DermayuMagz.com – Gelaran Face of Indonesia 2026 baru saja usai dengan menobatkan Stephanie Alicia Canaka sebagai pemenang kategori Teen. Kemenangan ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuka gerbang bagi Stephanie untuk mewakili Indonesia di kancah internasional, tepatnya di Asia Model Festival 2026 yang akan diselenggarakan di Korea Selatan.
Pengumuman kemenangan Stephanie Alicia Canaka disampaikan melalui akun Instagram resmi Face of Indonesia 2026 pada 29 Juni 2026. Bersama empat delegasi lainnya, Stephanie akan membawa nama Indonesia ke panggung global. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi, kepercayaan, ketekunan, dan semangat yang telah ditunjukkan selama berbulan-bulan.
“Kesuksesan Stephanie bukan hanya pencapaian pribadi tapi juga inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar mengejar impian mereka dan dengan bangga unjuk bakat di panggung global,” ungkap pihak Face of Indonesia 2026. Mereka menambahkan, “Selamat, Stephanie Alicia Canaka! Semoga ini jadi awal dari perjalanan internasional yang luar biasa. Terus bersinar dan buat Indonesia bangga!”
Dalam sebuah kesempatan wawancara eksklusif melalui telepon pada akhir pekan lalu, Stephanie Alicia tak ragu membagikan cerita mengenai persiapan intensif yang dijalaninya. Ia mengungkapkan bahwa prosesnya dimulai dari penguasaan teknik dasar modeling, seperti catwalk dan teknik ekspresi wajah.
Namun, lebih dari sekadar teknik, Stephanie juga menekankan pentingnya membangun attitude yang positif. Ia menyadari bahwa penampilan di atas panggung tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental dan karakter.
“Saya mempersiapkan diri selain dengan berlatih teknik dasar modeling seperti catwalk dan ekspresi wajah, tapi juga membangun attitude yang baik,” tutur Stephanie Alicia. Ia menambahkan bahwa dukungan dari keluarga menjadi salah satu pilar motivasi terkuat baginya selama menjalani kompetisi yang penuh tantangan ini.
Motivasi Terbesar: Dukungan Keluarga dan Pengembangan Diri
Stephanie Alicia Canaka, yang baru berusia 13 tahun dan merupakan siswi dari sekolah Saint John Gading Serpong, mengakui bahwa dukungan dari orang-orang terdekat, terutama orang tuanya, menjadi sumber energi terbesarnya. Kehadiran dan doa dari keluarga memberikan kekuatan ekstra untuk menghadapi setiap tahapan kompetisi.
“Motivasi terbesar saya adalah dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang tercinta yang selalu support terutama orang tua saya,” ungkap Stephanie. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar selama kompetisi adalah menjaga stamina agar tetap fit di tengah jadwal yang sangat padat. Mengelola energi dan kesehatan menjadi kunci agar dapat tampil maksimal.
Bagi Stephanie, Face of Indonesia 2026 bukan sekadar ajang adu paras atau kemampuan berpose. Ia melihatnya sebagai platform untuk pertumbuhan diri dan pembelajaran yang berharga. Kompetisi ini memberikannya kesempatan untuk melangkah lebih jauh dan mengembangkan potensinya di industri modeling.
Belajar Banyak dari Pengalaman Kompetisi
Mengikuti kompetisi sebesar Face of Indonesia 2026 tentu memberikan banyak pelajaran berharga bagi Stephanie. Ia menyadari bahwa kepercayaan diri adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan, tidak hanya di atas panggung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, membangun jaringan pertemanan baru juga menjadi aspek penting yang ia dapatkan.
“Setelah berpartisipasi, saya belajar banyak hal dari segi kepercayaan diri yang meningkat, memperluas pertemanan, serta mendapat pemahaman lebih tentang industri fashion dan modeling,” ujar Stephanie Alicia. Pengalaman ini membantunya untuk lebih mengenal seluk-beluk industri yang ia geluti.
