Rasya Hidayat Mengaku Menjadi Gus Ammar di Serial Di Luar Nurul, Belajar Dewasa dan Bijak

showbiz2 Dilihat

DermayuMagz.com – Aktor muda berbakat, Rasya Hidayat, kini tengah menjadi sorotan berkat perannya sebagai Gus Ammar dalam serial terbaru berjudul Di Luar Nurul. Serial yang tayang secara eksklusif di Vidio ini bergenre teen comedy drama.

Dalam serial ini, Rasya Hidayat ditantang untuk keluar dari zona nyaman dengan memerankan karakter yang religius. Peran Gus Ammar memberikannya banyak pelajaran berharga mengenai cara bersikap, terutama dalam lingkungan sosial.

Rasya Hidayat merasa bahwa karakter Gus Ammar memikul tanggung jawab moral yang besar dalam pengembangan cerita serial ini. Ia mengungkapkan bahwa memerankan Gus Ammar mengajarkannya untuk menjadi seorang panutan dan penengah di antara para remaja.

“Dengan memerankan Gus Ammar aku belajar gimana jadi panutan, penengah di antara remaja. Bisa dibilang dia membawa ke arah yang benar,” ujar Rasya Hidayat saat ditemui di Senayan City, Jakarta.

Untuk mendalami karakternya, Rasya Hidayat mengaku sampai mencari referensi dan bahkan sempat bertemu dengan sosok yang menjadi inspirasinya. Ia menjadikan orang tersebut sebagai role model dalam memerankan Gus Ammar.

Fun fact aku sampai cari referensi dan sempat ketemu sama orangnya, yang menjadi role model aku di karakter ini,” tambahnya.

Namun, Rasya Hidayat mengakui bahwa kepribadian aslinya sangat berbeda dengan karakter Gus Ammar yang ia perankan. Ia menyebutkan perbedaan mencolok antara dirinya dan Gus Ammar, terutama dalam hal kedewasaan berpikir.

“Jauhlah, jauh berbeda. Dia cukup dewasa, dan untuk umur segitu sudah dewasa banget secara pemikiran. Sangat jauh,” jelas Rasya Hidayat.

Meskipun begitu, ia tetap melihat adanya kesamaan positif antara dirinya dan karakter Gus Ammar. Keduanya dinilai sama-sama memiliki niat baik dan kesalehan.

“Tapi sama-sama baiklah, sama-sama saleh insyaallah,” kata Rasya Hidayat sambil tersenyum.

Sementara itu, sutradara serial Di Luar Nurul, Adis Kayl, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain muda yang terlibat. Ia menyoroti sikap kritis para aktor yang sangat membantu dalam proses pengembangan karakter di lapangan.

“Aku spill yang paling mudah, mereka semua kritis sehingga membantu kita buat riset. Paling karena temanya ada dua perspektif anak Jaksel dan Depok, mereka punya perspektif,” ujar Adis Kayl.

Menurut Adis Kayl, keterlibatan aktif para pemain muda memberikan perspektif yang berharga. Hal ini membuat proses syuting menjadi lebih dinamis dan menyenangkan.

“Buat aku semua cast ini membantu aku kembali muda dan sangat happy syuting sama mereka,” lanjutnya.

Suasana akrab dan penuh canda tawa ternyata tidak hanya terjadi di dalam cerita, tetapi juga terbawa hingga ke belakang layar selama proses syuting. Para pemain seringkali terlihat bercanda dan mengobrol menggunakan gaya bahasa yang khas sesuai dengan karakter masing-masing.

“Tiga-tiganya The Nurul. Mereka di sela-sela enggak take ngobrol dengan bahasa mereka. Ada Aisyah karakter di sini dan Jihan. Anak art sampai kehabisan properti karena habis dimakanin,” tutur Adis Kayl, menggambarkan keakraban di lokasi syuting.

Nayla Purnama, yang memerankan karakter Kania, turut berbagi pengalamannya mendalami dunia remaja yang memiliki gaya hidup spesifik. Ia merasa mendapatkan banyak pandangan baru setelah bergabung dalam proyek serial Vidio ini.

“Pandangan aku sudah pasti setelah menyelami dunia The Nurul, proses itu yang menyenangkan. Remaja punya ambisi yang tinggi tapi dia dihadapi pilihan yang di luar nurul. Jadi The Nurul ini bukan cuma tentang seblak, bukan cuma tentang penampilan,” jelas Nayla Purnama.

Ia menambahkan bahwa serial ini lebih dari sekadar menampilkan gaya hidup remaja, melainkan juga mengeksplorasi pilihan-pilihan sulit yang mereka hadapi.

Salah satu momen yang paling berkesan bagi Nayla Purnama adalah saat menjalani adegan yang cukup menantang, yaitu adegan tawuran. Meskipun adegan tersebut terlihat serius dalam cerita, suasana di lokasi syuting justru dipenuhi dengan canda tawa.

“Aku yang waktu tawuran. Itu prosesnya menyenangkan, aslinya itu ketawa-ketawa saat syuting. Itu heboh banget,” ungkapnya.

Keke Mayang, selaku produser serial ini, menyatakan kepuasannya terhadap hasil akhir yang ditampilkan oleh para pemeran. Ia menilai chemistry antar pemain sudah terbentuk sejak awal proses casting.

“Tapi sama mas Angling dan Adis, setelah casting kita sudah langsung wow. Jadi sebelum reading kita merasa chemistry mereka sudah terasa,” ujar Keke Mayang.

Proses reading dan latihan akting semakin mengasah kemampuan para pemain, sehingga saat memasuki tahap syuting, mereka sudah benar-benar terbentuk dalam karakter masing-masing. Hal ini menjadi sesuatu yang sangat disyukuri oleh tim produksi.

“Proses reading mereka juga makin terasah. Ketika mulai syuting mereka sudah terbentuk. Ini yang kita syukuri,” tambahnya.

Serial Di Luar Nurul tayang setiap hari Jumat, dimulai sejak 5 Juni 2026, dan dapat disaksikan secara eksklusif di platform Vidio.