DermayuMagz.com – Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Ishak Razak, menekankan pentingnya pemerintah untuk segera memulihkan kepercayaan pasar. Hal ini menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus level baru.
Menurut Ishak, menjaga optimisme para pelaku pasar agar tetap berinvestasi di pasar domestik merupakan prioritas utama. Hal ini krusial untuk mencegah arus modal keluar (capital outflow) yang semakin deras, terutama di pasar saham.
Ia menambahkan bahwa investor di pasar modal, baik di bursa saham maupun Surat Berharga Negara (SBN), sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. Fluktuasi yang terjadi di sektor ini memiliki dampak signifikan.
Ishak juga mengimbau pemerintah untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan yang berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan. Ia mencontohkan kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang dinilai dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi investor.
Pemerintah disarankan untuk tidak lagi mengumumkan kebijakan serupa di masa mendatang. Kebijakan yang dianggap mengganggu dapat menambah ketidakpercayaan dan ketidakstabilan pasar.
Genjot Ekspor
Lebih lanjut, Ishak menyarankan agar pemerintah fokus pada peningkatan pasokan dolar di pasar domestik. Salah satu caranya adalah dengan menggenjot sektor ekspor, termasuk komoditas tambang mineral dan batu bara yang kini memiliki kebijakan hilirisasi.
Ia menyoroti pembatasan produksi nikel dan batu bara yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Kebijakan ini perlu ditinjau ulang agar tidak menghambat potensi ekspor.
Jika ada peluang untuk meningkatkan ekspor melalui relaksasi kebijakan, hal ini diharapkan dapat memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Dengan demikian, pasokan dolar di dalam negeri akan semakin kuat, terutama dari sektor riil.






