Persiapan Khusus Timnas Brasil: Pesawat Tim Disiram Air Suci Jelang Piala Dunia 2026

bola4 Dilihat

Ritual Unik Timnas Brasil Sebelum Piala Dunia 2026: Pesawat Tim Disiram Air Berkah

Pesawat Timnas Brasil menjalani tradisi khusus sebelum terbang menuju Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026 di tengah kabar cedera Neymar.

OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 04 Juni 2026, 06:41 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarKiper Brasil #23 Ederson, penyerang Brasil #21, Matheus Cunha, penjaga gawang Brasil #01 John Victor, bek Brasil #03, Gabriel Magalhaes, gelandang Brasil #08, Bruno Guimaraes, penyerang Brasil #20, Estevao, gelandang Brasil #07, Vinicius Jr, gelandang Brasil #10, Rodrygo, bek Brasil #06, Alex Sandro, dan bek Brasil #04, Marquinhos, berpose untuk foto tim menjelang pertandingan persahabatan internasional antara Brasil dan Senegal di Stadion Emirates, London, pada 15 November 2025. (Ian Kington/AFP)

Liputan6.com, Jakarta – Skuad Timnas Brasil mengawali langkah mereka menuju kompetisi Piala Dunia 2026 lewat sebuah agenda yang unik. Menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat guna berlaga di turnamen sepak bola paling akbar sejagat itu, armada udara yang mengangkut rombongan Selecao memperoleh ritual penghormatan serta doa simbolis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro.

Agenda yang akrab disebut sebagai “baptisan pesawat” tersebut diselenggarakan tepat sebelum armada bertolak ke wilayah Newark, New Jersey. Sepanjang prosesi itu berlangsung, sepasang mobil pemadam kebakaran milik bandara menyemburkan air hingga memunculkan lengkungan raksasa di atas area landasan pacu, sementara burung besi tim nasional Brasil melaju di bawah lengkungan tersebut.

Kegiatan seremonial semacam ini tergolong familier pada industri kedirgantaraan dan umumnya diterapkan guna memperingati peristiwa krusial, misalnya penerbangan pertama suatu armada atau peresmian jalur penerbangan baru. Kendati demikian untuk momen kali ini, ritual itu diterapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus doa keselamatan bagi ekspedisi Brasil menuju turnamen dunia tersebut.

Berdasarkan kabar yang dipublikasikan, pengelola bandara telah melangsungkan komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) demi memperoleh persetujuan sebelum menyelenggarakan seremoni simbolis itu.

Ekspektasi Besar BrasilPerbesarPelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Timnas Brasil bertolak menuju Piala Dunia 2026 dengan memikul beban harapan yang teramat besar. Walaupun tetap menyandang status sebagai tim paling berjaya sepanjang sejarah kompetisi lewat raihan lima trofi juara dunia, Selecao telah terlampau lama tidak merasakan kembali momen mengangkat piala paling prestisius pada kancah sepak bola antarnegara tersebut.

Momen pamungkas ketika Brasil keluar sebagai juara dunia berlangsung pada pergelaran edisi 2002 silam di Korea Selatan dan Jepang. Kondisi itu mengindikasikan bahwa sudah 24 tahun terlewati tanpa ada torehan trofi anyar bagi skuad yang tersohor dengan gaya permainan indahnya ini.

Fase persiapan menuju kejuaraan ini pun tidak berjalan sepenuhnya tanpa hambatan. Kedudukan Brasil pada turnamen kali ini tidak ditempatkan sebagai kandidat teratas peraih juara, dengan demikian mereka diwajibkan menyajikan performa yang stabil sejak babak penyisihan grup apabila berambisi menyudahi periode panjang tanpa gelar tersebut.

Lanjut Baca:

Menjelang bergulirnya petualangan di Piala Dunia, Brasil diagendakan melakoni satu pertandingan uji coba pemungkas menghadapi Mesir. Laga pemanasan tersebut rencananya bakal digelar pada tanggal 6 Juni bertempat di Huntington Bank Field, Cleveland, Ohio.
Selepas laga tersebut, perhatian tim akan beralih sepenuhnya pada persaingan di babak grup. Brasil yang menempati Grup C dijadwalkan melakoni pertandingan pertama mereka melawan Maroko pada tanggal 13 Juni di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanNegaraBrasil merupakan salah satu negara yang terpadat di Amerika Serikat.Lihat SelengkapnyaBrasil

  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Timnas Brasil
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Carlo Ancelotti
  • Ritual Unik Timnas Brasil Sebelum Piala Dunia 2026: Pesawat Tim Disiram Air Berkah

    Pesawat Timnas Brasil menjalani tradisi khusus sebelum terbang menuju Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026 di tengah kabar cedera Neymar.

    OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 04 Juni 2026, 06:41 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarKiper Brasil #23 Ederson, penyerang Brasil #21, Matheus Cunha, penjaga gawang Brasil #01 John Victor, bek Brasil #03, Gabriel Magalhaes, gelandang Brasil #08, Bruno Guimaraes, penyerang Brasil #20, Estevao, gelandang Brasil #07, Vinicius Jr, gelandang Brasil #10, Rodrygo, bek Brasil #06, Alex Sandro, dan bek Brasil #04, Marquinhos, berpose untuk foto tim menjelang pertandingan persahabatan internasional antara Brasil dan Senegal di Stadion Emirates, London, pada 15 November 2025. (Ian Kington/AFP)

    Menjelang bergulirnya petualangan di Piala Dunia, Brasil diagendakan melakoni satu pertandingan uji coba pemungkas menghadapi Mesir. Laga pemanasan tersebut rencananya bakal digelar pada tanggal 6 Juni bertempat di Huntington Bank Field, Cleveland, Ohio.

    Selepas laga tersebut, perhatian tim akan beralih sepenuhnya pada persaingan di babak grup. Brasil yang menempati Grup C dijadwalkan melakoni pertandingan pertama mereka melawan Maroko pada tanggal 13 Juni di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

    Kondisi NeymarPerbesarPemain Brasil, Neymar, mengontrol bola saat melawan Peru pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL, Rabu, (13/9/2023). Tim Samba menang dengan skor tipis 1-0. (AP Photo/Martin Mejia)

    Di sisi lain, informasi yang kurang berpihak datang mengenai situasi kebugaran Neymar. Pemain lini serang yang memegang rekor sebagai pencetak gol tersubur sepanjang sejarah Timnas Brasil tersebut dikonfirmasi belum dapat membantu tim dalam periode dekat ini lantaran dibekap masalah cedera betis.

    Tenaga medis tim, Rodrigo Lasmar, memberikan penjelasan bahwa Neymar menderita gangguan cedera betis level dua dan diprediksi memerlukan durasi pemulihan berkisar antara dua sampai tiga pekan ke depan sebelum dipastikan bugar total untuk merumput kembali.

    Kehilangan sosok Neymar pastinya menjadi sebuah kerugian masif bagi Brasil, terlebih bila menilik faktor kematangan serta kompetensinya di level global. Walaupun begitu, tim asuhan Brasil tetap menaruh asa dapat memulai kompetisi lewat perolehan poin penuh sembari menanti proses pemulihan sang pemain bintang hingga pulih total.

    Berbekal serangkaian tradisi penuh pesan optimis yang mengiringi lepas landas mereka dari Rio de Janeiro, Brasil saat ini bersiap merajut kisah baru demi misi mengklaim kembali takhta juara dunia yang terakhir kali mereka rasakan lebih dari dua dekade lalu.

    Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanNegaraBrasil merupakan salah satu negara yang terpadat di Amerika Serikat.Lihat SelengkapnyaBrasil

  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Timnas Brasil
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Carlo Ancelotti
  • Ritual Unik Timnas Brasil Sebelum Piala Dunia 2026: Pesawat Tim Disiram Air Berkah

    Pesawat Timnas Brasil menjalani tradisi khusus sebelum terbang menuju Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026 di tengah kabar cedera Neymar.

    OlehRichard Andreas LuturmasDiterbitkan 04 Juni 2026, 06:41 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarKiper Brasil #23 Ederson, penyerang Brasil #21, Matheus Cunha, penjaga gawang Brasil #01 John Victor, bek Brasil #03, Gabriel Magalhaes, gelandang Brasil #08, Bruno Guimaraes, penyerang Brasil #20, Estevao, gelandang Brasil #07, Vinicius Jr, gelandang Brasil #10, Rodrygo, bek Brasil #06, Alex Sandro, dan bek Brasil #04, Marquinhos, berpose untuk foto tim menjelang pertandingan persahabatan internasional antara Brasil dan Senegal di Stadion Emirates, London, pada 15 November 2025. (Ian Kington/AFP)

    Liputan6.com, Jakarta – Skuad Timnas Brasil mengawali langkah mereka menuju kompetisi Piala Dunia 2026 lewat sebuah agenda yang unik. Menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat guna berlaga di turnamen sepak bola paling akbar sejagat itu, armada udara yang mengangkut rombongan Selecao memperoleh ritual penghormatan serta doa simbolis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro.

