meksiko selaku salah satu tuan rumah bakal menandai dibukanya kompetisi akbar ini dengan meladeni kekuatan Afrika Selatan. Mulai dari pertandingan pembuka tersebut, segala aspek krusial termasuk perolehan kartu kuning maupun merah dipastikan langsung memberikan efek masif bagi nasib sebuah tim ke depan.

Untuk jajaran tim nasional yang mengusung target melaju hingga fase akhir, modal performa impresif saja dinilai belum memadai. Kelalaian yang berujung pada satu atau dua kartu tidak perlu berisiko merusak kedalaman skuad pada laga-laga krusial, bahkan saat memasuki sistem gugur.

Oleh karena itu, FIFA memberlakukan sistem kedisiplinan yang terhitung ketat namun tetap menyisipkan sejumlah dispensasi pada fase tertentu. Tujuan utama dari langkah ini sangat jelas, yakni guna menyelaraskan asas sportivitas dengan kelancaran kompetisi itu sendiri.

Regulasi Pemutihan Kartu Kuning FIFAPerbesarTrofi Piala Dunia 2026. (AP Photo)

Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, menerapkan mekanisme ‘pemutihan’ atau penghapusan catatan kartu kuning yang dilangsungkan sebanyak dua kali sepanjang kejuaraan. Fase penghapusan pertama bakal diterapkan sesaat setelah seluruh rangkaian pertandingan di babak penyisihan grup selesai.

Selanjutnya, fase pemutihan kedua akan diberlakukan selepas berakhirnya babak perempat final. Dengan adanya sistem ini, para pemain dari tim nasional yang berhasil melaju ke fase empat besar tidak akan terbebani oleh riwayat kartu kuning yang didapat dari babak-babak sebelumnya ketika berlaga di semifinal dan final.

Langkah kebijakan ini sengaja diambil agar barisan pemain pilar tidak kehilangan momentum sakral beraksi di partai puncak hanya gara-gara sanksi akumulasi dari pelanggaran kecil.

Pada tahapan krusial tersebut, hukuman kartu merah langsung menjadi satu-satunya penyebab utama yang sahih untuk memaksa seorang pemain absen dari pertandingan final.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kendati terdapat sistem penghapusan kartu, fase-fase awal pada sistem gugur tetap menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Regulasi mengenai sanksi akumulasi kartu kuning dipastikan tetap mengikat di sepanjang babak 32 besar serta babak 16 besar.
Sebagai ilustrasi, andai seorang penggawa dihadiahi kartu kuning pada babak 32 besar lalu kembali menerimanya saat bertanding di fase 16 besar, maka ia secara otomatis dilarang tampil pada babak perempat final. Konsekuensi dari keteledoran kecil semacam ini bisa berharga teramat mahal di panggung sebesar Piala Dunia.
Namun, peta regulasi tersebut bakal berganti selepas selesainya fase delapan besar. Berkat adanya kebijakan pemutihan kartu, catatan akumulasi kartu kuning yang diperoleh sebelumnya tidak akan diakumulasikan lagi menuju babak semifinal.
Mengambil contoh kasus lain, pesepak bola yang mengoleksi masing-masing satu kartu kuning di babak 16 besar dan perempat final dipastikan tetap diperkenankan memperkuat timnya di babak semifinal. Seluruh rekam jejak kedisplinan tersebut diputihkan total begitu fase perempat final berakhir.

Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup B Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Sambut Piala Dunia 2026, Jersey Tim Peserta Dipamerkan di Jakarta5 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin6 jam yang lalu
    • Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20268 jam yang lalu
    • Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim8 jam yang lalu
    • Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?8 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan9 jam yang lalu
    • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit9 jam yang lalu
    • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik9 jam yang lalu
    • Timnas Prancis dan Misi ‘Happy Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 20269 jam yang lalu
    • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 20269 jam yang lalu
    • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 20269 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA

    Simak regulasi resmi FIFA mengenai akumulasi kartu kuning, sanksi kartu merah, serta sistem pemutihan sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

    OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:14 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)Sanksi Akumulasi Kartu Kuning di Fase GugurPerbesarIlustrasi trofi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

    Kendati terdapat sistem penghapusan kartu, fase-fase awal pada sistem gugur tetap menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Regulasi mengenai sanksi akumulasi kartu kuning dipastikan tetap mengikat di sepanjang babak 32 besar serta babak 16 besar.

