DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Indonesia. Dalam pidatonya, beliau mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh para nelayan.
Salah satu masalah utama yang disoroti adalah kesulitan nelayan dalam mengakses es batu. Es batu sangat krusial untuk menjaga kualitas ikan hasil tangkapan sejak berada di atas kapal hingga sampai ke darat.
Menanggapi hal ini, Prabowo berjanji akan membangun fasilitas produksi es batu di setiap desa nelayan. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan ruang penyimpanan dingin (cold storage) di lokasi yang sama.
Hal ini disampaikan oleh Prabowo saat menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Masalah lain yang juga menjadi perhatian adalah kesulitan nelayan dalam mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Untuk mengatasi ini, Prabowo berencana untuk mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dikhususkan bagi nelayan di setiap desa.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pemberdayaan nelayan, yang perannya dianggap vital dalam menguasai sumber daya kelautan Indonesia.
Lebih lanjut, Prabowo memaparkan sebuah program besar yang dirancang untuk menyejahterakan komunitas nelayan, yaitu pembangunan kampung nelayan. Targetnya adalah membangun 5.000 kampung nelayan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Pada tahun ini saja, beliau menargetkan peresmian sebanyak 1.386 desa nelayan. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap taraf hidup para nelayan.
Pidato Prabowo di DPR
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk menyampaikan pidato perdana mengenai kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk RAPBN tahun 2027. Penyampaian ini akan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.
Pidato tersebut akan mencakup berbagai asumsi dasar ekonomi makro yang menjadi landasan RAPBN 2027. Beberapa di antaranya adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN), serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.
Selain itu, akan dibahas pula perkiraan harga minyak mentah Indonesia, serta target produksi minyak mentah dan gas bumi (lifting).
Presiden Prabowo juga diperkirakan akan memaparkan sasaran pembangunan yang ingin dicapai pada tahun 2027. Sasaran ini mencakup berbagai indikator penting.
Baca juga : Usaha Rumahan Modal Terbatas, Keuntungan Besar
Indikator tersebut meliputi tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, rasio gini (ketimpangan pendapatan), indeks pembangunan manusia, indeks kesejahteraan petani, serta proporsi penciptaan lapangan kerja formal.






