Khvicha Kvaratskhelia: Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026

bola4 Dilihat

DermayuMagz.com – UEFA telah mengumumkan daftar penghargaan individu untuk Liga Champions musim 2025/2026, dan Khvicha Kvaratskhelia, bintang Paris Saint-Germain (PSG), dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas performa gemilang Kvaratskhelia sepanjang turnamen yang membawa PSG meraih gelar juara Eropa untuk kedua kalinya secara beruntun.

Sementara itu, gelandang muda Real Madrid, Arda Guler, meraih penghargaan baru sebagai pendatang baru terbaik atau Breakthrough Player of the Season.

Kvaratskhelia Jadi Motor Kesuksesan PSG

Penghargaan pemain terbaik jatuh kepada Kvaratskhelia berkat kontribusinya yang luar biasa sepanjang kompetisi. Winger asal Georgia ini menunjukkan konsistensi performa dari fase grup hingga partai final, menjadi salah satu elemen kunci dalam perjalanan PSG menuju tangga juara.

Secara statistik, Kvaratskhelia mencatatkan 10 gol dan enam assist di Liga Champions musim ini. Torehan ini menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan kontribusi gol tertinggi dalam turnamen.

Peran pentingnya sangat terlihat dalam laga final melawan Arsenal. Dalam pertandingan yang sengit, Kvaratskhelia berhasil mendapatkan hadiah penalti yang kemudian dikonversi oleh Ousmane Dembele menjadi gol penyeimbang bagi tim asuhan Luis Enrique.

Salah satu penampilan paling memukau Kvaratskhelia terjadi pada semifinal leg pertama melawan Bayern Munich. Ia berhasil mencetak dua gol yang krusial, membantu PSG meraih kemenangan dramatis dengan skor 5-4 dalam salah satu pertandingan paling menarik musim ini.

Arda Guler Raih Penghargaan Pendatang Baru Terbaik

Di sisi lain, UEFA juga memperkenalkan penghargaan baru, Breakthrough Player of the Year, yang diberikan kepada Arda Guler. Penghargaan ini ditujukan untuk mengapresiasi pemain muda yang menunjukkan perkembangan signifikan selama satu musim kompetisi Liga Champions.

Kelompok Pengamat Teknis UEFA menilai perkembangan Guler sepanjang musim sangat menonjol. Pemain internasional Turki ini berhasil bertransformasi dari pemain pelapis menjadi salah satu pilar penting di lini tengah Real Madrid.

Jika pada musim 2024/2025 ia hanya sekali tampil sebagai starter di Liga Champions, musim ini situasinya berubah drastis. Guler bermain dalam 14 pertandingan dan dipercaya sebagai starter dalam 13 laga, menunjukkan peningkatan kepercayaan yang signifikan dari tim pelatih.

Statistik yang Mengukuhkan Performa Guler

Gelandang berusia 21 tahun ini mengakhiri kompetisi dengan catatan dua gol dan empat assist. Dua gol pertamanya di Liga Champions dicetak saat melawan Bayern Munich di babak perempat final.

Selain kontribusi angka, Guler juga kerap menjadi pembeda berkat kreativitas dan kemampuannya dalam mengontrol jalannya permainan. Salah satu penampilan terbaiknya tersaji saat Real Madrid menghadapi Juventus di fase grup.

Pada pertandingan tersebut, Guler menunjukkan dominasi di lini tengah dan berhasil membawa timnya meraih kemenangan. Penampilan impresifnya ini kemudian diganjar penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan.

Baca juga : Penjualan Toyota Kembali Turun Akibat Dua Pasar Utama yang Lesu

Liputan6.com, Jakarta – Timnas Norwegia menampilkan performa dominan saat mengalahkan Timnas Swedia dengan skor 3-1 dalam pertandingan uji coba internasional. Laga yang digelar di Ullevaal Stadion pada Selasa (2/6/2026) dini hari WIB ini merupakan bagian penting dari persiapan kedua tim menjelang Piala Dunia 2026.

Sejak awal pertandingan, tim asuhan Stale Solbakken langsung menerapkan strategi agresif dan menguasai jalannya permainan. Jorgen Strand Larsen menjadi bintang dalam pertandingan ini dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-9 dan ke-37.

Gol tambahan untuk Norwegia disumbangkan oleh Antonio Nusa pada menit ke-18. Sementara itu, Swedia yang dilatih oleh Graham Potter, hanya mampu membalas satu gol melalui Alexander Isak di menit ke-76, tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.

Kemenangan ini memberikan suntikan moral yang positif bagi Norwegia menjelang turnamen akbar yang akan datang. Di sisi lain, Swedia harus segera melakukan evaluasi mendalam atas performa mereka yang dinilai kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Babak Pertama

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Norwegia langsung mengambil inisiatif serangan. Antonio Nusa menjadi ancaman konstan di sisi kiri, berulang kali merepotkan lini pertahanan Swedia.

Keunggulan pertama bagi Norwegia tercipta pada menit kesembilan. Berawal dari umpan terukur Julian Ryerson ke kotak penalti, Jorgen Strand Larsen berhasil menyambut bola dengan sundulan yang mengarah ke sudut bawah gawang, membuka skor 1-0 untuk tuan rumah.

Swedia mencoba merespons melalui upaya Anthony Elanga dan Gustaf Nilsson. Namun, kedua serangan tersebut berhasil dimentahkan oleh pertahanan kokoh Norwegia yang dikawal oleh Torbjorn Heggem dan Kristoffer Ajer.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Norwegia justru berhasil memperlebar jarak pada menit ke-18. Sander Berge memberikan umpan matang kepada Antonio Nusa, yang tanpa ragu melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok bawah gawang. Jacob Widell Zetterstrom tidak mampu mengantisipasinya, skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Swedia mendapatkan peluang terbaik mereka di menit ke-27. Gustaf Nilsson memiliki dua kesempatan beruntun, namun satu tembakan berhasil diblok, sementara percobaan berikutnya digagalkan oleh kiper Orjan Nyland.

Tekanan dari Norwegia tidak mengendur. Strand Larsen, Alexander Sorloth, dan Oscar Bobb terus memberikan ancaman ke gawang Swedia. Zetterstrom dipaksa melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk mencegah timnya tertinggal lebih jauh.

Gol ketiga Norwegia tercipta dari situasi sepak pojok pada menit ke-37. Ryerson kembali menjadi kreator dengan umpan silangnya yang berhasil disundul oleh Strand Larsen dari jarak dekat, mengubah papan skor menjadi 3-0 hingga babak pertama usai.