Dewan Komisaris Pertamina Evaluasi Sistem IT Manggis untuk Jamin Pasokan Energi Bali

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan kerja ke Integrated Terminal (IT) Manggis di Karangasem, Bali. Tinjauan ini bertujuan untuk memastikan keandalan fasilitas operasional dan stabilitas pasokan energi di wilayah tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional. Kunjungan Management Walkthrough ini menyoroti pentingnya fasilitas operasional yang prima dan kelancaran distribusi energi.

IT Manggis Jadi Simpul Penting Distribusi Energi di Bali dan Nusa Tenggara

Integrated Terminal Manggis memiliki peran krusial dalam jaringan distribusi energi Pertamina. Fasilitas ini tidak hanya melayani kebutuhan energi Pulau Bali, tetapi juga menjadi pusat distribusi utama untuk kawasan Nusa Tenggara.

Dengan luas lahan mencapai 17 hektare, IT Manggis menangani berbagai jenis bahan bakar. Ini mencakup produk seperti Pertalite, Pertamax, BioSolar, Marine Fuel Oil (MFO), dan Marine Diesel Fuel (MDF).

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari IT Manggis menjangkau berbagai titik layanan. Meliputi 148 SPBU, 54 Pertashop, 2 Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), serta 2 SPBU Nelayan (SPBUN).

Selain itu, terminal ini juga menyuplai kebutuhan energi untuk SPBU Kompak dan berbagai sektor industri yang membutuhkan pasokan bahan bakar.

Tidak hanya BBM, IT Manggis juga berperan penting dalam distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG). Pasokan LPG disalurkan ke 16 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PSO dan 4 SPPBE Non-PSO.

Terminal ini juga melayani kebutuhan pelanggan industri yang menggunakan LPG.

Komisaris Utama dan Komisaris Independen Pertamina, Mochamad Iriawan, menekankan peran vital IT Manggis. Ia menegaskan bahwa operasional terminal ini harus senantiasa andal demi ketahanan energi nasional.

Mochamad Iriawan juga mengingatkan pentingnya aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Ia menyatakan bahwa tidak ada kompromi terkait keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, dan perlindungan lingkungan.

“Awareness terhadap aspek safety, emergency respon risk mitigation dan perlindungan lingkungan, harus ditingkatkan, dan semua pihak harus memastikan operasional aman, responsif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dorong Penguatan Fasilitas dan Kesiapsiagaan Operasional

Dalam kunjungan tersebut, Mochamad Iriawan juga mendorong penguatan fasilitas. Salah satu fokusnya adalah pembangunan fasilitas jetty 1.

Pembangunan jetty ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas operasional. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan keandalan proses bongkar muat di terminal.

Dengan fasilitas jetty yang lebih baik, diharapkan distribusi energi dapat berjalan lebih cepat. Risiko antrian dan keterlambatan kapal dapat dikurangi secara signifikan.

Penguatan ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan suplai energi. Selain itu, efisiensi operasional IT Manggis secara keseluruhan diharapkan dapat meningkat.

Aspek penting lainnya yang ditekankan adalah penguatan rencana darurat dan kesiapsiagaan. Hal ini mencakup koordinasi erat dengan para pemangku kepentingan maritim.

Keandalan fasilitas marine dan kemampuan penanganan keadaan darurat juga menjadi fokus utama. Semua ini harus terus diperkuat dan diuji secara berkala.

“Saya mengapresiasi, dedikasi seluruh perwira yang terus menjaga operasi berjalan lancar dan baik, bangun budaya safety, disiplin operasional dengan sinergi dan rasa memiliki,” tegas Mochamad Iriawan.

Ia menambahkan, “IT Manggis diharapkan dapat terus meningkatkan keandalan operasi dan jadi terminal aman, modern dan berstandar kelas dunia.”

Kegiatan Management Walkthrough ini juga dihadiri oleh jajaran komisaris lainnya. Mereka adalah Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang, Komisaris Pertamina, Heru Pambudi, serta Komisaris Pertamina, Laode Sulaiman.

Laode Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), turut mengapresiasi kesiapan Pertamina. Ia menilai stok dan distribusi energi di IT Manggis sudah cukup baik dan handal.

Baca juga : Mazda Hadirkan Mobil Kecil dengan Teknologi Terbaru

“Tantangan yang dihadapi dalam operasional di IT Manggis, salah satunya adalah cuaca, namun saya melihat tantangan itu berhasil diatasi dengan sangat baik oleh perwira di IT Manggis, melalui berbagai upaya yang dilakukan,” tutupnya.