Mengenal Hari Teh Internasional, 21 Mei

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Tanggal 21 Mei memiliki makna ganda yang penting, tidak hanya sebagai penanda peristiwa bersejarah di Indonesia tetapi juga sebagai momen global untuk merayakan kekayaan budaya dan isu-isu penting dunia.

Di Indonesia, 21 Mei dikenal sebagai Hari Reformasi Nasional, sebuah hari yang menandai berakhirnya era Orde Baru. Sementara itu, dunia internasional merayakan Hari Teh Internasional dan Hari Keanekaragaman Budaya Dunia untuk Dialog dan Pembangunan pada tanggal yang sama.

Keberagaman peringatan ini menunjukkan betapa pentingnya tanggal 21 Mei dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari politik, budaya, hingga sosial ekonomi.

Advertisement

Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai Hari Teh Internasional yang diperingati setiap tahun pada tanggal 21 Mei.

Baca juga : Tantangan Pengacara Nadiem Soal Tuntutan Jaksa

Merayakan Budaya dan Kesehatan: Hari Teh Internasional

Hari Teh Internasional, yang diperingati setiap 21 Mei, adalah sebuah perayaan global untuk menghargai minuman teh yang telah meresap ke dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Peringatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan manfaat kesehatan dari teh serta peran ekonominya yang signifikan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 21 Mei sebagai Hari Teh Internasional pada tahun 2019 melalui resolusi A/RES/74/241. Usulan ini berasal dari Intergovernmental Group on Tea, yang melibatkan negara-negara produsen teh terkemuka seperti Sri Lanka, Nepal, Indonesia, Kenya, Malaysia, dan Uganda.

Peringatan ini menjadi pengingat akan arti penting teh sebagai komoditas pertanian yang menopang kehidupan jutaan petani dan pekerja di seluruh dunia. Selain itu, teh juga berperan sebagai minuman yang menyatukan orang dalam berbagai tradisi dan upacara budaya.

Produksi dan Pengolahan Teh

Sejarah teh terbentang lebih dari 5.000 tahun lalu, namun relevansi teh terhadap kesehatan, budaya, dan pembangunan sosial ekonomi tetap kuat hingga kini. Komoditas teh hanya dapat ditanam di area geografis yang sangat terbatas.

Sektor teh menopang kehidupan lebih dari 13 juta orang, termasuk para petani kecil dan keluarga mereka yang sangat bergantung pada industri ini untuk mata pencaharian.

Hari Teh Internasional menjadi momen untuk merayakan warisan budaya teh, manfaat kesehatannya, dan signifikansi ekonominya. Lebih dari itu, peringatan ini juga mendorong upaya untuk menjadikan produksi teh berkelanjutan, dari perkebunan hingga sajian di cangkir.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa manfaat teh terus mengalir bagi manusia, budaya, dan lingkungan dari generasi ke generasi.

Produksi dan pengolahan teh menjadi sumber penghidupan utama bagi jutaan keluarga di seluruh dunia. Perayaan ini secara aktif mempromosikan praktik produksi, konsumsi, dan perdagangan teh yang berkelanjutan.

Hal ini memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan di tingkat global, regional, dan nasional untuk memastikan bahwa sektor teh terus berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, memerangi kelaparan, dan menjaga kelestarian sumber daya alam.

Advertisement

Hal yang Perlu Diketahui

  • Teh merupakan salah satu minuman tertua di dunia dan menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi secara global, hanya dikalahkan oleh air.
  • Teh memiliki makna budaya dan sosial yang sangat mendalam di berbagai komunitas di seluruh dunia. Teh bukan sekadar minuman, tetapi juga simbol penting dari keramahan, tradisi, dan ikatan sosial.
  • Terdapat berbagai macam varietas teh, yang perbedaannya ditentukan oleh teknik oksidasi dan fermentasi yang diterapkan dalam pengolahannya.
  • Budidaya teh menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi jutaan petani kecil. Di banyak negara, para petani ini melengkapi atau bahkan menggantikan peran perkebunan teh yang lebih besar.
  • Meskipun sekitar tiga perempat dari total produksi teh dikonsumsi di negara asalnya, teh tetap menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas di pasar internasional.
  • Dalam beberapa dekade terakhir, industri teh global telah mengalami pertumbuhan yang pesat, seiring dengan peningkatan jumlah konsumen di seluruh dunia.
  • Meskipun konsumsi teh terus meningkat di negara-negara produsen utama, konsumsi per kapita di wilayah tersebut masih tergolong rendah. Hal ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan pasar yang signifikan di negara-negara tersebut.
  • Sebanyak enam lokasi budidaya teh telah diakui oleh FAO sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Global (GIAHS). Dari jumlah tersebut, empat lokasi berada di Tiongkok, satu di Jepang, dan satu lagi di Republik Korea.

Advertisement

Agustina MelaniTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan