Pujian untuk Sportivitas Marquinhos di Final Liga Champions

bola4 Dilihat

Marquinhos Tuai Pujian atas Sikap Sportifnya di Final Liga Champions

Kapten PSG, Marquinhos memilih mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan secara langsung usai kegagalan di adu penalti.

OlehAri Rachman PrayogaDiterbitkan 31 Mei 2026, 22:53 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarMarquinhos saat mengangkat trofi Liga Champions usai PSG mengalahkan Arsenal pada adu tendangan penalti. (Odd ANDERSEN / AFP)

Liputan6.com, Jakarta – Arsenal kembali harus menunda ambisi meraih trofi Liga Champions perdana setelah takluk dari PSG melalui adu penalti pada laga final di Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam. Dua pemain The Gunners, Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze, menjadi sorotan karena gagal menjalankan tugas mereka dari titik putih.

PSG pada akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 dalam babak adu penalti sekaligus mempertahankan mahkota juara Eropa. Bagi Arsenal, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak setelah perjuangan panjang yang mereka jalani sepanjang musim.

Gabriel yang dipercaya sebagai penendang terakhir Arsenal gagal menyelamatkan timnya setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang. Sebelum itu, Eze juga gagal memanfaatkan peluang karena eksekusinya tidak mengarah ke sasaran.

Beberapa saat setelah pertandingan berakhir, para pemain Arsenal tampak larut dalam kesedihan. Sejumlah pemain terlihat meneteskan air mata di lapangan karena gagal mengubah mimpi mengangkat trofi menjadi kenyataan.

Gabriel dan Eze Jadi Sorotan Setelah Gagal PenaltiPerbesarPemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, tak mampu menutupi kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan yang berujung pada kekalahan The Gunners dari PSG pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Andreea Alexandru)

Pertandingan final berlangsung ketat dan tidak menghasilkan pemenang hingga 120 menit permainan. Karena kebuntuan tetap bertahan, penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti.

PSG memperoleh keuntungan lebih dulu setelah memenangi undian untuk menentukan sisi tendangan. Adu penalti kemudian digelar tepat di depan tribun yang dipadati para pendukung mereka di Puskas Arena.

Eze menjadi penendang pertama Arsenal yang gagal setelah bola hasil sepakannya melebar dari target. Meski demikian, harapan sempat hidup kembali ketika David Raya berhasil menggagalkan eksekusi Nuno Mendes.

Ketika skor adu penalti berada dalam posisi 3-3, Lucas Beraldo sukses menaklukkan Raya dan membawa PSG kembali memimpin. Situasi itu membuat tekanan sepenuhnya berada di pundak Gabriel, yang akhirnya gagal mencetak gol sehingga Arsenal harus mengakui keunggulan lawannya.

Marquinhos Segera Datangi GabrielPerbesarBek Paris Saint-Germain, Marquinhos, mengangkat trofi sembari berselebrasi bersama rekan-rekan setimnya setelah menjuarai Liga Champions 2025/2026 dengan mengalahkan Arsenal di final, Minggu (31/5/2026). (Franck Fife/AFP)

Kegagalan Gabriel melahirkan salah satu momen paling menyentuh usai pertandingan selesai. Bek asal Brasil tersebut tampak sangat terpukul setelah tendangan penaltinya melenceng dari sasaran.

Di saat para pemain PSG berhamburan merayakan keberhasilan mereka, Marquinhos justru melakukan hal berbeda. Sang kapten memilih mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan secara langsung.

Lanjut Baca:

“Saya benar-benar merasa sedih untuk Gabriel. Sangat sedih melihatnya. Ada satu momen luar biasa yang terjadi malam ini. Setelah dia gagal mengeksekusi penalti, tahukah Anda siapa pemain pertama yang mendatanginya?” kata Ally McCoist, pundit TNT Sports sekaligus mantan pemain tim nasional Skotlandia.
“Itu adalah Marquinhos, sesama bek tengah asal Brasil. Dia langsung memeluk Gabriel dengan erat. Mungkin saat itu Gabriel belum bisa merasakannya sepenuhnya, tetapi itu tetap merupakan tindakan yang sangat berkelas dan menyentuh.”

Baca juga : BUMN Ekspor Mulai Beroperasi 1 Juni 2026

Show AllAri Rachman PrayogaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaLiga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua EropaLihat SelengkapnyaLiga Champions

  • Tim SepakbolaParis Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.Lihat SelengkapnyaPSG
  • Tim SepakbolaRaihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diuLihat SelengkapnyaArsenal
  • Marquinhos
  • Gabriel Magalhaes
  • PSG VS ARSENAL
  • Final Liga Champions
  • Marquinhos Tuai Pujian atas Sikap Sportifnya di Final Liga Champions

    Kapten PSG, Marquinhos memilih mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan secara langsung usai kegagalan di adu penalti.

