DermayuMagz.com – Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, telah memberikan peringkat kredit jangka panjang BBB dan jangka pendek A-2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Peringkat ini disertai dengan prospek yang stabil, mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Keputusan S&P Global Ratings ini didasarkan pada penilaian mendalam terhadap peran dan posisi DIM dalam lanskap investasi Indonesia. Perusahaan ini dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam mengelola dan meningkatkan nilai aset milik pemerintah.
DIM, sebagai entitas anak dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), memegang peranan kunci dalam menyalurkan investasi pemerintah. Dana yang dikelola DIM digunakan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.
Dalam laporannya, S&P Global Ratings menyatakan keyakinannya bahwa DIM memainkan peran penting dalam prioritas pembangunan Indonesia. Hal ini mencakup upaya meningkatkan nilai jangka panjang aset pemerintah serta mendukung investasi pemerintah dalam proyek-proyek yang bersifat strategis.
Hubungan integral DIM dengan pemerintah Indonesia menjadi salah satu faktor utama pemberian peringkat ini. Sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh BPI Danantara, DIM beroperasi di bawah payung kebijakan dan pengawasan pemerintah.
Peringkat BBB yang diberikan S&P Global Ratings dikategorikan sebagai layak investasi. Sementara itu, prospek stabil menunjukkan bahwa lembaga pemeringkat tersebut melihat kondisi ekonomi Indonesia akan tetap kondusif dalam jangka menengah.
Skenario Penurunan Peringkat
S&P Global Ratings menjelaskan bahwa peringkat DIM dapat diturunkan jika lembaga pemeringkat tersebut melakukan tindakan serupa terhadap pemerintah Indonesia. Penurunan peringkat juga bisa terjadi apabila terdapat indikasi melemahnya dukungan pemerintah terhadap DIM.
Skenario Peningkatan Peringkat
Sebaliknya, S&P Global Ratings dapat mempertimbangkan untuk menaikkan peringkat DIM. Hal ini akan dilakukan apabila lembaga pemeringkat global tersebut juga mengambil langkah yang sama untuk menaikkan peringkat pemerintah Indonesia.
Dasar Pemberian Peringkat
“Peringkat kami pada DIM mencerminkan pandangan kami tentang kemungkinan yang hampir pasti, pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan luar biasa yang tepat waktu dan memadai kepada perusahaan pada saat dibutuhkan,” demikian pernyataan S&P Global Ratings.
Oleh karena itu, S&P Global Ratings menyamakan peringkat kredit DIM dengan peringkat kredit pemerintah Indonesia, yaitu BBB dengan prospek stabil dan peringkat jangka pendek A-.
Penilaian S&P Global Ratings
Penilaian S&P Global Ratings terhadap dukungan pemerintah mempertimbangkan beberapa aspek krusial.
- Peran penting DIM dalam mengelola aset pemerintah untuk memaksimalkan nilai jangka panjangnya.
- DIM menginvestasikan sebagian besar dividen tahunan yang diterima dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana tersebut dialokasikan untuk investasi, termasuk dalam proyek-proyek strategis yang bertujuan mempercepat pembangunan ekonomi nasional serta meningkatkan hasil sosial ekonomi.
- Hubungan integral DIM dengan pemerintah, yang merupakan satu-satunya pemegang saham utama perusahaan.
S&P Global Ratings menekankan bahwa pemerintah memiliki pengawasan langsung terhadap rencana kerja dan anggaran DIM. Pengawasan ini dilakukan melalui parlemen dan dewan pengawas BPI Danantara, yang anggotanya meliputi tujuh menteri koordinator, menteri keuangan, dan perwakilan Sekretariat Negara.
“Kami tidak memberikan profil kredit tersendiri kepada DIM karena itu bukan pendorong utama peringkat, mengingat kemungkinan besar dukungan yang kami harapkan akan datang dari negara. Kami tidak percaya dukungan pemerintah akan mengalami risiko transisi,” demikian kutipan dari laporan S&P Global Ratings.
BPI Danantara sendiri didirikan melalui undang-undang pada Februari 2025. Lembaga ini merupakan badan hukum yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Mandat utamanya adalah mengelola aset BUMN, bekerja sama dengan Badan Pengawas BUMN Indonesia (BP BUMN), melalui kepemilikan saham mayoritas pemerintah di BUMN.
Selain itu, BPI Danantara bertugas menginvestasikan aset pemerintah dalam proyek domestik maupun internasional. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pengembalian jangka panjang yang berkelanjutan dan mendukung prioritas pembangunan pemerintah di delapan sektor strategis.
DIM, sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh BPI Danantara, menjadi instrumen utama dalam memenuhi mandat investasi ini. Perusahaan ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam merealisasikan tujuan investasi pemerintah.
“Kami memperkirakan sumber pendanaan utama DIM akan berasal dari dividen tahunan yang dibayarkan oleh BUMN Indonesia kepada BPI Danantara untuk masa mendatang,” demikian seperti dikutip dari laporan S&P Global Ratings.
Investasi Strategis DIM
S&P Global Ratings memperkirakan bahwa pembayaran dividen dari BUMN akan mencapai angka signifikan, yaitu antara US$ 5 miliar hingga US$ 6 miliar per tahun. Angka ini setara dengan Rp 89,62 triliun hingga Rp 107,54 triliun, dengan asumsi kurs US$ 1 terhadap rupiah senilai 17.920.
“Dividen yang tersedia untuk DIM telah dikurangi jumlah yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan keuangan dan pemegang saham kepada BUMN dan tidak akan terbebani oleh kebutuhan tersebut. Alokasi dividen BUMN dilakukan melalui konsultasi dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk BP BUMN, dewan pengawas, dan parlemen,”.
S&P Global menilai bahwa investasi strategis yang dilakukan oleh DIM akan memberikan dukungan yang kuat bagi prioritas pembangunan pemerintah.
Sebagian besar investasi perusahaan difokuskan pada proyek-proyek yang selaras dengan inisiatif kebijakan yang digariskan oleh pemerintah. Namun, DIM tetap memperkirakan bahwa proyek-proyek ini harus memenuhi ambang batas pengembalian investasi tertentu agar dianggap layak.
Sebagai contoh, S&P menyebutkan investasi DIM pada pembangkit listrik tenaga sampah. Investasi ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025 yang bertujuan untuk membangun kerangka kelembagaan yang kuat dan transparan dalam pengelolaan sampah terpadu di Indonesia. Meskipun demikian, S&P tidak memproyeksikan mayoritas investasi DIM akan sepenuhnya diarahkan oleh arahan kebijakan pemerintah semata.
“Kami percaya DIM akan mempertahankan hubungan integralnya dengan pemerintah melalui BPI Danantara,” demikian seperti dikutip dari laporan S&P Global Ratings, menegaskan kembali sinergi antara DIM dan pemerintah.






