Presiden KSPSI Buka Suara Soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet

News5 Dilihat

DermayuMagz.com – Munculnya kabar mengenai potensi perombakan kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menarik perhatian publik. Terlebih, beredar informasi bahwa beberapa tokoh dari kalangan buruh juga mendapat tawaran untuk bergabung dalam Kabinet Merah Putih.

Salah satu nama yang santer disebut akan masuk kabinet adalah Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Ia dikabarkan bakal segera bergabung dengan jajaran pemerintahan Presiden Prabowo.

Kabar ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, yang memberikan sinyal bahwa Said Iqbal memang akan masuk ke Kabinet Merah Putih. Prasetyo menyebutkan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pembahasan.

“Sedang kita diskusikan,” ujar Prasetyo ketika ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Namun, keterlibatan tokoh buruh dalam pemerintahan bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, juga pernah menerima tawaran untuk bergabung dengan kabinet sejak era Presiden Joko Widodo.

Ia bahkan sempat mendapat tawaran di era Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin sebuah Dewan Kesejahteraan Buruh yang setingkat menteri. Meski demikian, Andi Gani secara konsisten memilih untuk tetap berada di luar kabinet.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen serikat pekerja dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penyeimbangan terhadap Pemerintah. Ia mengakui bahwa tawaran untuk bergabung ke dalam lingkaran pemerintahan memang pernah datang, bahkan bukan kali pertama.

“Hubungan saya dengan Presiden Prabowo terjalin sangat baik. Saya juga menjelaskan kepada Presiden Prabowo soal pilihan saya untuk tetap memilih sebagai Presiden Buruh dan tetap mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto,” ungkap Andi Gani di Jakarta, seperti dikutip pada Minggu, 7 Juni 2026.

Tetap Apresiasi dan Dukung

Meskipun dirinya menolak tawaran tersebut, Andi Gani tetap memberikan apresiasi dan dukungan kepada rekan seperjuangannya yang memutuskan untuk bergabung dengan kabinet.

Ia berharap semangat perjuangan kaum buruh tidak akan luntur meskipun berada di dalam sistem pemerintahan. Hal ini penting agar aspirasi dan hak-hak pekerja tetap dapat diperjuangkan.

“Saya lebih memilih jalan perjuangan sebagai Pemimpin Buruh. Saya mendoakan teman-teman buruh yang masuk di dalam Pemerintahan untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh,” jelas Andi Gani.

Diketahui, kedekatan antara Andi Gani dengan Presiden Prabowo Subianto bukanlah hal yang baru. Andi Gani kerap terlihat mendampingi Prabowo dalam berbagai acara besar yang berkaitan dengan isu perburuhan. Contohnya adalah perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, serta acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur.

Sementara itu, tokoh buruh lainnya, Jumhur Hidayat, telah lebih dahulu masuk ke dalam struktur pemerintahan. Baru-baru ini, ia dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Masuknya sejumlah tokoh buruh ke dalam lingkaran pemerintahan ini dinilai sebagai sebuah sinyal positif. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya representasi kalangan pekerja dalam proses pengambilan kebijakan nasional di era kepemimpinan Presiden Prabowo.

Bocoran Said Iqbal soal Jabatan Barunya di Kabinet Prabowo

Sebelumnya, Presiden Partai Buruh Said Iqbal memang telah santer dikabarkan akan segera bergabung dengan kabinet Presiden Prabowo Subianto. Menanggapi isu tersebut, Said Iqbal belum memberikan komentar secara rinci dan meminta publik untuk menunggu pengumuman resmi dari presiden.

“Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden,” ujar Said saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat, 5 Juni 2026.

Terkait posisi yang akan diembannya di kabinet, Said memperkirakan jabatannya akan berkaitan erat dengan isu ketenagakerjaan. Hal ini mengingat latar belakang dan fokus perjuangannya selama ini.

“Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan,” katanya.

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kembali memberikan sinyal bahwa Said Iqbal berpotensi besar untuk bergabung dengan Kabinet Merah Putih. Menurut Prasetyo, proses pembahasan mengenai hal ini masih terus berjalan.

“Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 4 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa posisi yang rencananya akan diberikan kepada Said Iqbal kemungkinan besar akan terkait dengan isu-isu buruh dan tenaga kerja. Namun, ketika ditanya lebih lanjut apakah Said akan ditempatkan di Kementerian Ketenagakerjaan atau di sebuah Dewan Buruh, Prasetyo enggan memberikan jawaban yang lebih pasti.

“Kemungkinan berkaitan dengan perjuangan beliau selama ini, yaitu buruh dan tenaga kerja,” jelasnya.

Prasetyo juga belum memberikan informasi mengenai kapan tepatnya Presiden Prabowo Subianto akan melakukan pelantikan Said Iqbal. Ia kembali meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari pihak Istana.

“Nanti tunggu informasi,” ucap Prasetyo.