    Agenda yang akrab disebut sebagai “baptisan pesawat” tersebut diselenggarakan tepat sebelum armada bertolak ke wilayah Newark, New Jersey. Sepanjang prosesi itu berlangsung, sepasang mobil pemadam kebakaran milik bandara menyemburkan air hingga memunculkan lengkungan raksasa di atas area landasan pacu, sementara burung besi tim nasional Brasil melaju di bawah lengkungan tersebut.

    Kegiatan seremonial semacam ini tergolong familier pada industri kedirgantaraan dan umumnya diterapkan guna memperingati peristiwa krusial, misalnya penerbangan pertama suatu armada atau peresmian jalur penerbangan baru. Kendati demikian untuk momen kali ini, ritual itu diterapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus doa keselamatan bagi ekspedisi Brasil menuju turnamen dunia tersebut.

    Berdasarkan kabar yang dipublikasikan, pengelola bandara telah melangsungkan komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) demi memperoleh persetujuan sebelum menyelenggarakan seremoni simbolis itu.

    Ekspektasi Besar BrasilPerbesarPelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

    Timnas Brasil bertolak menuju Piala Dunia 2026 dengan memikul beban harapan yang teramat besar. Walaupun tetap menyandang status sebagai tim paling berjaya sepanjang sejarah kompetisi lewat raihan lima trofi juara dunia, Selecao telah terlampau lama tidak merasakan kembali momen mengangkat piala paling prestisius pada kancah sepak bola antarnegara tersebut.

    Momen pamungkas ketika Brasil keluar sebagai juara dunia berlangsung pada pergelaran edisi 2002 silam di Korea Selatan dan Jepang. Kondisi itu mengindikasikan bahwa sudah 24 tahun terlewati tanpa ada torehan trofi anyar bagi skuad yang tersohor dengan gaya permainan indahnya ini.

    Fase persiapan menuju kejuaraan ini pun tidak berjalan sepenuhnya tanpa hambatan. Kedudukan Brasil pada turnamen kali ini tidak ditempatkan sebagai kandidat teratas peraih juara, dengan demikian mereka diwajibkan menyajikan performa yang stabil sejak babak penyisihan grup apabila berambisi menyudahi periode panjang tanpa gelar tersebut.

    Menjelang bergulirnya petualangan di Piala Dunia, Brasil diagendakan melakoni satu pertandingan uji coba pemungkas menghadapi Mesir. Laga pemanasan tersebut rencananya bakal digelar pada tanggal 6 Juni bertempat di Huntington Bank Field, Cleveland, Ohio.

    Selepas laga tersebut, perhatian tim akan beralih sepenuhnya pada persaingan di babak grup. Brasil yang menempati Grup C dijadwalkan melakoni pertandingan pertama mereka melawan Maroko pada tanggal 13 Juni di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

    Kondisi NeymarPerbesarPemain Brasil, Neymar, mengontrol bola saat melawan Peru pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONMEBOL, Rabu, (13/9/2023). Tim Samba menang dengan skor tipis 1-0. (AP Photo/Martin Mejia)

    Di sisi lain, informasi yang kurang berpihak datang mengenai situasi kebugaran Neymar. Pemain lini serang yang memegang rekor sebagai pencetak gol tersubur sepanjang sejarah Timnas Brasil tersebut dikonfirmasi belum dapat membantu tim dalam periode dekat ini lantaran dibekap masalah cedera betis.

    Tenaga medis tim, Rodrigo Lasmar, memberikan penjelasan bahwa Neymar menderita gangguan cedera betis level dua dan diprediksi memerlukan durasi pemulihan berkisar antara dua sampai tiga pekan ke depan sebelum dipastikan bugar total untuk merumput kembali.

    Kehilangan sosok Neymar pastinya menjadi sebuah kerugian masif bagi Brasil, terlebih bila menilik faktor kematangan serta kompetensinya di level global. Walaupun begitu, tim asuhan Brasil tetap menaruh asa dapat memulai kompetisi lewat perolehan poin penuh sembari menanti proses pemulihan sang pemain bintang hingga pulih total.

    Berbekal serangkaian tradisi penuh pesan optimis yang mengiringi lepas landas mereka dari Rio de Janeiro, Brasil saat ini bersiap merajut kisah baru demi misi mengklaim kembali takhta juara dunia yang terakhir kali mereka rasakan lebih dari dua dekade lalu.

    Show AllRichard Andreas LuturmasTim RedaksiShareCopy LinkBatalkanNegaraBrasil merupakan salah satu negara yang terpadat di Amerika Serikat.Lihat SelengkapnyaBrasil

  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Timnas Brasil
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Carlo Ancelotti