    Sebagai ilustrasi, andai seorang penggawa dihadiahi kartu kuning pada babak 32 besar lalu kembali menerimanya saat bertanding di fase 16 besar, maka ia secara otomatis dilarang tampil pada babak perempat final. Konsekuensi dari keteledoran kecil semacam ini bisa berharga teramat mahal di panggung sebesar Piala Dunia.

    Namun, peta regulasi tersebut bakal berganti selepas selesainya fase delapan besar. Berkat adanya kebijakan pemutihan kartu, catatan akumulasi kartu kuning yang diperoleh sebelumnya tidak akan diakumulasikan lagi menuju babak semifinal.

    Mengambil contoh kasus lain, pesepak bola yang mengoleksi masing-masing satu kartu kuning di babak 16 besar dan perempat final dipastikan tetap diperkenankan memperkuat timnya di babak semifinal. Seluruh rekam jejak kedisplinan tersebut diputihkan total begitu fase perempat final berakhir.

    Mekanisme Hukum Kartu Kuning dan Merah

    Bila ditinjau secara umum, perolehan dua buah kartu kuning yang didapat dari dua laga yang berbeda akan berkonsekuensi pada hukuman larangan bertanding sebanyak satu laga. Ketentuan hukum ini berlaku mutlak di seluruh tahapan kompetisi, tanpa membedakan apakah pelanggaran terjadi di fase grup ataupun fase gugur.

    Hebatnya lagi, regulasi ketat ini tidak cuma mengikat barisan pemain yang berlaga di atas lapangan hijau. Jajaran staf pelatih serta ofisial tim yang berada di area bangku cadangan pun dapat dijatuhi hukuman serupa apabila kedapatan mengumpulkan akumulasi kartu kuning.

    Pada penerapannya di lapangan, kombinasi perolehan kartu pada pertandingan awal dan laga berikutnya bisa saja memaksa seorang individu melewatkan laga di babak 32 besar.

    Di sisi lain, sanksi berupa kartu merah langsung maupun hukuman dua kartu kuning dalam satu pertandingan yang sama secara otomatis berbuah skorsing larangan tampil di satu laga berikutnya.

    Untuk beberapa peristiwa khusus, FIFA pun mempunyai wewenang penuh guna memperberat masa hukuman andai jenis pelanggaran dinilai tergolong sangat fatal.

    Apabila masa hukuman skorsing belum tuntas sepenuhnya saat negara sang pemain resmi tersingkir, maka sanksi tersebut dipastikan tetap berlaku pada pertandingan resmi internasional berikutnya.

     

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup B Piala Dunia 20262 jam yang lalu
    • Sambut Piala Dunia 2026, Jersey Tim Peserta Dipamerkan di Jakarta5 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin7 jam yang lalu
    • Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20268 jam yang lalu
    • Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim9 jam yang lalu
    • Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?9 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan9 jam yang lalu
    • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit10 jam yang lalu
    • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik10 jam yang lalu
    • Timnas Prancis dan Misi ‘Happy Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 202610 jam yang lalu
    • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 202610 jam yang lalu
    • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 202610 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA

    Simak regulasi resmi FIFA mengenai akumulasi kartu kuning, sanksi kartu merah, serta sistem pemutihan sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

    OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:14 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

    Liputan6.com, Jakarta – Gelaran Piala Dunia 2026 yang bakal bergulir mulai 12 Juni 2026 dini hari WIB mendatang bukan melulu perihal adu taktik dan kualitas permainan, melainkan juga perkara ketertiban di dalam arena pertandingan.