Ia merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Berkompetisi dengan talenta-talenta muda lainnya juga menjadi ajang pembelajaran yang tak ternilai. Setiap interaksi dan pengalaman menjadi bekal berharga untuk masa depannya.
Menjadi Representasi yang Baik dan Menginspirasi
Kini, dengan predikat Teen Face of Indonesia 2026 di tangannya, Stephanie Alicia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Asia Model Festival 2026. Ia berharap dapat memberikan performa terbaik dan menjadi representasi yang membanggakan bagi Indonesia di kancah internasional.
Lebih dari sekadar meraih prestasi, Stephanie memiliki harapan besar agar pengalamannya ini dapat menginspirasi generasi muda lainnya. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan keberanian, kerja keras, dan kepercayaan diri, impian apapun dapat diraih.
“Saya juga berharap dapat menjadi representasi yang baik dan menginspirasi banyak orang di luar sana untuk berani mengejar imipian dengan percaya diri,” Stephanie Alicia mengakhiri. Ia menekankan prinsip bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha yang telah dicurahkan.
Kemenangan Stephanie Alicia Canaka di Face of Indonesia 2026 menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia terus berkembang dan siap bersaing di panggung dunia. Dengan persiapan yang matang dan motivasi yang kuat, Stephanie siap menorehkan prestasi gemilang di Asia Model Festival 2026.
DermayuMagz.com – Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Sarwendah terhadap beberapa akun media sosial terus bergulir di Polres Metro Jakarta Selatan. Setelah memberikan laporan awal, Sarwendah kembali mendatangi kantor polisi pada Senin, 29 Juni 2026, untuk menyerahkan bukti-bukti tambahan guna memperkuat laporannya.
Kedatangan Sarwendah, yang didampingi oleh tim kuasa hukumnya, disambut oleh awak media. Ia memberikan keterangan singkat bahwa seluruh dokumen yang diperlukan telah diserahkan kepada pihak penyidik untuk proses lebih lanjut. “Laporannya sudah ada semuanya. Terima kasih,” ujar Sarwendah singkat saat ditanyai mengenai perkembangan kasusnya.
Kuasa hukum Sarwendah, Corbinianus, menjelaskan bahwa laporan resmi telah didaftarkan sejak tanggal 26 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa kliennya telah menjalani pemeriksaan awal oleh penyidik, yang meliputi 21 pertanyaan untuk mendalami berbagai aspek terkait dugaan pencemaran nama baik tersebut.
“Kita sudah buat laporan itu dari tanggal 26 Juni. Tanda terima laporan sudah ada, kemudian sudah diperiksa dan diambil keterangannya. Hari ini agendanya hanya menyerahkan bukti tambahan,” jelas Corbinianus.
Bukti tambahan yang diserahkan oleh Sarwendah berupa tangkapan layar (screenshot) dan video yang menampilkan aktivitas dari akun-akun media sosial yang diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan menyebarkan fitnah terhadap dirinya. Corbinianus berharap, bukti-bukti ini dapat semakin memperkuat dasar laporan yang telah dibuat oleh kliennya.
“Bukti tambahannya berupa screen video dari akun-akun yang diduga mencemarkan nama baik dan melakukan fitnah,” ungkap Corbinianus lebih lanjut.
Identitas Akun Terlapor Masih Dirahasiakan
Mengenai identitas pasti dari pemilik akun media sosial yang dilaporkan, Corbinianus memilih untuk tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia menyerahkan sepenuhnya proses penelusuran dan identifikasi kepada pihak kepolisian yang berwenang.
“Itu mungkin nanti yang bisa menjelaskan pihak penyidik. Kami hanya menyampaikan adanya dugaan pencemaran nama baik dan fitnah,” pungkas Corbinianus, menegaskan fokus timnya saat ini adalah pada proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus ini menunjukkan bahwa figur publik juga rentan terhadap penyalahgunaan media sosial, dan tindakan hukum menjadi salah satu upaya untuk menjaga nama baik dan melindungi diri dari hoaks serta fitnah yang dapat merusak reputasi.






