Pramono Ancam Oknum yang Jual Beli Kartu Transportasi Gratis

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas praktik jual beli kartu transportasi umum gratis yang beredar di media sosial. Ia memberikan ancaman tegas terhadap siapa pun yang terlibat, terutama jika ada indikasi keterlibatan orang dalam (ordal).

Pernyataan ini disampaikan Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil apabila ada bukti keterlibatan pihak internal dalam praktik ilegal tersebut.

Baca juga : Mengenal Hari Teh Internasional, 21 Mei

Pramono menekankan bahwa saat ini sistem layanan transportasi di Jakarta beroperasi secara terbuka dan transparan. Hal ini juga berlaku pada pengaturan kartu layanan gratis yang diperuntukkan bagi golongan masyarakat tertentu.

Ia menambahkan bahwa praktik jual beli fasilitas transportasi gratis ini tidak dapat ditoleransi. Tindakan tersebut dinilai dapat merusak prinsip transparansi pelayanan publik yang tengah diupayakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan temuan dugaan jual beli Kartu Layanan Gratis (KLG). Kartu ini seharusnya dialokasikan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk 15 golongan masyarakat yang telah ditetapkan.

Kasus ini bermula dari sebuah unggahan di platform Threads oleh akun @lalaputriis. Akun tersebut menawarkan kartu Jakcard yang diklaim memiliki fasilitas gratis untuk menaiki Transjakarta (TJ), MRT Jakarta, dan LRT Jakarta selama satu tahun penuh.

Dalam unggahannya, pemilik akun tersebut menyatakan bahwa banyak peminat yang tertarik, namun ia hanya memiliki lima kartu. Kartu-kartu tersebut masih dalam proses registrasi. Ia juga menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan adalah siapa cepat dia dapat berdasarkan transaksi transfer.

Tidak lama kemudian, akun yang sama mengumumkan bahwa kelima kartu tersebut telah habis terjual atau sold out.