16 Tewas Akibat Kecelakaan KRL-Argo Bromo di Bekasi

Berita5 Views

DermayuMagz.com – Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan antara KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.

Perkembangan terbaru mengkonfirmasi adanya satu pasien lagi yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Dengan penambahan ini, total korban tewas dari insiden tragis tersebut kini mencapai angka 16 orang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan informasi ini pada Rabu (29/4). Korban terakhir yang meninggal adalah seorang perempuan berinisial MC, berusia 25 tahun.

“Informasi kami terima hari ini pukul 11.00 siang ini di RSUD Kota Bekasi, seorang perempuan inisial MC (Mia Citra), usia 25 tahun, meninggal dunia,” ujar Budi, mengutip Antara.

Korban meninggal dunia tersebut tengah mendapatkan perawatan di RSUD Kota Bekasi.

Penambahan korban jiwa ini membawa total keseluruhan korban dalam kecelakaan kereta tersebut menjadi 106 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Pihak kepolisian berharap tidak ada lagi penambahan korban jiwa dalam insiden ini.

Sebelumnya, sebanyak 44 korban luka telah diizinkan pulang setelah menerima penanganan medis.

Namun, masih ada 46 korban lainnya yang terus menjalani observasi dan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, turut menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban meninggal dunia.

“Kami turut berduka dan berbelasungkawa bahwa penumpang atas nama Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi,” kata Karina, Rabu (29/4), seperti dilaporkan Liputan6.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga memberikan keterangan mengenai kondisi pasien yang sebelumnya dirawat secara intensif.

Menurut Dedi, terdapat tiga pasien yang sempat berada di unit perawatan intensif (ICU).

Satu di antaranya telah meninggal dunia, menyisakan dua pasien lain yang diharapkan segera pulih.

Berikut adalah daftar lengkap 16 korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Bekasi:

  • Tuti Aditasari, 31 tahun, beralamat di Cikarang Barat, Bekasi.
  • Harum Anjasari, 27 tahun, beralamat di Cipayung, Jakarta Timur.
  • Nur Alimantun Citra Lestari, 19 tahun, beralamat di Pasar Jambi.
  • Farida Utami, beralamat di Cibitung, Bekasi.
  • Vica Agnia Fratiwi, 23 tahun, beralamat di Cikarang Barat.
  • Ida Nuraida, 48 tahun, beralamat di Cibitung, Bekasi.
  • Gita Septia Wardany, 20 tahun, beralamat di Cibitung, Bekasi.
  • Fatmawati Rahmayani, 29 tahun, beralamat di Bekasi Selatan.
  • Arinjani Novita Sari, 25 tahun, beralamat di Tambun Selatan, Bekasi.
  • Nur Ainia Eka Rahmadhynna, 32 tahun, beralamat di Tambun Selatan, Bekasi.
  • Nuryati, 41 tahun.
  • Nurlaela, 39 tahun.
  • Engar Retno Krisjayanti, 35 tahun.
  • Ristuti Kustirahayu.
  • Adelia Rifani.
  • Mia Citra, 25 tahun.

Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, telah menyatakan komitmennya untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.

Mereka juga menjamin bahwa semua hak korban akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Presiden Prabowo Subianto turut mengunjungi langsung para korban yang tengah dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4) pagi.

Dalam kunjungannya, Presiden menyampaikan belasungkawa dan memastikan bahwa penanganan medis berjalan secara optimal.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kami segera melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari Kompas.

Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia.

Baca juga di sini: Ahn Hyo-seop Ceritakan Proses Audisi K-Drama 'Demon Hunters' Berkat Kemampuan Bahasa Inggris

Hal ini terutama relevan pada perlintasan sebidang yang masih memiliki potensi risiko tinggi.