KRL Beroperasi Kembali Setelah Kebakaran di Dekat Jalur Rel Tanah Abang Padam

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Tanah Abang-Duri kini telah kembali normal. Sebelumnya, operasional KRL sempat terganggu akibat adanya insiden kebakaran di permukiman warga yang berdekatan dengan jalur rel pada Jumat (5/6) pagi.

KAI Commuter Line menginformasikan bahwa proses pemadaman api telah selesai dilakukan. Dengan demikian, jalur yang terdampak kini sudah dapat dilalui kembali oleh KRL.

“Kebakaran di area permukiman warga yang berada di sekitar jalur rel antara Stasiun Tanah Abang–Duri telah selesai proses pemadaman. Perjalanan Commuter Line di lokasi tersebut sudah dapat kembali dilalui,” demikian keterangan resmi dari KAI Commuter.

Meskipun jalur sudah bisa dilalui, KAI Commuter memohon maaf atas keterlambatan yang terjadi. Saat ini, tim masih berupaya mengurai kepadatan perjalanan yang sempat menumpuk di lintas tersebut.

Insiden kebakaran ini memang menimbulkan dampak signifikan terhadap jadwal perjalanan KRL. Sejumlah penumpang melaporkan adanya keterlambatan dalam keberangkatan mereka.

Salah satu penumpang, Lenyovia Witandari (25), menuturkan bahwa ia telah berada di stasiun sejak pukul 06.07 WIB. KRL yang seharusnya ia naiki tertahan dan belum dapat melanjutkan perjalanan.

“Tadi saya datang dari jam 06.07 WIB, sudah ada kereta Kampung Bandan via Manggarai, tapi masih tertahan, belum jalan,” ungkap Lenyovia saat berada di Stasiun Tambun.

Keterlambatan ini menyebabkan kepadatan penumpang di beberapa stasiun. Informasi yang diterima penumpang melalui pengumuman di stasiun menyebutkan bahwa KRL masih tertahan di Stasiun Bekasi dan Cakung.

Lenyovia, yang biasanya berangkat pagi untuk tiba di kantornya di Jakarta Barat tepat waktu, harus menunggu lebih lama dari biasanya. Ia berharap insiden ini tidak membuatnya terlambat masuk kerja.

“Masuk 08.30 WIB, cuma kan di sana pasti macet, makanya jalan pagi. Insya Allah, ga telat, aman. Namanya insiden, kita tidak ada yang tahu,” ujarnya.

Penumpang lain, Nur (32), terpaksa harus meminta izin terlebih dahulu ke kantornya. Ia memperkirakan akan datang terlambat karena KRL yang tertahan.

“Ini saya baru bisa jalan, KRL masih tertahan juga mau masuk ke Bekasi, sedangkan kantor di Jakarta Selatan, masuk jam 07.00 WIB. Jadi, saya izin dulu ada gangguan KRL, pasti datangnya jadi terlambat,” kata Nur.

Insiden kebakaran di dekat jalur rel memang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna transportasi publik seperti KRL. Pihak KAI Commuter selalu berupaya meminimalkan dampak dan memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

KAI Commuter juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api, termasuk membuang sampah atau benda lain ke jalur rel.

Dengan normalnya kembali operasional KRL, diharapkan aktivitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi ini dapat kembali berjalan lancar tanpa adanya hambatan lebih lanjut.