Thunder Dekat dengan Final NBA Meski Wembanyama Loyo

bola4 Dilihat

DermayuMagz.com – Oklahoma City Thunder semakin dekat dengan tiket ke NBA Finals 2026 setelah berhasil mengalahkan San Antonio Spurs dalam game kelima final Wilayah Barat. Thunder memimpin seri 3-2 atas Spurs.

Pertandingan yang digelar di Paycom Arena pada Rabu (27/5/2026) pagi WIB, berakhir dengan skor 127-114 untuk kemenangan Thunder. Kini, tim asuhan Mark Daigneault hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara Wilayah Barat.

Game keenam akan menjadi penentu nasib kedua tim dan dijadwalkan berlangsung di kandang Spurs dua hari mendatang.

Di awal pertandingan, Thunder sempat mengalami kesulitan menghadapi permainan Spurs. Kuarter pertama didominasi oleh tim tamu yang sempat unggul delapan angka di pertengahan babak.

Namun, Shai Gilgeous Alexander berhasil membalikkan keadaan menjelang akhir kuarter pertama. Tembakan tiga angka dari SGA menyamakan kedudukan, dan dua lemparan bebasnya setelah kesalahan lawan membuat Thunder berbalik unggul 29-27 di akhir kuarter tersebut.

Sejak saat itu, Thunder tidak pernah lagi tertinggal. Performa mengecewakan dari bintang Spurs, Victor Wembanyama, menjadi salah satu faktor kekalahan timnya.

Thunder tampil dominan di kuarter kedua dengan mencetak 40 poin. Keunggulan mereka terus bertambah hingga mencapai 20 poin di pertengahan kuarter ketiga.

Spurs Dirugikan Wasit

Meskipun sempat mendekat dan memperkecil ketertinggalan menjadi delapan poin, Spurs harus menelan kekalahan akibat beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan di akhir kuarter keempat.

Salah satu momen kontroversial terjadi saat Luke Kornet melakukan blok terhadap tembakan Cason Wallace. Seharusnya itu dianggap sebagai goal tending, namun wasit tidak meniup peluit.

Kejadian lain yang merugikan Spurs adalah ketika bola yang jelas menyentuh pemain Thunder, Chet Holmgren, justru dinyatakan keluar lapangan karena pemain Spurs. Keputusan ini memicu protes dari pelatih Spurs, Mitch Johnson, yang berujung pada technical foul.

Wembanyama Hanya Masukkan 4 Tembakan

Victor Wembanyama menampilkan performa di bawah ekspektasi dalam game kelima ini. Meskipun mencetak 20 poin, akurasi tembakannya sangat buruk, hanya berhasil memasukkan empat dari 15 percobaan.

Stephon Castle menjadi pencetak poin terbanyak untuk Spurs dengan 24 poin.

Di kubu Thunder, Shai Gilgeous Alexander tampil gemilang dengan 32 poin. Chet Holmgren juga menunjukkan dominasi di bawah ring dengan 16 poin dan 11 rebound, sementara Alex Caruso memberikan kontribusi penting dari bangku cadangan dengan 22 poin.

Thunder masih bermain tanpa Jalen Williams dan Ajay Mitchell yang cedera. Namun, Jared McCain berhasil memanfaatkan kesempatan sebagai starter dengan baik, mencetak 20 poin dalam pertandingan tersebut.

Baca juga : Waspada Banjir Pesisir Jakarta 27 Mei – 5 Juni 2026, Ini Wilayah Terdampak

Liputan6.com, Jakarta – Mikel Arteta, pelatih Arsenal, mengungkapkan detail di balik keputusan klub mendatangkan David Raya. Kepindahan sang kiper sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan internal klub.

Arsenal berhasil mengakhiri penantian 22 tahun untuk meraih gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran dua pemain kunci yang didatangkan, yaitu David Raya dan Declan Rice.

Kedatangan Raya pada awalnya menimbulkan pertanyaan, mengingat Aaron Ramsdale sudah menjadi kiper utama. Raya bergabung dengan status pinjaman dari Brentford sebelum akhirnya dipermanenkan.

Sementara itu, Declan Rice diboyong dengan biaya transfer fantastis. Arteta menilai perekrutan Rice mengirimkan pesan kuat kepada rival-rival Arsenal.

Transfer David Raya Sempat Dipertanyakan

Raya datang ke Arsenal di tengah situasi yang cukup sensitif, karena Ramsdale memiliki basis penggemar yang kuat. Namun, seiring waktu, Raya berhasil merebut posisi inti dan menunjukkan konsistensi luar biasa.

Kiper asal Spanyol itu bahkan berhasil meraih penghargaan Golden Glove selama tiga musim berturut-turut, membuktikan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Arsenal adalah langkah yang tepat.

“Ini adalah contoh yang baik tentang apa yang dibutuhkan seorang manajer. Saya sangat yakin kami perlu melakukan perubahan,” ujar Arteta dalam sebuah wawancara.

Arteta menjelaskan bahwa perubahan ini bukan karena kualitas Ramsdale, melainkan karena ia membutuhkan profil penjaga gawang yang berbeda untuk membawa tim ke level selanjutnya. Ia mengakui bahwa menjelaskan keputusan ini kepada pihak internal maupun eksternal klub bukanlah hal yang mudah.

Edu Punya Peran Besar Meyakinkan Dewan Klub

Arteta mengungkapkan bahwa ia berdiskusi berulang kali dengan direktur olahraga klub, Edu, mengenai potensi risiko dari perekrutan Raya. Ia menyadari bahwa keputusan ini bisa memicu kontroversi mengingat dukungan besar yang diterima Ramsdale.

Edu kemudian berperan penting dalam meyakinkan dewan klub untuk menyetujui transfer Raya. Pelatih kiper Arsenal, Inaki Cana, yang memiliki hubungan dekat dengan Raya saat di Brentford, juga dianggap memberikan kontribusi signifikan.

“Saya membahasnya berulang kali dengan Edu. Dia mengatakan, ‘Kamu tahu ini akan menimbulkan masalah.’ Saya menjawab, ‘Saya tahu’,” kata Arteta.

“Edu benar-benar meyakinkan dewan klub karena mereka perlu diyakinkan dan memahami situasinya. Kemudian Inaki Cana memainkan peran penting karena dia sudah mengenal David sejak lama di Brentford,” tambah Arteta.