    Tiap-tiap kontestan diwajibkan untuk mengontrol emosi serta tempo permainan para penggawanya karena regulasi sanksi kartu dapat menjadi penentu langkah mereka di kejuaraan ini.

    Tim nasional Meksiko selaku salah satu tuan rumah bakal menandai dibukanya kompetisi akbar ini dengan meladeni kekuatan Afrika Selatan. Mulai dari pertandingan pembuka tersebut, segala aspek krusial termasuk perolehan kartu kuning maupun merah dipastikan langsung memberikan efek masif bagi nasib sebuah tim ke depan.

    Untuk jajaran tim nasional yang mengusung target melaju hingga fase akhir, modal performa impresif saja dinilai belum memadai. Kelalaian yang berujung pada satu atau dua kartu tidak perlu berisiko merusak kedalaman skuad pada laga-laga krusial, bahkan saat memasuki sistem gugur.

    Oleh karena itu, FIFA memberlakukan sistem kedisiplinan yang terhitung ketat namun tetap menyisipkan sejumlah dispensasi pada fase tertentu. Tujuan utama dari langkah ini sangat jelas, yakni guna menyelaraskan asas sportivitas dengan kelancaran kompetisi itu sendiri.

    Regulasi Pemutihan Kartu Kuning FIFAPerbesarTrofi Piala Dunia 2026. (AP Photo)

    Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, menerapkan mekanisme ‘pemutihan’ atau penghapusan catatan kartu kuning yang dilangsungkan sebanyak dua kali sepanjang kejuaraan. Fase penghapusan pertama bakal diterapkan sesaat setelah seluruh rangkaian pertandingan di babak penyisihan grup selesai.

    Selanjutnya, fase pemutihan kedua akan diberlakukan selepas berakhirnya babak perempat final. Dengan adanya sistem ini, para pemain dari tim nasional yang berhasil melaju ke fase empat besar tidak akan terbebani oleh riwayat kartu kuning yang didapat dari babak-babak sebelumnya ketika berlaga di semifinal dan final.

    Langkah kebijakan ini sengaja diambil agar barisan pemain pilar tidak kehilangan momentum sakral beraksi di partai puncak hanya gara-gara sanksi akumulasi dari pelanggaran kecil.

    Pada tahapan krusial tersebut, hukuman kartu merah langsung menjadi satu-satunya penyebab utama yang sahih untuk memaksa seorang pemain absen dari pertandingan final.

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Lanjut Baca:

    Kendati terdapat sistem penghapusan kartu, fase-fase awal pada sistem gugur tetap menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Regulasi mengenai sanksi akumulasi kartu kuning dipastikan tetap mengikat di sepanjang babak 32 besar serta babak 16 besar.
    Sebagai ilustrasi, andai seorang penggawa dihadiahi kartu kuning pada babak 32 besar lalu kembali menerimanya saat bertanding di fase 16 besar, maka ia secara otomatis dilarang tampil pada babak perempat final. Konsekuensi dari keteledoran kecil semacam ini bisa berharga teramat mahal di panggung sebesar Piala Dunia.
    Namun, peta regulasi tersebut bakal berganti selepas selesainya fase delapan besar. Berkat adanya kebijakan pemutihan kartu, catatan akumulasi kartu kuning yang diperoleh sebelumnya tidak akan diakumulasikan lagi menuju babak semifinal.
    Mengambil contoh kasus lain, pesepak bola yang mengoleksi masing-masing satu kartu kuning di babak 16 besar dan perempat final dipastikan tetap diperkenankan memperkuat timnya di babak semifinal. Seluruh rekam jejak kedisplinan tersebut diputihkan total begitu fase perempat final berakhir.

    Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup B Piala Dunia 20262 jam yang lalu
    • Sambut Piala Dunia 2026, Jersey Tim Peserta Dipamerkan di Jakarta5 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin7 jam yang lalu
    • Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20268 jam yang lalu
    • Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim9 jam yang lalu
    • Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?9 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan9 jam yang lalu
    • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit10 jam yang lalu
    • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik10 jam yang lalu
    • Timnas Prancis dan Misi ‘Happy Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 202610 jam yang lalu
    • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 202610 jam yang lalu
    • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 202610 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Regulasi Kartu Kuning dan Kartu Merah Piala Dunia 2026: Aturan Pemutihan dari FIFA

    Simak regulasi resmi FIFA mengenai akumulasi kartu kuning, sanksi kartu merah, serta sistem pemutihan sepanjang turnamen Piala Dunia 2026.

    OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Juni 2026, 15:14 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarTrofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

    Liputan6.com, Jakarta – Gelaran Piala Dunia 2026 yang bakal bergulir mulai 12 Juni 2026 dini hari WIB mendatang bukan melulu perihal adu taktik dan kualitas permainan, melainkan juga perkara ketertiban di dalam arena pertandingan.

    Tiap-tiap kontestan diwajibkan untuk mengontrol emosi serta tempo permainan para penggawanya karena regulasi sanksi kartu dapat menjadi penentu langkah mereka di kejuaraan ini.

    Tim nasional Meksiko selaku salah satu tuan rumah bakal menandai dibukanya kompetisi akbar ini dengan meladeni kekuatan Afrika Selatan. Mulai dari pertandingan pembuka tersebut, segala aspek krusial termasuk perolehan kartu kuning maupun merah dipastikan langsung memberikan efek masif bagi nasib sebuah tim ke depan.

    Untuk jajaran tim nasional yang mengusung target melaju hingga fase akhir, modal performa impresif saja dinilai belum memadai. Kelalaian yang berujung pada satu atau dua kartu tidak perlu berisiko merusak kedalaman skuad pada laga-laga krusial, bahkan saat memasuki sistem gugur.

    Oleh karena itu, FIFA memberlakukan sistem kedisiplinan yang terhitung ketat namun tetap menyisipkan sejumlah dispensasi pada fase tertentu. Tujuan utama dari langkah ini sangat jelas, yakni guna menyelaraskan asas sportivitas dengan kelancaran kompetisi itu sendiri.

    Regulasi Pemutihan Kartu Kuning FIFAPerbesarTrofi Piala Dunia 2026. (AP Photo)

    Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, menerapkan mekanisme ‘pemutihan’ atau penghapusan catatan kartu kuning yang dilangsungkan sebanyak dua kali sepanjang kejuaraan. Fase penghapusan pertama bakal diterapkan sesaat setelah seluruh rangkaian pertandingan di babak penyisihan grup selesai.

    Selanjutnya, fase pemutihan kedua akan diberlakukan selepas berakhirnya babak perempat final. Dengan adanya sistem ini, para pemain dari tim nasional yang berhasil melaju ke fase empat besar tidak akan terbebani oleh riwayat kartu kuning yang didapat dari babak-babak sebelumnya ketika berlaga di semifinal dan final.

    Langkah kebijakan ini sengaja diambil agar barisan pemain pilar tidak kehilangan momentum sakral beraksi di partai puncak hanya gara-gara sanksi akumulasi dari pelanggaran kecil.

    Pada tahapan krusial tersebut, hukuman kartu merah langsung menjadi satu-satunya penyebab utama yang sahih untuk memaksa seorang pemain absen dari pertandingan final.

    Sanksi Akumulasi Kartu Kuning di Fase GugurPerbesarIlustrasi trofi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

    Kendati terdapat sistem penghapusan kartu, fase-fase awal pada sistem gugur tetap menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Regulasi mengenai sanksi akumulasi kartu kuning dipastikan tetap mengikat di sepanjang babak 32 besar serta babak 16 besar.

    Sebagai ilustrasi, andai seorang penggawa dihadiahi kartu kuning pada babak 32 besar lalu kembali menerimanya saat bertanding di fase 16 besar, maka ia secara otomatis dilarang tampil pada babak perempat final. Konsekuensi dari keteledoran kecil semacam ini bisa berharga teramat mahal di panggung sebesar Piala Dunia.

