Rayakan Hari Tari Dunia, DKM Hadirkan 150 Penari Malang Raya

Berita5 Views

DermayuMagz.com – Perayaan Hari Tari Dunia yang jatuh pada Rabu (29/4/2026) diramaikan oleh Dewan Kesenian Malang (DKM) dengan menggelar sebuah pertunjukan tari akbar. Acara ini sukses menghadirkan 150 penari yang berasal dari berbagai latar belakang di Malang Raya, menarik perhatian besar dari masyarakat yang telah memadati gedung DKM sejak sore hari.

Ketua DKM, Dimas Novib, menjelaskan bahwa perayaan Hari Tari Dunia ini tidak hanya berlangsung di Malang, tetapi juga serentak di berbagai belahan dunia. Di Kota Malang sendiri, acara tersebut menampilkan total 150 penari yang terbagi dalam 33 kelompok, menyajikan 44 pertunjukan yang berlangsung meriah dari sore hingga malam hari.

“Untuk tahun ini terdapat 150 penari, 33 kelompok, dan 44 pertunjukan dari sore hingga malam,” ujar Dimas Novib kepada TIMES Indonesia.

Para penari yang berpartisipasi dalam acara ini datang dari berbagai komunitas, meliputi sanggar tari, institusi pendidikan, hingga penari individu. Keberagaman latar belakang ini tercermin dalam ragam penampilan yang disajikan, mulai dari tarian kontemporer, tradisional, klasik Jawa, hingga tarian modern dan Eropa.

Tidak ada batasan usia yang diberlakukan bagi para penari yang ingin menampilkan karya mereka. Baik penari senior maupun anak-anak turut serta memeriahkan panggung, menciptakan sebuah pertunjukan yang dinamis dan penuh semangat.

Dimas Novib berharap agar masyarakat senantiasa memiliki keterbukaan terhadap kebudayaan Indonesia, khususnya dalam bidang seni tari. Ia mengungkapkan keinginannya agar kebudayaan Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi semakin kaya, tidak hanya di kancah nasional tetapi juga di panggung internasional.

Baca juga di sini: Peringati Hari Tari Dunia, DKM Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Tari

“Saya ingin masyarakat terus terbuka terhadap budaya Indonesia, khususnya kesenian, karena itu adalah bagian dari diri kita,” pungkas Dimas.

Sementara itu, Tio Langkir, seorang penonton yang juga merupakan Pamong Kebudayaan Malang Raya, berbagi kesan positif tentang pengalamannya menghadiri acara tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah yang sangat baik dalam upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia, terutama kepada generasi muda.

“Acaranya sangat bagus, tujuannya juga positif salah satunya sebagai sarana memperkenalkan kembali budaya kepada generasi muda yang saat ini mungkin semakin tergerus oleh zaman,” tambah Tio Langkir.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada DKM atas upaya mereka dalam menyediakan ruang ekspresi bagi masyarakat melalui seni tari. DKM dinilai telah memberikan kesempatan bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

Tio berharap agar acara semacam ini dapat terus dilestarikan. Ia bahkan menyarankan agar kegiatan ini dapat diselenggarakan lebih sering, misalnya sebulan sekali, guna menjadi wadah yang efektif bagi generasi muda untuk mengasah dan mengembangkan bakat mereka di bidang seni tari.

“Kegiatan ini harus terus dilestarikan, kalau bisa dilaksanakan sebulan sekali, sebagai wadah untuk anak-anak bisa mengasah bakat mereka,” tutupnya.