DermayuMagz.com – Wuling Eksion, SUV elektrifikasi terbaru dari Wuling Motors, dilaporkan lebih diminati konsumen Indonesia dalam varian mobil listrik murni (EV) dibandingkan dengan varian plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Sejak peluncurannya, Wuling Eksion telah berhasil mencatatkan pemesanan sebanyak 1.500 unit, dengan hampir 1.000 unit di antaranya telah terkirim kepada konsumen.
Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, mengungkapkan bahwa tren penjualan menunjukkan dominasi varian EV. “Ya EV 70 persen, dan PHEV 30 persen. Jadi, memang masih (besar) yang EV,” ujarnya saat acara media test drive Wuling Eksion di Purwokerto, Jawa Tengah.
Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab lebih larisnya varian EV Wuling Eksion. Salah satunya adalah persepsi masyarakat terhadap merek Wuling.
Gomgom menjelaskan bahwa Wuling dikenal sebagai salah satu produsen yang gencar meluncurkan kendaraan listrik murni. Hal ini membuat konsumen secara otomatis mengasosiasikan Wuling dengan mobil listrik.
“Jadi, ketika kita hadirkan yang EV, maka orang akan berpikir ya kalau Wuling beli EV. Jadi, lebih ke top of mind dari masyarakat sebenarnya,” tegas Gomgom.
Fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi pada Wuling Eksion. Hal serupa juga terlihat pada model Wuling Darion, di mana varian EV juga lebih mendominasi penjualan.
“Ini juga sama seperti Darion, 80 persen ini EV dan 20 persennya PHEV,” tukas Gomgom.
Dari segi dimensi, Wuling Eksion dirancang sebagai SUV tiga baris yang lapang. Kendaraan ini memiliki panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.755 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.810 mm.
Dimensi yang cukup besar ini memberikan ruang kabin yang lega untuk penumpang di ketiga baris, sekaligus berkontribusi pada stabilitas saat berkendara.
Kenyamanan penumpang juga didukung oleh penggunaan suspensi McPherson di bagian depan dan suspensi multi-link independent di bagian belakang.
Spesifikasi Wuling Eksion
Untuk varian Plug-in Hybrid (PHEV), Wuling Eksion dibekali mesin 1.5L dedicated hybrid engine yang dikombinasikan dengan motor listrik. Sistem ini menggunakan transmisi khusus hybrid (DHT).
Mesin konvensionalnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 hp dengan torsi 130 Nm. Sementara itu, motor listriknya menyumbang tenaga 195 hp dengan torsi 230 Nm.
Dukungan baterai berkapasitas 20,5 kWh pada varian PHEV ini diklaim mampu memberikan jangkauan gabungan lebih dari 1.000 km, berdasarkan pengujian standar CLTC.