    Namun, peta regulasi tersebut bakal berganti selepas selesainya fase delapan besar. Berkat adanya kebijakan pemutihan kartu, catatan akumulasi kartu kuning yang diperoleh sebelumnya tidak akan diakumulasikan lagi menuju babak semifinal.

    Mengambil contoh kasus lain, pesepak bola yang mengoleksi masing-masing satu kartu kuning di babak 16 besar dan perempat final dipastikan tetap diperkenankan memperkuat timnya di babak semifinal. Seluruh rekam jejak kedisplinan tersebut diputihkan total begitu fase perempat final berakhir.

    Mekanisme Hukum Kartu Kuning dan Merah

    Bila ditinjau secara umum, perolehan dua buah kartu kuning yang didapat dari dua laga yang berbeda akan berkonsekuensi pada hukuman larangan bertanding sebanyak satu laga. Ketentuan hukum ini berlaku mutlak di seluruh tahapan kompetisi, tanpa membedakan apakah pelanggaran terjadi di fase grup ataupun fase gugur.

    Hebatnya lagi, regulasi ketat ini tidak cuma mengikat barisan pemain yang berlaga di atas lapangan hijau. Jajaran staf pelatih serta ofisial tim yang berada di area bangku cadangan pun dapat dijatuhi hukuman serupa apabila kedapatan mengumpulkan akumulasi kartu kuning.

    Pada penerapannya di lapangan, kombinasi perolehan kartu pada pertandingan awal dan laga berikutnya bisa saja memaksa seorang individu melewatkan laga di babak 32 besar.

    Di sisi lain, sanksi berupa kartu merah langsung maupun hukuman dua kartu kuning dalam satu pertandingan yang sama secara otomatis berbuah skorsing larangan tampil di satu laga berikutnya.

    Untuk beberapa peristiwa khusus, FIFA pun mempunyai wewenang penuh guna memperberat masa hukuman andai jenis pelanggaran dinilai tergolong sangat fatal.

    Apabila masa hukuman skorsing belum tuntas sepenuhnya saat negara sang pemain resmi tersingkir, maka sanksi tersebut dipastikan tetap berlaku pada pertandingan resmi internasional berikutnya.

     

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • OrganisasiFIFA merupakan badan pengendali sepak bola internasionalLihat SelengkapnyaFIFA
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Jadwal, Hasil, dan Klasemen Grup B Piala Dunia 20262 jam yang lalu
    • Sambut Piala Dunia 2026, Jersey Tim Peserta Dipamerkan di Jakarta5 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026 Masih Milik Negara Eropa dan Amerika Latin7 jam yang lalu
    • Nazar Unik Lamine Yamal dan Optimisme Spanyol Raih Gelar Piala Dunia 20268 jam yang lalu
    • Klarifikasi Rafael Leao Usai Diganjar Kartu Merah saat Hadapi Chile: Cuma Ingin Bela Rekan Setim9 jam yang lalu
    • Apa Alasan Lamine Yamal Selalu Memakai Perban di Tangannya?9 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Insiden Penembakan di Dekat Markas Inggris di Kansas City Timbulkan Sorotan soal Keamanan9 jam yang lalu
    • Prediksi Eks Pemain MU tentang Juara Piala Dunia 2026: Bukan Argentina atau Brasil, Prancis Jadi Favorit9 jam yang lalu
    • Update Timnas Brasil Jelang Piala Dunia 2026: Raphinha Akui Belum Capai Kondisi Terbaik9 jam yang lalu
    • Timnas Prancis dan Misi ‘Happy Ending’ Bersama Didier Deschamps di Piala Dunia 20269 jam yang lalu
    • 2 Pemain Kunci Timnas Maroko Cedera Menjelang Piala Dunia 202610 jam yang lalu
    • Maroko dan Gelombang Kebangkitan Negara Afrika Siap Mengguncang Piala Dunia 202610 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya