Rumah Perumnas Jadul Jadi Modern dan Fungsional, 7 Ide Mudah Ditiru

hot2 Dilihat

DermayuMagz.com – Rumah Perumnas yang identik dengan desain seragam dan ukuran terbatas kini banyak yang direnovasi untuk memenuhi kebutuhan modern.

Rumah Perumahan Nasional (Perumnas) seringkali dikenal dengan bentuk bangunan yang khas dan seragam, dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat secara massal. Umumnya, hunian ini memiliki ukuran terbatas, seperti tipe 29 m² atau 36 m², dan banyak di antaranya telah berusia puluhan tahun. Seiring waktu, tampilan yang ketinggalan zaman, sirkulasi udara yang kurang optimal, serta fungsi ruang yang tidak lagi sesuai dengan kebutuhan keluarga modern menjadi tantangan umum bagi penghuninya.

Kebutuhan untuk hidup lebih nyaman dan sehat menjadi pendorong utama renovasi rumah. Sebuah studi Evaluasi Purna Huni (EPH) yang dilakukan di Perumnas Condongcatur, Yogyakarta, pada tahun 2018 menemukan bahwa 44,35% dari 1.249 rumah di sana telah mengalami perubahan total. Perubahan ini didorong oleh faktor internal, seperti bertambahnya anggota keluarga dan kebutuhan ruang yang lebih luas, serta faktor eksternal, yaitu perkembangan kawasan sekitar.

Akibatnya, langkah renovasi rumah tidak terhindarkan lagi. Lalu bagaimana renovasi yang tepat agar rumah tampak lebih modern dan fungsional? Simak inspirasi selengkapnya berikut ini sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (8/6/2026).

1. Ubah Fasad dengan Material Modern dan Warna Netral

Fasad adalah kesan pertama sebuah rumah. Untuk memberikan tampilan modern pada rumah Perumnas jadul, Anda dapat mengganti ornamen klasik seperti kusen kayu tebal dengan material modern seperti baja ringan dan menambahkan roster beton. Coba manfaatkan material seperti baja ringan dan tambahkan roster beton. Dengan begitu, fasad rumah Anda bisa terlihat lebih modern. Penggunaan warna netral seperti putih, abu-abu, hitam, atau beige pada cat eksterior akan menciptakan kesan modern, luas, dan bersih.

2. Terapkan Konsep Open Plan Space

Desain interior rumah jadul seringkali ditandai dengan banyak sekat atau partisi tembok. Untuk menciptakan kesan yang lebih lapang dan modern, Anda bisa mengadopsi konsep open plan space dengan membongkar dinding pemisah antara ruang tamu, ruang makan, dan dapur. Anda bisa mengadopsi konsep open plan space di mana ruang tamu, ruang makan, dan dapur menyatu jadi satu tanpa adanya sekat.

Konsep ini tidak hanya membuat rumah terasa lebih lega, tetapi juga melancarkan sirkulasi udara dan memaksimalkan masuknya cahaya alami. Temuan studi EPH di Perumnas Condongcatur juga menunjukkan bahwa banyak penghuni melakukan perubahan ruang untuk memenuhi kebutuhan, termasuk penggunaan ruang semi privat dan semi publik sebagai ruang bersama untuk kegiatan keluarga dan komunitas.

3. Maksimalkan Bukaan untuk Cahaya dan Udara Alami

Pencahayaan dan sirkulasi udara alami merupakan elemen penting untuk rumah yang modern dan sehat. Anda dapat memperbesar jendela, menggunakan material kaca, atau memasang pintu kaca geser yang menghadap ke taman belakang. Penambahan lubang angin atau penerapan ventilasi silang juga dapat membantu meningkatkan aliran udara di dalam rumah.

4. Tambah Ruang Secara Horizontal

Untuk mengatasi keterbatasan ruang pada rumah Perumnas jadul, penambahan ruang secara horizontal adalah solusi efektif. Anda bisa memanfaatkan lahan kosong di samping, depan, atau belakang rumah untuk membangun garasi, teras yang lebih luas, atau ruang keluarga tambahan. Perluasan ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan ruang dan memenuhi kebutuhan penghuni yang terus bertambah, seperti penambahan ruang teras, ruang tamu, garasi, atau kamar.

5. Tambah Lantai Secara Vertikal Jika Struktur Memungkinkan

Apabila lahan horizontal terbatas, penambahan lantai secara vertikal dapat menjadi solusi untuk mendapatkan ruang lebih. Anda dapat membangun lantai dua untuk kamar tidur tambahan, ruang kerja, atau area multifungsi lainnya.

