Petani Pertanyakan Bantuan Irpom Kandanghaur, Minta Pemerataan

Indramayu3 Dilihat

DermayuMagz.com – Sejumlah petani di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menyuarakan keprihatinan dan pertanyaan mendalam terkait dugaan ketidakmerataan dalam penyaluran bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom). Bantuan yang seharusnya mendongkrak produktivitas pertanian ini justru menimbulkan sorotan karena dianggap tidak menyentuh seluruh petani yang membutuhkan secara adil.

Kekecewaan ini diungkapkan oleh para petani yang merasa belum merasakan manfaat langsung dari program Irpom. Mereka berpendapat bahwa alokasi bantuan tersebut perlu ditinjau ulang agar distribusi menjadi lebih merata dan tepat sasaran. Fokus utama tuntutan mereka adalah pemerataan, bukan penolakan terhadap program itu sendiri.

Salah satu poin krusial yang diangkat adalah mengenai mekanisme penyaluran. Petani mendesak agar ada transparansi yang lebih baik dalam setiap tahapan, mulai dari pendataan penerima manfaat hingga distribusi fisik bantuan. Hal ini penting untuk mencegah potensi penyelewengan dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai ke tangan petani yang paling membutuhkan.

Irigasi Perpompaan (Irpom) merupakan salah satu program pemerintah yang dirancang untuk mengatasi masalah kekurangan air di lahan pertanian, terutama pada musim kemarau. Dengan sistem pompa, diharapkan air dapat dialirkan ke areal persawahan yang sebelumnya sulit dijangkau, sehingga memungkinkan petani untuk tetap bercocok tanam sepanjang tahun.

Namun, di Kecamatan Kandanghaur, implementasi program ini tampaknya belum sepenuhnya optimal. Munculnya pertanyaan dari petani menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan program dan realisasi di lapangan. Keluhan ini bukan semata-mata soal ketersediaan bantuan, melainkan lebih pada bagaimana bantuan tersebut didistribusikan.

Para petani berharap agar pemerintah daerah, melalui dinas terkait, dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Irpom di wilayah mereka. Evaluasi ini diharapkan mencakup kajian ulang terhadap kriteria penerima, proses verifikasi, serta metode penyaluran yang digunakan.

Salah satu petani yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa, “Kami ini petani, hidup dari hasil bumi. Bantuan Irpom ini sangat kami harapkan untuk meningkatkan hasil panen. Tapi kalau hanya dinikmati oleh segelintir orang, lalu kami yang mayoritas ini bagaimana? Kami minta keadilan.”

Pernyataan tersebut menggarisbawahi urgensi untuk memastikan bahwa program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan petani, bukan hanya kelompok tertentu.

Lebih lanjut, petani juga mengemukakan adanya dugaan bahwa bantuan Irpom lebih banyak tersalurkan ke daerah-daerah tertentu yang mungkin memiliki akses atau kedekatan dengan pihak-pihak yang berwenang dalam penyaluran. Hal ini tentu saja menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan petani yang berada di luar lingkaran tersebut.

Mereka tidak menampik bahwa bantuan Irpom sangat vital, terutama mengingat tantangan iklim yang semakin ekstrem dan seringkali menyebabkan kekeringan. Ketersediaan air yang memadai adalah kunci utama keberhasilan pertanian. Oleh karena itu, program seperti Irpom seharusnya menjadi solusi yang komprehensif dan merata.

Dalam konteks ini, peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga menjadi sorotan. Diharapkan PPL dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara petani dan pemerintah. Mereka diharapkan mampu menyerap aspirasi petani secara langsung dan menyampaikannya kepada pihak yang berwenang, serta memberikan penjelasan yang memadai mengenai program-program bantuan yang ada.

Pemerataan distribusi bantuan Irpom bukan hanya masalah keadilan, tetapi juga menyangkut efektivitas program itu sendiri. Jika bantuan hanya terfokus pada area tertentu, maka dampak positifnya terhadap peningkatan produksi pertanian secara keseluruhan di kecamatan tersebut tidak akan maksimal.

Para petani di Kandanghaur tidak meminta lebih, mereka hanya menginginkan agar program bantuan yang telah digulirkan oleh pemerintah dapat berjalan sesuai dengan amanatnya, yaitu untuk mensejahterakan seluruh petani tanpa terkecuali. Perhatian dari pemerintah daerah sangat diharapkan untuk menindaklanjuti aspirasi ini demi kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Indramayu.