Polisi Berupaya Sita Aset Hanania Group Demi Ganti Rugi Korban

News1 Dilihat

DermayuMagz.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah gencar melakukan pelacakan aset milik PT Khazanah Tamma International, yang dikenal sebagai Hanania Group. Upaya ini merupakan bagian krusial dalam penanganan kasus dugaan penipuan investasi dan perjalanan umrah, dengan tujuan utama mengembalikan kerugian yang dialami oleh para korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa tim penyidik secara aktif menelusuri berbagai aset. Penelusuran ini mencakup aset perusahaan itu sendiri, aset pribadi milik direktur utama, hingga aliran dana yang diduga telah disebarkan ke berbagai pihak.

Iman menegaskan bahwa pelacakan aset menjadi prioritas utama dalam investigasi ini. Hal ini sangat berkaitan erat dengan upaya pemulihan dana yang telah disetorkan oleh para jemaah kepada perusahaan tersebut.

“Kami sedang melakukan proses tracing aset terhadap aset-aset yang dimiliki oleh PT tersebut ataupun oleh pemilik, ataupun aliran dana yang mengalir pada pihak-pihak yang lain,”

kata Iman dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan bahwa fokus pada aset ini sangat penting demi tercapainya pengembalian kerugian yang diderita oleh para korban.

Selain berupaya melacak dan menyita aset, penyidik juga tengah mendalami aliran dana yang diduga telah digunakan untuk kepentingan di luar penyelenggaraan perjalanan umrah. Polisi berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang menerima aliran dana tersebut.

Iman memaparkan bahwa sebagian dana yang berhasil dikumpulkan dari para jemaah diduga telah dialihkan untuk keperluan lain. Salah satu penggunaan dana tersebut adalah untuk membayar para influencer atau selebgram yang terlibat dalam promosi paket perjalanan umrah yang ditawarkan oleh Hanania Group.

“Uang yang digunakan, sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari perjalanan umrah para jamaah, sebagian juga digunakan untuk membayar influencer (pemengaruh) sebagai kepentingan marketing (pemasaran),” jelas Iman.

Oleh karena itu, pihak kepolisian berencana untuk memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah selebgram maupun influencer yang diduga pernah mempromosikan paket umrah yang ditawarkan oleh Hanania Group kepada masyarakat.

Iman menyatakan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen untuk mengusut tuntas aliran dana dalam kasus ini. Penyelidikan juga akan mencakup penelusuran kemungkinan adanya pihak lain yang turut mendapatkan manfaat dari dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan jemaah umrah.