Tips Merawat Hewan Kurban Jelang Idul Adha, Mulai Kesehatan Hingga Manajemen Kandang

hot5 Dilihat

DermayuMagz.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, para peternak dan Shohibul Kurban perlu memahami berbagai tips merawat hewan kurban agar kondisi ternak tetap sehat, aktif, dan layak untuk dikurbankan. Perawatan yang tepat tidak hanya membantu menjaga kualitas hewan, tetapi juga meminimalkan risiko penyakit yang dapat menurunkan nilai jual maupun kesehatan ternak secara keseluruhan.

Perawatan yang tepat sejak jauh hari akan memastikan hewan kurban tetap dalam kondisi prima hingga hari penyembelihan tiba. Hewan seperti sapi, kambing, dan domba membutuhkan lingkungan yang bersih dan bebas stres agar daya tahan tubuh tetap optimal. Selain itu, vaksinasi dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting menjelang masa penjualan dan penyembelihan. Tak kalah penting, manajemen kandang harus diperhatikan agar hewan tetap nyaman selama masa pemeliharaan.

Faisal Husen, pengelola Lembu Khambali Farm di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berbagi panduan lengkap tentang cara merawat hewan kurban yang baik dan benar. Pengalamannya di bidang peternakan sapi kurban menjadikan tips yang disampaikan relevan dan bisa diterapkan langsung oleh para Shohibul Kurban. Berikut panduan lengkapnya.

1. Jaga Kebersihan Kandang Setiap Hari

Kepada Liputan6, Faisal mengatakan jika pihak peternakan biasanya akan mengantar hewan-hewan kurban yang sudah dipesan mendekati Hari Raya Idul Adha. Namun, ada pula beberapa Shohibul Kurban yang memilih untuk membawa hewan kurbannya lebih awal dan merawatnya sendiri sebelum hari penyembelihan. Maka dari itu, memahami cara merawat hewan kurban menjadi penting diketahui terlebih untuk para pemula.

“Kalau hewan sudah dibawa lebih awal tentu perawat harus bener-bener diperhatikan ya buat menjaga kualitas hewan sampai hari H,” kata Faisal.

Kebersihan kandang adalah fondasi utama dalam merawat hewan kurban jelang Idul Adha. Faisal menjelaskan bahwa setiap pagi, kotoran harus segera dibersihkan dan kandang disiram menggunakan air bersih yang mengalir. Sisa pakan dari hari sebelumnya juga wajib dibuang sebelum sapi diberi makan kembali agar tidak menimbulkan kontaminasi bakteri.

Kebersihan tempat pakan dan minum turut berkontribusi pada kesehatan hewan secara keseluruhan. Rutinitas ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore untuk menjaga higienitas kandang secara konsisten. Kandang yang bersih akan mencegah berkembangnya kuman dan parasit yang bisa mengancam kesehatan hewan kurban.

2. Atur Jadwal dan Pola Pemberian Pakan dengan Tepat

Salah satu tips merawat hewan kurban jelang Idul Adha yang paling krusial adalah ketepatan jadwal pemberian pakan. Menurut Faisal, setelah diberi pakan coboran atau konsentrat di pagi hari, sapi kemudian diberi rumput untuk makan. Sekitar pukul 12.00 WIB, sapi kembali diberi rumput dan dibiarkan istirahat hingga pukul 15.00 WIB sebelum rutinitas sore dimulai.

“Pemberian makan jangan sembarangan jam-nya harus bener-bener tepat. Pemberian garam pada pakan tambahan dan air minum juga harus dilakukan itu tambahan mineral,” ungkap Faisal.

Konsistensi jadwal makan penting agar metabolisme sapi berjalan optimal dan berat badan bertambah secara stabil. Faisal juga menekankan bahwa pemberian garam pada pakan tambahan dan air minum sangat dianjurkan karena terbukti membuat sapi tidak mudah stres. Dengan manajemen pakan yang baik, pertumbuhan bobot sapi bisa mencapai satu kilogram per hari.

