Perjuangan Dewi Perssik Jalani Hubungan Jarak Jauh dengan Putranya yang Pendidikan Militer

showbiz2 Dilihat

DermayuMagz.com – Menjalani hubungan jarak jauh dengan anak yang sedang menempuh pendidikan militer tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Dewi Perssik. Artis yang akrab disapa Depe ini harus pandai mengatur waktu agar tetap bisa berkomunikasi dengan putranya, Gabriel, yang memiliki jadwal padat.

Komunikasi yang terbatas menjadi salah satu kendala utama. Dewi Perssik mengaku hanya bisa melakukan panggilan video sesekali, biasanya di akhir pekan seperti Sabtu atau Minggu. Durasi komunikasi pun tidak lama, hanya beberapa menit hingga jam.

“Kalau LDR itu paling video call. Biasanya kalau dikasih sama kakak asuhnya itu biasanya hari Sabtu atau hari Minggu. Itu pun cuma berapa menit atau berapa jam,” ungkap Dewi Perssik saat ditemui di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/5/2026).

Meskipun singkat, kesempatan tersebut selalu dimanfaatkan Depe untuk memberikan dukungan moral dan doa kepada sang putra. Percakapan mereka umumnya seputar kegiatan harian dan pesan untuk menjaga kesehatan.

“Biasanya ya cukup bilangnya ya mama jaga kesehatan, aktivitas hari ini apa,” imbuhnya.

Sebagai seorang ibu, kekhawatiran Dewi Perssik sempat memuncak ketika mendengar kabar bahwa Gabriel harus menjalani perawatan medis intensif. Ia mengungkapkan bahwa putranya sempat jatuh sakit di tengah jadwal pendidikan yang sangat padat dan berat.

Kondisi Gabriel yang sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari akibat diare membuat Depe khawatir. Namun, ia bersyukur putranya kini telah pulih.

“Kayak kemarin ada berita yang tidak-tidak itu anakku sempat masuk rumah sakit tiga hari. Tapi alhamdulillah sekarang dia sudah sehat, ternyata dia diare mungkin makanan dan yang lain-lain,” jelas Depe.

Risiko yang Dihadapi Sang Anak

Dewi Perssik menyadari bahwa risiko jatuh sakit adalah hal yang wajar terjadi. Hal ini mengingat Gabriel tergabung dalam korps infanteri yang dikenal memiliki pelatihan fisik sangat keras.

Sebagai seorang ibu, ia hanya bisa memberikan dukungan terbaik agar mental sang anak tetap kuat dalam menghadapi kerasnya pendidikan militer.

“Kan soalnya kan Gabriel masuk ke infanteri jadi mungkin lebih keras jadi ya kayak gitulah,” ujarnya.

Sajian Hidangan untuk Anak dan Teman-temannya

Untuk membahagiakan hati sang putra dan teman-temannya yang sedang liburan, Dewi Perssik memilih untuk menyajikan hidangan sederhana di rumah. Ia lebih memilih mengumpulkan mereka di kediamannya daripada membiarkan putranya keluyuran di luar.

“Iya Tante tidak masak jadi mau masak. Aku bilang ‘Aku tidak masak sayang hari ini. Jadi sekarang Mama beli nasi Padang saja ya makan sama-sama’,” tuturnya.

Tenang Saat Anak di Rumah

Kehadiran teman-teman Gabriel di rumah memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Dewi Perssik. Ia merasa jauh lebih tenang ketika bisa mengawasi aktivitas putranya secara langsung di dalam rumah sendiri.

“Jadi alangkah lebih baik teman-temannya main ke rumahku daripada anakku yang main ke mana-mana gitu jadi aku senang,” pungkas Dewi Perssik.

Liputan6.com, Jakarta – Perkembangan industri drama China terus menghadirkan berbagai genre yang menarik perhatian penonton, mulai dari romansa, slice of life, hingga misteri dan dunia medis. Namun, tidak semua drama berkualitas mendapatkan apresiasi sebesar judul-judul populer yang sering menjadi perbincangan.

Padahal, banyak serial yang menawarkan cerita kuat, karakter berkesan, dan emosi yang mampu membuat penonton betah mengikuti setiap episodenya. Beberapa bahkan menyuguhkan tema yang lebih realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bagi Anda yang sedang mencari tontonan baru yang belum terlalu ramai dibahas, daftar berikut bisa menjadi pilihan. Berikut 13 rekomendasi drama China underrated yang layak masuk watchlist, seperti dilaporkan Liputan6.com pada Rabu (3/6).

1. Never Gone (2018)

Kisah ini bermula di masa SMA. Su Yun Jin adalah seorang siswi yang lembut dan pendiam, sementara Cheng Zheng justru kebalikan darinya. Ia jatuh cinta padanya dan mulai mendekatinya hingga mereka masuk perguruan tinggi, bahkan ketika mereka kuliah di universitas yang berbeda.

Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya mulai berpacaran. Namun, perbedaan latar belakang keluarga dan kepribadian mereka membuat mereka akhirnya berpisah. Beberapa tahun kemudian, Yun Jin telah membangun karier yang sukses dan Cheng Zheng muncul kembali dalam hidupnya.

2. Nothing But Thirty (2020)

Nothing But Thirty mengikuti kehidupan tiga wanita yang sama-sama memasuki usia 30 tahun dan harus menghadapi berbagai tekanan dalam karier, pernikahan, serta kehidupan pribadi. Drama ini menyoroti realitas perempuan perkotaan yang berusaha menemukan kebahagiaan di tengah tuntutan sosial dan tantangan hidup yang semakin kompleks.

Gu Jia adalah ibu rumah tangga cakap yang tampak memiliki kehidupan sempurna, tetapi harus menghadapi masalah dalam pernikahannya. Sementara itu, Wang Man Ni adalah perempuan ambisius yang selalu menginginkan kehidupan yang lebih baik, sedangkan Zhong Xiao Qin menjalani hidup sederhana namun menghadapi konflik rumah tangga akibat kurangnya komunikasi dengan suaminya. Melalui kisah ketiganya, drama ini menyajikan cerita yang realistis, emosional, dan penuh makna.

3. The Girls’ Lies (2020)

Shu Fei dan Lin Fei adalah sahabat karib. Selama masa kuliah, Qi Ran, seorang senior, menyukai Lin Fei, tetapi Lin Fei tidak membalas perasaannya. Khawatir Qi Ran akan patah hati, Shu Fei diam-diam bertukar surat dengannya atas nama Lin Fei.

Setelah lulus, mereka bekerja di perusahaan yang sama, di mana Shu Fei mulai menyukai rekan kerjanya, Lan Tian, sementara Qi Ran kembali bertemu dengan Lin Fei dan mengungkapkan perasaannya. Rahasia masa lalu akhirnya terungkap dan persahabatan diuji. Akhirnya, dengan dorongan dari Lan Tian, Shu Fei berhasil mengatasi tantangan tersebut, membuktikan dirinya, dan menemukan cinta serta kesuksesan karier.