Salah satu tipe perubahan yang ditemukan adalah penambahan ruang di lantai dua dengan menambahkan konstruksi struktur pada bangunan eksisting, atau membangun bangunan baru di sisi samping/belakang tanpa mengubah struktur utama. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan ahli struktur atau arsitek sebelum melakukan penambahan lantai, mengingat rumah Perumnas awal umumnya dirancang sebagai bangunan satu lantai.

6. Alihfungsikan Ruang Privat Menjadi Semi-Publik

Untuk menciptakan hunian Perumnas yang fungsional dan adaptif terhadap kebutuhan ekonomi, alih fungsi ruang dapat dipertimbangkan. Ruang tamu atau ruang keluarga yang tadinya privat bisa diubah menjadi area semi-publik seperti toko kecil, kantor, atau warung.

Perubahan fungsi bangunan ini dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yakni usaha dalam rumah inti, usaha terpisah di halaman, atau perubahan total bangunan menjadi tempat usaha. Perubahan ini seringkali dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perkembangan kawasan yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan jasa, yang mendorong penghuni untuk meningkatkan penghasilan.

7. Ganti Furnitur Lawas dengan Desain Minimalis dan Ergonomis

Kunci untuk menciptakan interior rumah minimalis modern yang menawan adalah pemilihan furnitur yang tepat. Hindari furnitur interior desain yang besar dan berat, yang sering ditemukan di rumah jadul. Pilihlah furnitur dengan desain yang simpel, ramping, dan ergonomis, seperti meja, kursi, atau rak dengan garis tegas. Peralihan ke furnitur minimalis tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan membuat ruangan terasa lebih lapang. Penggunaan warna netral pada furnitur juga memberikan fleksibilitas saat ingin mengganti aksesori rumah.

Pertanyaan Seputar Renovasi Rumah Perumnas

Q: Apakah rumah Perumnas tipe 36 bisa diubah menjadi open plan?

A: Ya, rumah Perumnas tipe 36 umumnya bisa diubah menjadi. Dinding pemisah antar ruangan pada rumah tipe ini seringkali bukan merupakan struktur utama. Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan kontraktor atau ahli bangunan untuk memastikan keamanan dan integritas struktural sebelum melakukan pembongkaran.

Q: Berapa biaya renovasi minimal untuk membuat rumah Perumnas terlihat modern?

A: Biaya renovasi sangat bervariasi tergantung skala perubahan. Untuk perubahan ringan seperti pengecatan ulang, penggantian bukaan, dan pembelian furnitur baru, perkiraan biaya bisa mulai dari Rp15 juta hingga Rp30 juta. Sementara itu, renovasi sedang hingga total, yang melibatkan perubahan struktur atau penambahan ruang, bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp150 juta atau lebih, tergantung material dan luas area yang direnovasi.

Q: Apakah harus mengurus IMB untuk renovasi rumah Perumnas?

A: Ya, pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau kini disebut Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sangat diwajibkan, terutama jika renovasi melibatkan penambahan luas bangunan, perubahan struktur vertikal (penambahan lantai), atau perubahan signifikan pada fasad. Mengurus IMB/PBG adalah langkah penting untuk menghindari sanksi hukum dan memastikan bangunan Anda aman serta sesuai dengan peraturan daerah.

Q: Bagaimana cara mengatasi sirkulasi udara buruk di rumah Perumnas tanpa bongkar dinding?

A: Ada beberapa cara untuk meningkatkan sirkulasi udara tanpa membongkar dinding. Anda bisa memasang exhaust fan di area dapur atau kamar mandi, membuat lubang ventilasi tambahan di atas pintu atau jendela, atau mengganti jendela lama dengan jendela nako yang bisa dibuka lebar untuk memaksimalkan aliran udara. Penempatan tanaman di dalam ruangan juga dapat membantu menyegarkan udara.

Q: Apakah warna netral cocok untuk semua gaya rumah Perumnas?

A: Sangat cocok. Warna netral seperti putih, abu-abu, krem (beige), dan hitam adalah pilihan yang serbaguna dan timeless. Warna-warna ini memberikan kesan bersih, luas, dan modern pada rumah Perumnas. Keuntungan lainnya adalah warna netral sangat mudah dipadukan dengan berbagai aksen warna lain melalui dekorasi atau furnitur, sehingga Anda bisa mengubah suasana ruangan dengan mudah. Beberapa ahli psikolog bahkan menyatakan bahwa penggunaan tone warna yang netral mampu memberikan efek yang menenangkan.