3. Pastikan Ketersediaan Air Minum Sepanjang Waktu

Air putih bersih harus selalu tersedia di samping kandang sapi selama 24 jam penuh tanpa jeda. Faisal menegaskan bahwa kekurangan air minum dapat mengganggu proses pencernaan sapi dan berujung pada penurunan berat badan. Sapi yang terhidrasi dengan baik akan memiliki kondisi fisik yang lebih segar, aktif, dan tidak mudah stres menjelang hari penyembelihan. Pengabaian terhadap kebutuhan air minum sapi bisa berdampak langsung pada kualitas dagingnya saat disembelih. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih menjadi salah satu aspek yang tidak boleh disepelekan dalam perawatan hewan kurban.

4. Pastikan Sirkulasi Udara Kandang Baik dan Tidak Sempit

Sirkulasi udara yang baik juga merupakan faktor penting dalam manajemen kandang hewan kurban. Kandang yang pengap dan sesak akan membuat sapi mudah stres, pada akhirnya menghambat pertumbuhan bobot dan menurunkan kualitas kesehatannya. “Sirkulasi udara harus baik agar sapi nyaman, kandang juga dianjurkan tidak terlalu sempit,” ungkap Faisal.

Ventilasi memadai juga membantu mengurangi kelembapan berlebih yang bisa memicu penyakit kulit. Idealnya, setiap ekor sapi memiliki ruang gerak yang cukup agar tidak berdesakan dengan sapi lainnya. Kondisi kandang yang nyaman secara langsung berpengaruh terhadap kondisi psikologis sapi dan kualitas hewan kurban secara keseluruhan.

5. Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat dan Berkualitas

Selain merawat, memilih hewan kurban yang tepat sejak awal juga tidak kalah penting. Pastikan hewan kurban tidak ada cacat fisik pada bagian kaki, mulut, mata, maupun anggota tubuh lainnya karena syarat sah kurban mengharuskan hewan dalam kondisi fisik yang sempurna.

“Pertama jelas harus pilih yang sehat, caranya bisa dilihat dari beberapa ciri-ciri seperti matanya harus kelihatan seger tidak ngantuk. Terus sapinya terlihat aktif tidak loyo. Terus kedua tidak cacat dalam bentuk fisik,” ungkapnya.

Faisal juga merekomendasikan jenis sapi pegon sebagai pilihan terbaik dari segi harga dan potensi pertumbuhan yang menyamai jenis premium. Untuk menilai bobot sapi yang sesungguhnya, Faisal mengingatkan agar tidak hanya melihat bagian perut, melainkan fokus pada bagian dada dan pantat sapi. Kedua bagian tersebut menjadi indikator yang lebih akurat apakah sapi benar-benar gemuk secara sehat atau tidak.

Pertanyaan Seputar Tips Merawat Hewan Kurban

1. Berapa kali kandang hewan kurban harus dibersihkan dalam sehari? Kandang sebaiknya dibersihkan dua kali sehari, yakni setiap pagi dan sore hari, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan hewan.

2. Apakah air minum untuk sapi kurban harus selalu tersedia? Ya, air minum bersih harus tersedia selama 24 jam penuh di samping kandang agar sapi tidak dehidrasi.

3. Apa manfaat pemberian garam pada pakan atau air minum sapi kurban? Pemberian garam terbukti membuat sapi tidak mudah stres sehingga pertumbuhannya lebih optimal menjelang Idul Adha.

4. Berapa pertambahan bobot ideal sapi kurban per hari jika dirawat dengan baik? Dengan perawatan yang baik dan pakan yang tepat, sapi kurban bisa menambah bobot hingga satu kilogram per hari.

5. Jenis sapi apa yang direkomendasikan untuk kurban bagi pemula? Sapi jenis pegon direkomendasikan karena harganya terjangkau namun pertumbuhannya bisa menyamai jenis sapi premium seperti simental.

6. Bagaimana cara mengetahui apakah sapi kurban benar-benar gemuk secara sehat? Fokus perhatian pada bagian dada dan pantat sapi, bukan hanya perutnya, karena kedua bagian itu adalah indikator kegemukan yang paling akurat.

Baca juga : Menhan Sjafrie Ungkap Alasan RI Bergabung dengan BoP Trump dan Ketegangan Israel-AS-Iran

7. Apa saja ciri-ciri fisik sapi kurban yang sehat dan layak dikurbankan? Sapi yang sehat memiliki mata segar, tubuh aktif, tidak cacat fisik, serta kondisi kaki, mulut, dan anggota tubuh lainnya dalam keadaan normal.