DermayuMagz.com – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembelian kembali (buyback) saham bank-bank yang berada di bawah naungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini diambil berdasarkan keyakinan kuat terhadap fundamental perbankan BUMN yang dinilai berada dalam kondisi terbaik.
Menurut Dony, harga saham beberapa bank Himbara saat ini belum mencerminkan performa dan prospek bisnis perusahaan secara optimal. Kondisi ini justru menjadi peluang menarik bagi para pemegang saham untuk melakukan aksi buyback.
“Karena harga sahamnya sudah rendah dan itu untung untuk kita ambil karena fundamentalnya bagus. Kan saya cerita kemarin, fundamentalnya bank-bank kita itu dalam posisi yang terbaik hari ini. Bisa dilihat kok, kan mereka bank terbuka,” ujar Dony, seperti dikutip dari Antara pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dony menjelaskan bahwa buyback merupakan strategi umum yang dilakukan oleh perusahaan ketika harga sahamnya diperdagangkan di bawah nilai fundamental yang sebenarnya. Ini adalah cara untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham.
“Sebetulnya kan buyback itu mekanisme normal yang dilakukan oleh pemilik perusahaan ketika harga sahamnya itu tidak sama dengan fundamentalnya,” jelas Dony.
Ia menambahkan bahwa fenomena saham yang harganya belum mencerminkan fundamentalnya ini tidak hanya terjadi di sektor perbankan. Sejumlah perusahaan nasional di sektor infrastruktur juga mengalami hal serupa, di mana kinerja operasional mereka sangat baik namun belum sepenuhnya terefleksi dalam harga saham di pasar modal.
“Kan sayang. Nah itu yang terjadi bahwa memang banyak saham-saham kita yang fundamentalnya sangat bagus. Coba lihat, saham-saham kita bagus, perbankan kita bagus, infrastruktur kita bagus sahamnya, performance-nya,” ungkapnya.
Kinerja Bank Himbara dalam Kondisi Terbaik
Dony kembali menekankan bahwa kondisi keuangan bank-bank milik negara saat ini berada dalam performa yang sangat solid. Ia meyakini bahwa masyarakat dan investor dapat memverifikasi hal ini melalui laporan keuangan yang dipublikasikan secara transparan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
“Bisa dilihat bukunya, mereka dalam posisi yang sangat luar biasa bagus. Jadi kalau sahamnya turun kan sayang, ya kita ambil aja,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, telah mengonfirmasi adanya koordinasi dengan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, serta bank-bank Himbara. Pembahasan utama dalam koordinasi tersebut adalah mengenai rencana pembelian kembali saham perbankan pelat merah.
Menurut Dasco, langkah buyback ini merupakan bagian dari evaluasi mendalam terhadap perkembangan sektor perbankan nasional yang selama ini menunjukkan tren positif yang signifikan.
“Mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 10 Juni 2026.
Pernyataan Dony Oskaria ini sejalan dengan pandangan para pemangku kepentingan yang melihat potensi besar dalam saham-saham bank Himbara. Dengan fundamental yang kuat dan harga yang relatif rendah, aksi buyback menjadi strategi yang logis untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memberikan keuntungan bagi investor.






