Studi Ungkap Kemampuan AI dalam Memberi Nasihat Keuangan

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kemajuan pesat dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membuka berbagai potensi baru, termasuk dalam bidang konsultasi keuangan pribadi. Namun, sebuah studi terbaru dari para akademisi terkemuka mengungkap bahwa meskipun AI generatif dapat memberikan nasihat finansial, akurasi dan objektivitasnya masih perlu dipertanyakan.

Penelitian yang dilakukan oleh profesor keuangan dari University of Georgia dan University of Rome Tor Vergata ini menyoroti adanya variasi signifikan dalam respons yang diberikan oleh berbagai platform AI populer. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi bias dan ketidakakuratan yang bisa menyesatkan pengguna dalam mengambil keputusan keuangan krusial.

Tujuh platform AI generatif yang diuji dalam studi ini mencakup versi gratis dari ChatGPT, Claude, Copilot, DeepSeek, Gemini, Meta AI, dan Perplexity. Para peneliti mengajukan pertanyaan terkait topik-topik keuangan pribadi yang umum, seperti pembentukan dana darurat, alokasi aset investasi, dan strategi penarikan dana pensiun.

Hasilnya menunjukkan bahwa jawaban yang diberikan oleh AI bisa sangat bervariasi, bahkan untuk pertanyaan yang sama. Lebih mengkhawatirkan lagi, beberapa respons AI terdengar sangat meyakinkan namun ternyata tidak sepenuhnya akurat atau bahkan menyesatkan. Fenomena ini dikenal sebagai “halusinasi algoritma,” di mana AI menghasilkan informasi yang terdengar masuk akal tetapi tidak didasarkan pada fakta yang sebenarnya.

Menurut penulis studi, Swarn Chatterjee, Brenda Cude, dan Gianni Nicolini, temuan ini sangat penting mengingat semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke AI untuk mendapatkan panduan finansial. Survei dari Intuit Credit Karma yang dirilis pada September lalu menunjukkan bahwa mayoritas pengguna GenAI (66%) telah memanfaatkannya untuk nasihat keuangan, dengan angka yang lebih tinggi di kalangan generasi Z dan milenial (masing-masing 82%).

Para ahli sepakat bahwa AI memang memiliki kemampuan yang baik dalam memberikan gambaran umum tingkat tinggi mengenai konsep-konsep keuangan. Sebagai contoh, AI dapat menjelaskan mengapa produk investasi seperti exchange-traded fund (ETF) terkadang lebih menguntungkan daripada reksa dana, atau sebaliknya. Namun, ketika menyangkut detail spesifik yang berkaitan dengan situasi keuangan pribadi seseorang, kehati-hatian ekstra sangat diperlukan.

Salah satu keterbatasan utama AI dalam memberikan nasihat keuangan adalah kurangnya kewajiban fidusia. Berbeda dengan penasihat keuangan manusia yang secara hukum terikat untuk bertindak demi kepentingan terbaik kliennya, AI tidak memiliki kewajiban serupa. Hal ini berarti output yang dihasilkan AI belum tentu mengutamakan kesejahteraan finansial penggunanya.

Selain itu, AI juga sangat peka terhadap cara pengguna merumuskan pertanyaan atau perintah (prompt). Perbedaan kecil dalam kata-kata atau struktur kalimat dapat menghasilkan rekomendasi yang berbeda pula. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna perlu cermat dalam menyusun pertanyaan mereka untuk mendapatkan hasil yang paling relevan.

Sebuah studi terpisah yang diterbitkan dalam Journal of Risk and Financial Management pada tahun 2024 juga mengkonfirmasi keterbatasan AI dalam bidang keuangan pribadi. Studi tersebut, yang menganalisis kemampuan ChatGPT dalam memberikan nasihat keuangan, menyimpulkan bahwa meskipun ChatGPT dapat menjadi titik awal yang berguna, rekomendasinya cenderung bersifat generik dan seringkali mengabaikan detail penting yang spesifik bagi setiap individu.

Para peneliti dalam studi tersebut menekankan bahwa rekomendasi yang dihasilkan oleh AI harus selalu diteliti dan dievaluasi secara cermat oleh pengguna. Mereka menyarankan agar ChatGPT dapat berfungsi sebagai alat bantu awal dalam mencari informasi dan ide-ide keuangan, namun keputusan akhir dan penyesuaiannya harus tetap berada di tangan pengguna yang memahami konteks pribadi mereka.

Dalam konteks ini, para ahli mengingatkan pentingnya pendekatan yang kritis terhadap informasi finansial yang diperoleh dari AI. Meskipun AI menawarkan kemudahan akses dan kecepatan, pemahaman mendalam tentang keterbatasannya menjadi kunci agar tidak terjebak dalam saran yang keliru atau bias. Kombinasi antara pemanfaatan teknologi AI dengan analisis kritis dan, jika memungkinkan, konsultasi dengan profesional keuangan manusia, tampaknya menjadi strategi terbaik untuk mengelola keuangan pribadi di era digital ini.