Perkuat Diplomasi Global, Jember-Jinhua Jalin Kerja Sama Sister City Lebih Bermakna

News6 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi menjalin hubungan Sister City dengan Kota Jinhua di China. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama internasional Jember ke berbagai sektor penting.

Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, investasi, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan di Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyambut langsung delegasi dari China. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Konsul Jenderal Republik Rakyat China di Surabaya, Ye Su, dan Wakil Ketua Komite Konferensi Konsultatif Politik Kota Jinhua, Yang Jian Ming.

“Selamat datang di Kabupaten Jember dan semoga Bapak Ibu semua bisa betah di Jember dan bisa kembali lagi ke Kota Jember tercinta ini,” ujar Gus Fawait dalam sambutannya.

Dalam presentasinya yang berlangsung sekitar 18 menit, Gus Fawait memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Jember. Ia menekankan bahwa kerja sama ini memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung oleh kekuatan ekonomi dan sumber daya yang saling melengkapi.

Gus Fawait mengutip pepatah santri, “Uthlubul ilma walau bish-shiin,” yang berarti menuntut ilmu walau sampai ke negeri China. Hal ini menunjukkan semangat Jember untuk terus belajar dan berinovasi melalui kerja sama internasional.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Jember memiliki potensi besar yang dapat menjadi fondasi kuat bagi kerja sama internasional.

Dengan populasi mencapai 2,6 juta jiwa, Jember memiliki keunggulan signifikan di sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, dan industri kreatif. Sektor pertanian Jember telah menghasilkan komoditas unggulan seperti jagung, kopi robusta, edamame, okra, tembakau, dan cerutu yang bahkan telah menembus pasar ekspor.

Potensi sumber daya alam ini diperkuat oleh kekuatan dunia pendidikannya. Jember menjadi rumah bagi berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan lembaga pesantren yang berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, Gus Fawait berharap kerja sama dengan Jinhua tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi. Ia ingin agar status Sister City ini dimanfaatkan untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Sektor-sektor yang diharapkan dapat berkembang melalui kerja sama ini meliputi pendidikan, kesehatan, perdagangan, investasi, pengembangan UMKM, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi.

“Jadi bukan hanya Sister City, tapi Sister University, Sister School, maupun Sister Hospital yang bisa memperkuat hubungan masyarakat kedua kota sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelas Gus Fawait.

Langkah strategis Bupati Jember ini mendapatkan apresiasi positif dari para akademisi. Guru Besar Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, Agus Trihartono, menilai bahwa kota-kota kini memiliki peran yang semakin krusial dalam membangun kerja sama lintas negara.

“Dan saya kira hubungan Indonesia dan Tiongkok akan menjadi salah satu hubungan paling penting di Asia pada abad ke-21,” ujar Agus. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini merupakan investasi kepercayaan jangka panjang.

Agus memprediksi bahwa hasil dari hubungan yang dirawat dengan baik ini baru akan terlihat dampaknya di masa depan, bahkan mungkin setelah masa pemerintahan Bupati Fawait berakhir. “Hubungan yang dirawat baik sering kali baru menunjukkan nilainya lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun kemudian,” tegasnya.

Sementara itu, Irfan Kharisma Putra, seorang akademisi dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, berpendapat bahwa kedatangan delegasi dari China ke Jember membawa pesan yang lebih luas bagi publik.

Menurut Irfan, kehadiran delegasi China menunjukkan bahwa Jember mulai diperhitungkan sebagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi, pertanian modern, industri kreatif, pariwisata, serta sumber daya manusia yang memiliki daya saing global.

“Ini adalah pengakuan bahwa Jember mulai diperhitungkan. Pengakuan bahwa Jember memiliki sesuatu yang menarik untuk ditawarkan kepada dunia,” pungkas Irfan.