Jakarta Tergantung pada Kawasan Aglomerasi: Kata Bima Arya

News2 Dilihat

DermayuMagz.com – Masa depan ibu kota negara, Jakarta, sangat bergantung pada pendekatan kawasan aglomerasi. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa berbagai persoalan kompleks yang dihadapi Jakarta, seperti banjir, kemacetan, dan pengelolaan sampah, hanya dapat diatasi melalui kerja sama lintas wilayah yang terintegrasi.

Bima Arya menjelaskan bahwa semakin besar suatu kawasan metropolitan, semakin besar pula kebutuhan akan otoritas dan kewenangan yang jelas. Oleh karena itu, Jakarta dan daerah penyangganya harus dilihat sebagai satu kesatuan dalam setiap perencanaan pembangunan.

“Semakin besar kawasan metropolitan, maka semakin besar kebutuhan untuk kewenangan otoritas yang jelas, sehingga masa depan Jakarta tidak bisa dipisahkan dari konteks aglomerasi,” ujar Bima saat acara Urban Talks Jakarta Future Festival di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kawasan aglomerasi Jakarta yang meliputi Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi kini memiliki populasi mencapai 41,9 juta jiwa. Angka ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu kawasan megapolitan terbesar di dunia, bahkan melampaui populasi metropolitan Tokyo maupun Dhaka.

Kawasan Jakarta dan sekitarnya memegang peran strategis bagi perekonomian nasional, berkontribusi sebesar 16,71 persen. Namun, penanganan masalah perkotaan seringkali terhambat oleh fragmentasi kewenangan antarwilayah. Hal ini menyebabkan perbedaan prioritas pembangunan, agenda politik, dan penganggaran.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah sedang mendorong penguatan peran Dewan Kawasan Aglomerasi. Lembaga ini diharapkan menjadi wadah koordinasi lintas daerah yang efektif. Melalui dewan ini, layanan publik yang bersifat regional dapat dikelola secara lebih terpadu.

“Dewan Aglomerasi ini nanti bisa fokus pada isu-isu spesifik, ada badan yang ngurusi soal sampah, ada badan yang ngurusi soal transportasi, soal air minum, dan lain-lain,” jelas Bima.

Selain penguatan tata kelola kawasan, Bima Arya juga mengapresiasi kolaborasi yang berkembang di Jakarta. Ia menilai penyelenggaraan acara olahraga dan pariwisata berskala internasional menjadi modal penting dalam membangun identitas Jakarta sebagai kota global.

“Dua event ini menggambarkan Jakarta on the right track untuk menjadi kota modern dalam menjemput usia ke-5 abad,” pungkasnya.