Agustina Arumsari, Wakil Ketua BGN Baru: Mantan Petinggi BPKP Ahli Investigasi

News7 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu nama yang ditunjuk adalah Agustina Arumsari, yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Agustina Arumsari, yang sebelumnya merupakan petinggi di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditunjuk bersama Mayjen TNI Trenggono untuk mengisi posisi wakil kepala BGN. Mereka menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Sementara itu, Nanik S Deyang kini dipercaya sebagai Kepala BGN, menggantikan posisi Dadan Hindayana. Penunjukan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Prasetyo Hadi menyampaikan harapannya agar pimpinan baru BGN segera melakukan konsolidasi internal. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh program yang digagas oleh BGN dapat berjalan dengan optimal. Harapan ini disampaikan langsung oleh Mensesneg saat mengumumkan susunan pimpinan baru tersebut.

Agustina Arumsari memiliki rekam jejak yang panjang dan mumpuni di bidang investigasi dan keuangan negara. Sebelum menduduki posisi barunya di BGN, ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua BPKP.

Perjalanan kariernya di BPKP dimulai dari posisi Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat. Pengalaman ini menjadi landasan bagi kiprahnya di lembaga tersebut.

Selama bertugas di BPKP, Agustina Arumsari memegang berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah pada tahun 2017.

Selanjutnya, pada tahun 2019, ia dipercaya menjadi Direktur Investigasi III. Puncak kariernya di BPKP adalah ketika ia menjabat sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada tahun 2020.

Jabatan-jabatan tersebut menunjukkan keahlian dan pengalamannya yang mendalam dalam melakukan investigasi, khususnya terkait keuangan negara dan badan usaha milik negara.

Dalam hal pendidikan, Agustina Arumsari menempuh pendidikan Diploma Tiga (D3) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan lulus pada tahun 1992. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang Diploma Empat (D4) di kampus yang sama dan berhasil lulus pada tahun 1998.

Tidak berhenti di situ, Agustina Arumsari juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang Strata-2 (S2) di Universitas Indonesia. Ia berhasil meraih gelar Magister Hukum (MH) pada tahun 2014, menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian hukumnya.

Keahlian Agustina Arumsari juga dibuktikan dengan banyaknya sertifikasi profesional yang telah ia raih. Sertifikasi ini mencakup berbagai bidang yang relevan dengan tugasnya, terutama dalam investigasi dan manajemen risiko.

Beberapa sertifikasi penting yang dimilikinya antara lain Certified Fraud Examiner (CFE), yang menandakan keahliannya dalam mendeteksi dan mencegah kecurangan.

Ia juga memegang sertifikasi Certified Forensic Auditor (CFrA), yang menunjukkan kemampuannya dalam melakukan audit forensik. Selain itu, ia juga merupakan seorang Chartered Accountant (CA) dan Qualified Internal Auditor (QIA).

Sertifikasi lainnya yang dimiliki Agustina Arumsari meliputi Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), Certified Internal Audit Executive (CIAE), Certified Risk Professional (CRP), dan Certified Risk Executive Leader (CREL).

Lebih lanjut, ia juga memegang sertifikasi Certified Government Risk Executive (CGRE) dan Fraud Risk Management Professional (FRMP). Kepemilikan berbagai sertifikasi ini menegaskan kompetensi dan profesionalismenya di bidang audit, investigasi, dan manajemen risiko.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional yang kuat, penunjukan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN diharapkan dapat membawa kontribusi positif dalam upaya perbaikan gizi nasional.

Keahliannya dalam investigasi, terutama terkait potensi penyalahgunaan wewenang atau keuangan, dapat menjadi aset berharga bagi BGN dalam menjalankan fungsinya.

Posisi baru ini menempatkannya pada garda terdepan dalam merumuskan dan mengawasi implementasi kebijakan gizi di Indonesia. Diharapkan, kolaborasinya dengan Kepala BGN Nanik S Deyang dan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono akan efektif.

Perombakan pimpinan BGN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas badan-badan negara. Fokus pada perbaikan kinerja dan tata kelola menjadi prioritas utama.

Penunjukan individu dengan rekam jejak yang terbukti, seperti Agustina Arumsari, diharapkan dapat memperkuat kapasitas BGN dalam menghadapi tantangan gizi nasional.

Masyarakat menantikan langkah-langkah konkret dari pimpinan baru BGN untuk mewujudkan program-program yang berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.

Dengan pengalaman investigasi yang mendalam, Agustina Arumsari diharapkan dapat berkontribusi dalam memastikan akuntabilitas dan efisiensi dalam setiap program gizi yang dijalankan.

Peran BGN sangat krusial dalam upaya pencegahan stunting, peningkatan kualitas gizi ibu dan anak, serta promosi pola makan sehat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penunjukan pimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum untuk revitalisasi BGN, agar lebih proaktif dan inovatif dalam menjalankan mandatnya.

Baca juga : Peringatan untuk Morgan Rogers: Jauhi Arsenal

Fokus pada data yang akurat, analisis yang tajam, dan implementasi program yang tepat sasaran akan menjadi kunci keberhasilan BGN di bawah kepemimpinan yang baru.