DermayuMagz.com – Meskipun trilogi film live-action Venom telah resmi ditutup dengan perilisan “Venom: The Last Dance” pada tahun 2024, antusiasme Tom Hardy terhadap karakter antihero ikonik Marvel ini tampaknya belum padam.
Kabar terbaru mengungkapkan bahwa Tom Hardy kini tengah terlibat dalam pengembangan sebuah proyek film animasi baru yang berfokus pada karakter Venom.
Dalam proyek ambisius ini, Hardy tidak hanya akan berperan sebagai produser, tetapi juga terlibat aktif dalam tim kreatif. Tangan dinginnya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan narasi dan karakter.
Sementara itu, naskah untuk film animasi ini akan digarap oleh duo penulis Zach Lipovsky dan Adam B. Stein, yang sebelumnya telah menunjukkan keahlian mereka dalam film “Final Destination: Bloodlines”.
Menurut laporan dari The Hollywood Reporter, film animasi Venom ini diproyeksikan akan mengadopsi pendekatan visual yang serupa dengan kesuksesan film-film dalam semesta Spider-Verse.
Pendekatan visual ini diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang segar dan imersif bagi para penonton, sekaligus membedakan film animasi ini dari versi live-action yang telah ada sebelumnya.
Lebih lanjut, film animasi ini digadang-gadang akan membuka babak baru bagi perjalanan Venom, yang tentunya akan berbeda dari apa yang telah disajikan dalam film-film live-actionnya.
Keterlibatan langsung Tom Hardy sebagai bagian dari tim kreatif diharapkan dapat semakin memperkuat pengembangan karakter Eddie Brock dan Venom secara keseluruhan.
Mengingat Hardy telah begitu identik dengan peran Venom, penampilannya dalam trilogi live-action sebelumnya dinilai sangatlah cocok dan berhasil menghidupkan karakter tersebut.
Meskipun sebelumnya Venom pernah muncul dalam film “Spider-Man 3” versi 2007 yang diperankan oleh Topher Grace, interpretasi Tom Hardy dinilai memiliki daya tarik tersendiri.
Asal-usul dan Perkembangan Karakter Venom
Baca juga di sini: Taylor Swift Amankan Hak Paten Suara dan Fotonya
Venom merupakan salah satu karakter antihero atau penjahat super yang paling ikonik dari Marvel Comics, dengan basis penggemar yang sangat besar di seluruh dunia.
Karakter ini pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui komik “The Amazing Spider-Man #252” yang terbit pada tahun 1984.
Namun, penyatuan penuh dan pembentukan identitas antara Venom dan Eddie Brock sebagai entitas yang terpisah baru benar-benar terjalin dalam edisi ke-300 komik tersebut.
Kelahiran karakter Venom merupakan buah karya dari kolaborasi dua kreator ternama, yaitu David Michelinie dan Todd McFarlane.
Secara fundamental, Venom adalah symbiote yang berasal dari luar angkasa. Makhluk ini memiliki kemampuan unik untuk menyatu dan hidup di dalam tubuh organisme inang, dalam hal ini manusia.
Wujud aslinya digambarkan sebagai cairan kental berwarna hitam pekat, namun ketika menyatu dengan inangnya, ia mampu memanifestasikan kekuatan yang luar biasa dahsyat.
Selain kekuatan fisik yang superior, Venom juga memiliki kemampuan untuk mengubah bentuk tubuhnya secara fleksibel, menciptakan jaring organik, serta berbagai kekuatan super lainnya yang membuatnya menjadi ancaman serius.
Namun, di balik kekuatannya yang luar biasa, Venom juga memiliki kelemahan yang cukup signifikan, yaitu sensitivitas terhadap suara dengan frekuensi tinggi.
Dalam kisah awal kemunculannya, Venom sempat menyatu dengan Peter Parker, yang tak lain adalah Spider-Man. Penyatuan ini mengubah Spider-Man menjadi sosok yang lebih gelap dan agresif, bahkan cenderung jahat.
Pada awalnya, Venom memang diposisikan sebagai musuh bebuyutan utama bagi Spider-Man, menciptakan konflik yang intens dan tak terlupakan.
Namun, seiring berjalannya waktu, symbiote ini kemudian menemukan inang baru yang lebih cocok, yaitu Eddie Brock. Bersama Eddie, Venom memulai petualangan dan kisahnya sendiri, menjauh dari bayang-bayang Spider-Man.
Perjalanan Film Live-Action Venom dan Kesuksesannya
Film live-action yang menampilkan karakter Venom menjadi bagian integral dari Sony’s Spider-Man Universe (SSU). Hingga saat ini, SSU telah merilis tiga film yang berfokus pada Venom.
Ketiga film tersebut adalah “Venom” yang tayang pada tahun 2018, diikuti oleh “Venom: Let There Be Carnage” pada tahun 2021, dan ditutup dengan “Venom: The Last Dance” pada tahun 2024.
Meskipun film-film live-action Venom secara umum menerima ulasan yang beragam, bahkan cenderung negatif dari para kritikus profesional, penampilan Tom Hardy sebagai pemeran utama dan dinamika hubungan antara Eddie Brock dan Venom selalu mendapat pujian.
Hal ini terbukti dari kesuksesan komersial yang diraih oleh film-film tersebut. Film pertama “Venom” (2018) berhasil menjadi film terlaris ketujuh di tahun perilisannya secara global, dengan pendapatan mencapai $856,1 juta.
Film ini juga berhasil mencetak beberapa rekor box office untuk kategori perilisan film di bulan Oktober.
Selanjutnya, “Venom: Let There Be Carnage” (Venom 2) berhasil mengumpulkan pendapatan kotor global sebesar $506,9 juta.
Jumlah ini terbilang impresif, terutama mengingat film tersebut dirilis pada tahun 2021, di mana dunia masih menghadapi tantangan besar akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan pembatasan kapasitas penonton di bioskop.
Sementara itu, film ketiga dan penutup trilogi, “Venom: The Last Dance” (Venom 3), juga berhasil melampaui pendapatan global sebesar $400 juta.
Dengan rekam jejak kesuksesan ini, tidak mengherankan jika Tom Hardy masih memiliki ketertarikan untuk terus mengeksplorasi karakter Venom.
Kini, fokus beralih pada proyek film animasi yang dijanjikan akan menyajikan kisah dan petualangan baru yang lebih menarik, seiring dengan perkembangan karakter yang terus dieksplorasi.






