Basri, Gunadi Temui Prabowo, Ada Apa dengan Kursi Menkeu?

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Spekulasi mengenai perombakan kabinet kembali berhembus kencang belakangan ini. Fokus perhatian tertuju pada posisi Menteri Keuangan, yang santer dikabarkan akan mengalami pergantian. Isu ini muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menyusul isu tersebut, dua nama besar di dunia ekonomi dan keuangan Indonesia disebut-sebut berpotensi menduduki kursi Menteri Keuangan. Keduanya adalah Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Muhammad Chatib Basri, dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Keduanya dikabarkan akan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Chatib Basri memiliki rekam jejak sebagai Menteri Keuangan pada periode 2013-2014. Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri. Latar belakang mereka yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan membuat keduanya menjadi kandidat yang diperhitungkan.

Kabar mengenai potensi pergantian Menteri Keuangan semakin menguat setelah Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin terlihat mendatangi Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Prabowo pada Selasa (9/6/2026). Chatib Basri tiba di Istana hampir bersamaan dengan Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan.

“Mau ketemu kan, iya (bertemu Pak Presiden),” ujar Chatib Basri saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa kemarin. Namun, Chatib Basri memilih untuk tidak merinci agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo.

“Tanya Pak Luhut. Tuh ada, ramai-ramai kok (bersama anggota DEN),” tambahnya. Ia juga enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait namanya yang disebut-sebut akan mengisi posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Chatib Basri juga membantah bahwa kepulangannya ke Indonesia terkait dengan isu penawaran posisi Menteri Keuangan.

Ia menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo dilakukan bersama dengan Luhut Binsar Panjaitan dan anggota DEN lainnya. “Sama Pak Luhut, bareng,” tegas Chatib Basri.

Bantahan Budi Gunadi Sadikin

Senada dengan Chatib Basri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga membantah rumor yang menyebutkan dirinya akan ditunjuk sebagai Menteri Keuangan. Bantahan ini disampaikan Budi Gunadi usai menjalani pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa lalu.

“Apa? Itu kan kata situ,” ujar Budi Gunadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam. Ia memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih jauh mengenai isu pergantian Menteri Keuangan.

Budi Gunadi menegaskan bahwa saat ini ia masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Kesehatan. “Sekarang masih jadi Menkes,” katanya. Ia menambahkan, “Sudah jadi menteri. Sudah jadi menteri.”

Beri Masukan Terkait Ekonomi

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, juga memberikan klarifikasi terkait pertemuan Presiden Prabowo dengan Chatib Basri. Menurutnya, pertemuan tersebut murni bertujuan untuk menerima masukan mengenai strategi pertumbuhan ekonomi. Ia membantah bahwa pertemuan tersebut berkaitan dengan rencana pergantian Menteri Keuangan.

“Menurut saya pertemuan tadi adalah pure memberikan masukan soal bagaimana kemudian menambah pertumbuhan ekonomi. Saya tadi sudah konfirmasi, tidak ada kemudian pembicaraan-pembicaraan lain,” jelas Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Ia menambahkan, “Memang 1-2 hari ini ada isu-isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tapi tadi saya sudah konfirmasi, pertemuan hari ini adalah murni menerima masukan dari Dewan Ekonomi Nasional yang diketuai oleh Pak Luhut dan Pak Chatib Basri sebagai anggotanya, demikian.”

Dasco menjelaskan bahwa pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Chatib Basri adalah untuk membahas dan memberikan masukan kepada presiden terkait strategi pertumbuhan ekonomi. “Bahwa pertemuan tadi Luhut sebagai dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Chatib Basri itu sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional. Jadi, Dewan Ekonomi Nasional hari ini memberikan masukan-masukan kepada Presiden mengenai hal yang berkaitan dengan strategi-strategi pertumbuhan ekonomi,” papar Dasco.

Penjelasan Istana

Beberapa hari sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga telah angkat bicara mengenai isu reshuffle kabinet. Ia membantah rumor yang menyebutkan Istana mempertimbangkan pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurut Prasetyo Hadi, isu tersebut tidak memiliki dasar dan tidak pernah masuk dalam agenda pemerintah.

“Lho siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti,” ujar Prasetyo di Kompleks DPR RI pada Sabtu pekan lalu. Ia menegaskan bahwa pemerintah berulang kali telah membantah isu tersebut.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini bukanlah pergantian pejabat, melainkan penguatan koordinasi antarotoritas yang bertanggung jawab mengelola perekonomian nasional. “Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada. Justru sekali lagi kita harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas apa, yang mengelola ekonomi,” katanya.

Prasetyo Hadi menambahkan bahwa pertemuan antara pemerintah dan DPR pada Sabtu, 6 Juni 2026, merupakan tindak lanjut dari upaya memperkuat sinergi kebijakan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan yang berkembang. Ia menekankan bahwa kondisi saat ini menuntut kerja sama yang lebih erat antarlembaga. “Dan hari ini adalah tindak lanjut. Tindak lanjut memang dalam situasi yang seperti sekarang intensitas harus diperkuat, kerjasama harus dipererat,” ujarnya kala itu.

Purbaya Ikut Membantah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga telah membantah isu mengenai dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan hanya merupakan kabar yang tidak berdasar.

Bahkan, Purbaya sempat melontarkan candaan bahwa dirinya lebih menyukai langkah maju daripada mundur. “Mundur? Saya sukanya maju. Jadi nggak, itu gimana ya? Saya nggak tahu gosip itu dari mana mulai timbul. Itu masif disebar ke semua media kayaknya ya. Saya itu orangnya nggak suka mundur, saya sukanya maju,” ungkap Purbaya dalam sebuah konferensi pers APBN Kita.

Purbaya mengungkapkan bahwa ia telah membaca berbagai informasi yang beredar terkait isu pengunduran dirinya. Menurutnya, sebagian informasi yang beredar memang akurat, namun ada pula yang dipelintir sehingga menimbulkan persepsi yang keliru. “Saya juga baca tuh selembarannya yang kertas putih itu. Itu sebagian informasinya betul, tapi sebagian juga salah. Jadi ada orang pintar yang men-twist informasi di situ, jadi kelihatannya betul karena di setiap kertas kalimat di situ saya ikut rapatnya dengan bapak presiden, tapi sebagian di-twist,” terangnya.

Menurut Purbaya, isu tersebut kemungkinan sengaja disebarkan untuk memengaruhi sentimen pasar. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dan mengikuti arahan Presiden. “Ya seru lah buat guncang-guncang pasar kali. Tapi nggak, kita ikut perintah bapak presiden terus. Jadi komitmennya kuat, maju terus, mundur juga maju kita hahaha,” pungkas Purbaya.