    OlehAri Rachman PrayogaDiterbitkan 31 Mei 2026, 22:53 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarMarquinhos saat mengangkat trofi Liga Champions usai PSG mengalahkan Arsenal pada adu tendangan penalti. (Odd ANDERSEN / AFP)

    “Saya benar-benar merasa sedih untuk Gabriel. Sangat sedih melihatnya. Ada satu momen luar biasa yang terjadi malam ini. Setelah dia gagal mengeksekusi penalti, tahukah Anda siapa pemain pertama yang mendatanginya?” kata Ally McCoist, pundit TNT Sports sekaligus mantan pemain tim nasional Skotlandia.

    “Itu adalah Marquinhos, sesama bek tengah asal Brasil. Dia langsung memeluk Gabriel dengan erat. Mungkin saat itu Gabriel belum bisa merasakannya sepenuhnya, tetapi itu tetap merupakan tindakan yang sangat berkelas dan menyentuh.”

    Air Mata Warnai Akhir Perjalanan ArsenalPerbesarPara pemain Arsenal bereaksi saat adu penalti dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Hongaria, Sabtu, 30 Mei 2026. (AP Photo/Andreea Alexandru)

    Gabriel bukan satu-satunya pemain Arsenal yang tampak hancur setelah kekalahan tersebut. Eze juga terlihat sangat kecewa karena gagal menyumbangkan gol dalam babak adu penalti.

    Di sisi lain, Declan Rice tampak berusaha menahan emosinya ketika menunggu seremoni penyerahan medali. Gelandang tim nasional Inggris itu bahkan sempat berlutut di lapangan sambil mencoba menerima hasil pahit yang harus mereka hadapi.

    Meski tengah merayakan keberhasilan mempertahankan gelar, beberapa pemain PSG tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawannya. Mereka memberikan pelukan dan dukungan kepada para pemain Arsenal yang berjalan menuju podium penghormatan.

    Sementara itu, asisten pelatih Arsenal, Gabriel Heinze, terlihat berusaha menghibur Jurrien Timber yang sangat kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Momen-momen emosional tersebut menjadi penutup malam yang menyakitkan bagi Arsenal, yang sekali lagi harus menunda impian mereka untuk menaklukkan Eropa.

    Show AllAri Rachman PrayogaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaLiga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua EropaLihat SelengkapnyaLiga Champions

  • Tim SepakbolaParis Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.Lihat SelengkapnyaPSG
  • Tim SepakbolaRaihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diuLihat SelengkapnyaArsenal
  • Marquinhos
  • Gabriel Magalhaes
  • PSG VS ARSENAL
  • Final Liga Champions
  • Marquinhos Tuai Pujian atas Sikap Sportifnya di Final Liga Champions

    Kapten PSG, Marquinhos memilih mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan secara langsung usai kegagalan di adu penalti.

    OlehAri Rachman PrayogaDiterbitkan 31 Mei 2026, 22:53 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarMarquinhos saat mengangkat trofi Liga Champions usai PSG mengalahkan Arsenal pada adu tendangan penalti. (Odd ANDERSEN / AFP)

    Liputan6.com, Jakarta – Arsenal kembali harus menunda ambisi meraih trofi Liga Champions perdana setelah takluk dari PSG melalui adu penalti pada laga final di Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam. Dua pemain The Gunners, Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze, menjadi sorotan karena gagal menjalankan tugas mereka dari titik putih.

    PSG pada akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 dalam babak adu penalti sekaligus mempertahankan mahkota juara Eropa. Bagi Arsenal, kekalahan tersebut menjadi pukulan telak setelah perjuangan panjang yang mereka jalani sepanjang musim.

    Gabriel yang dipercaya sebagai penendang terakhir Arsenal gagal menyelamatkan timnya setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang. Sebelum itu, Eze juga gagal memanfaatkan peluang karena eksekusinya tidak mengarah ke sasaran.

    Beberapa saat setelah pertandingan berakhir, para pemain Arsenal tampak larut dalam kesedihan. Sejumlah pemain terlihat meneteskan air mata di lapangan karena gagal mengubah mimpi mengangkat trofi menjadi kenyataan.

