Pesan Terakhir Wartawan Tempo Sebelum Ditahan Tentara Israel

News6 Dilihat

DermayuMagz.com – Jurnalis Tempo TV, Andre Prasetyo Nugroh, dilaporkan hilang kontak setelah kapal misi kemanusiaan yang ditumpanginya menuju Gaza, Palestina, dicegat oleh militer Israel (IDF). Andre merupakan salah satu dari lima warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap dalam pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) sebagai bagian dari misi Global Sumud Flotilla 2026.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengonfirmasi kabar ini berdasarkan informasi dari keluarga Andre. Sekretaris AJI Bandar Lampung, Vina Oktavia, menyatakan bahwa kontak terakhir Andre dengan ayahnya terjadi pada Minggu sore, 17 Mei 2026.

Saat itu, Andre memberitahukan bahwa ia masih berada di atas kapal yang sedang berlayar menuju Gaza bersama rombongan misi kemanusiaan internasional. Namun, sejak Senin pagi, 18 Mei 2026, Andre tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun rekan-rekannya.

AJI Bandar Lampung kini terus berkoordinasi dengan keluarga Andre sambil menanti perkembangan informasi mengenai kondisi Andre dan peserta misi lainnya. Pihak AJI juga menyampaikan dukungan moril kepada keluarga dan berharap seluruh relawan kemanusiaan dalam misi tersebut selamat.

Baca juga : Solusi Rumah Minimalis Anti Pengap di Lahan Sempit

Informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa hingga pukul 21.15 WIB, militer Israel dilaporkan telah mencegat setidaknya 25 kapal bantuan kemanusiaan yang berlayar dari Marmaris, Turki. Pencegatan terjadi saat kapal-kapal tersebut berada sekitar 250 mil laut dari Gaza.

Perwakilan redaksi Tempo TV, Jihan, menambahkan bahwa komunikasi terakhir dengan Andre terjadi sekitar pukul 22.42 WIB. Sehari sebelumnya, Andre telah mengirimkan sinyal protokol darurat.

Andre sempat mengirimkan video SOS dan meminta agar pihak keluarga serta anggota keluarga Andre dimasukkan ke dalam grup informasi terkini. Pihak Tempo TV terus berkomunikasi dengan keluarga Andre untuk memantau perkembangan kondisi jurnalis mereka.

Dalam video SOS yang diunggah, Andre menyatakan bahwa jika video tersebut sudah tersebar, berarti ia telah diculik oleh rezim zionis Israel. Ia menyoroti bahwa tindakan ini menunjukkan Israel masih melakukan genosida dan pembantaian di Gaza.

Andre juga mengecam pembajakan kapal-kapal misi kemanusiaan oleh rezim zionis Israel yang bertujuan menghalangi bantuan ke Gaza. Ia menekankan bahwa rezim tersebut tidak dapat diampuni lagi.

Lebih lanjut, Andre menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk terus mendukung gerakan-gerakan kemanusiaan ke Palestina, termasuk Global Sumud Flotilla. Ia berharap pemerintah Indonesia tetap berada di sisi kemanusiaan dan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Andre Prasetyo Nugroho adalah alumni Program Studi Pendidikan Sejarah angkatan 2018 dari Universitas Lampung. Semasa kuliah, ia aktif di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Teknokra Unila.

Sejak Desember 2024, Andre berprofesi sebagai jurnalis di Tempo TV. Sebelumnya, ia pernah menjadi reporter di salah satu media mainstream di Lampung dan tercatat sebagai anggota aktif AJI Bandar Lampung.

Steering Committee Global Sumud Flotilla asal Indonesia, Maimon Herawati, mengungkapkan bahwa lima WNI yang ditangkap adalah Toudy Badai Rifan dan Bambang Noroyono alias Abeng dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, Andre Prasetyo dari Tempo, serta seorang relawan Rumah Zakat bernama Angga.