    Gabriel dan Eze Jadi Sorotan Setelah Gagal PenaltiPerbesarPemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, tak mampu menutupi kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan yang berujung pada kekalahan The Gunners dari PSG pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Andreea Alexandru)

    Pertandingan final berlangsung ketat dan tidak menghasilkan pemenang hingga 120 menit permainan. Karena kebuntuan tetap bertahan, penentuan juara pun harus dilakukan melalui adu penalti.

    PSG memperoleh keuntungan lebih dulu setelah memenangi undian untuk menentukan sisi tendangan. Adu penalti kemudian digelar tepat di depan tribun yang dipadati para pendukung mereka di Puskas Arena.

    Eze menjadi penendang pertama Arsenal yang gagal setelah bola hasil sepakannya melebar dari target. Meski demikian, harapan sempat hidup kembali ketika David Raya berhasil menggagalkan eksekusi Nuno Mendes.

    Ketika skor adu penalti berada dalam posisi 3-3, Lucas Beraldo sukses menaklukkan Raya dan membawa PSG kembali memimpin. Situasi itu membuat tekanan sepenuhnya berada di pundak Gabriel, yang akhirnya gagal mencetak gol sehingga Arsenal harus mengakui keunggulan lawannya.

    Marquinhos Segera Datangi GabrielPerbesarBek Paris Saint-Germain, Marquinhos, mengangkat trofi sembari berselebrasi bersama rekan-rekan setimnya setelah menjuarai Liga Champions 2025/2026 dengan mengalahkan Arsenal di final, Minggu (31/5/2026). (Franck Fife/AFP)

    Kegagalan Gabriel melahirkan salah satu momen paling menyentuh usai pertandingan selesai. Bek asal Brasil tersebut tampak sangat terpukul setelah tendangan penaltinya melenceng dari sasaran.

    Di saat para pemain PSG berhamburan merayakan keberhasilan mereka, Marquinhos justru melakukan hal berbeda. Sang kapten memilih mendatangi Gabriel untuk memberikan dukungan secara langsung.

    “Saya benar-benar merasa sedih untuk Gabriel. Sangat sedih melihatnya. Ada satu momen luar biasa yang terjadi malam ini. Setelah dia gagal mengeksekusi penalti, tahukah Anda siapa pemain pertama yang mendatanginya?” kata Ally McCoist, pundit TNT Sports sekaligus mantan pemain tim nasional Skotlandia.

    “Itu adalah Marquinhos, sesama bek tengah asal Brasil. Dia langsung memeluk Gabriel dengan erat. Mungkin saat itu Gabriel belum bisa merasakannya sepenuhnya, tetapi itu tetap merupakan tindakan yang sangat berkelas dan menyentuh.”

    Air Mata Warnai Akhir Perjalanan ArsenalPerbesarPara pemain Arsenal bereaksi saat adu penalti dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Hongaria, Sabtu, 30 Mei 2026. (AP Photo/Andreea Alexandru)

    Gabriel bukan satu-satunya pemain Arsenal yang tampak hancur setelah kekalahan tersebut. Eze juga terlihat sangat kecewa karena gagal menyumbangkan gol dalam babak adu penalti.

    Di sisi lain, Declan Rice tampak berusaha menahan emosinya ketika menunggu seremoni penyerahan medali. Gelandang tim nasional Inggris itu bahkan sempat berlutut di lapangan sambil mencoba menerima hasil pahit yang harus mereka hadapi.

    Meski tengah merayakan keberhasilan mempertahankan gelar, beberapa pemain PSG tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawannya. Mereka memberikan pelukan dan dukungan kepada para pemain Arsenal yang berjalan menuju podium penghormatan.

    Sementara itu, asisten pelatih Arsenal, Gabriel Heinze, terlihat berusaha menghibur Jurrien Timber yang sangat kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Momen-momen emosional tersebut menjadi penutup malam yang menyakitkan bagi Arsenal, yang sekali lagi harus menunda impian mereka untuk menaklukkan Eropa.

    Show AllAri Rachman PrayogaTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanAjang OlahragaLiga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua EropaLihat SelengkapnyaLiga Champions

  • Tim SepakbolaParis Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.Lihat SelengkapnyaPSG
  • Tim SepakbolaRaihan juara Liga Primer Inggris pada musim 2004-2005 tanpa menelan satu kekalahan pun yang dilakukan Arsenal hingga saat ini belum bisa diuLihat SelengkapnyaArsenal
  • Marquinhos
  • Gabriel Magalhaes
  • PSG VS ARSENAL
  • Final Liga Champions