DermayuMagz.com – Sinetron “Beri Cinta Waktu” kembali menghadirkan episode terbaru yang penuh drama dan ketegangan. Pada Rabu, 10 Juni 2026, penonton akan disuguhkan alur cerita yang semakin menarik pukul 20.00 WIB, eksklusif di SCTV.
Episode kali ini akan menampilkan momen krusial di mana Andra dan Ara secara tidak sengaja mendapati diri mereka terjebak dalam sebuah ruangan. Situasi ini sontak menimbulkan kekhawatiran besar bagi Trian, yang segera panik mencari keberadaan Ara.
Kecemasan Trian semakin menjadi-jadi mengingat Ara belum juga ditemukan. Ia khawatir akan terjadi hal buruk yang menimpa Ara. Namun, kekhawatiran Trian tidak sepenuhnya terbagi oleh Cassandra.
Cassandra berupaya menenangkan Trian dengan mengingatkan bahwa Ara sudah cukup dewasa. Menurutnya, Ara mampu menjaga diri dan berhak menentukan ke mana ia ingin pergi. Pernyataan Cassandra ini justru membuat Trian semakin kesal.
Bagi Trian, kekhawatiran yang ia rasakan adalah respons yang wajar. Perbedaan pandangan ini menciptakan ketegangan di antara keduanya.
Di sisi lain, perhatian Rama masih tertuju pada Naura. Meskipun ia memilih untuk menjaga jarak, Rama secara diam-diam terus memantau kondisi Naura dari kejauhan. Ia belum bisa merasa tenang sebelum memastikan Naura dalam keadaan baik.
Perasaan peduli yang masih tersisa membuat Rama terus mengawasi setiap perkembangan yang berkaitan dengan Naura. Ia ingin memastikan tidak ada masalah yang menimpanya.
Sementara itu, Samsul menjalankan tugasnya dengan cermat mengamati pergerakan beberapa individu penting. Ia menyaksikan sebuah pertemuan yang melibatkan Andra, Reno, dan Lusi.
Menyadari potensi informasi berharga dari pertemuan tersebut, Samsul segera melaporkan temuannya kepada Trian. Hal ini menjadi langkah penting untuk mengumpulkan petunjuk.
Dalam pertemuan tersebut, Reno mencoba menggali ingatan Andra yang selama ini menjadi misteri. Reno dengan hati-hati menanyakan apakah Andra masih mengenali Lusi.
Jawaban Andra ternyata cukup mengejutkan banyak pihak. Tanpa ragu, Andra mengakui bahwa ia masih mengingat Lusi dengan jelas. Pengakuan ini memunculkan berbagai pertanyaan baru.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut terutama berkisar pada seberapa banyak kenangan masa lalu Andra yang sebenarnya telah kembali. Situasi ini berpotensi mengubah banyak hal.
Perubahan ini bisa saja memengaruhi hubungan Andra dengan orang-orang di sekelilingnya. Dinamika cerita pun diprediksi akan semakin kompleks.
Para penggemar sinetron “Beri Cinta Waktu” patut menantikan kelanjutan kisah para tokohnya. Episode Rabu, 10 Juni 2026, dijadwalkan tayang pada pukul 20.00 WIB di SCTV, menjanjikan adegan-adegan yang tidak kalah menarik dari episode sebelumnya.
DermayuMagz.com – Kasus dugaan penipuan travel umrah oleh Hanania Group terus bergulir dan menarik perhatian publik. Kali ini, pasangan selebritas Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan penyidik di Polda Metro Jaya pada Rabu, 10 Juni 2026. Kehadiran mereka sebagai saksi bertujuan untuk mengklarifikasi keterlibatan dalam promosi agen travel tersebut.
Melalui penasihat hukumnya, Sangun Ragahdo, Thariq dan Aaliyah menegaskan sikap kooperatif mereka terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Tujuannya adalah untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya mengenai hubungan kerja sama mereka dengan Hanania Group.
Sangun Ragahdo menyatakan, “Pertanyaan tadi di atas sebetulnya kami hadir kooperatif untuk menyampaikan dalam tanda kutip ya, hubungan kami dalam hal ini klien saya, Aaliyah dan Thariq terkait dengan Hanania Group. Mungkin biar enggak ada berita simpang siur, enggak ada lagi mispersepsi, misinformasi, akan saya luruskan di sini.”
Pihak Thariq dan Aaliyah secara tegas membantah kabar yang beredar bahwa keberangkatan umrah mereka bersifat gratis. Sangun Ragahdo menjelaskan bahwa justru kliennya yang tetap mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk rombongan mereka.
“Ini mungkin yang perlu saya sampaikan. Saya gimana juga orang yang suka melihat berita-berita dari teman-teman, saya lihat ada yang bilang ternyata selama ini Thariq dan Aaliyah umrah enggak bayar. Oh enggak. Justru yang kemarin itu sudah berapa kali di-approach mereka enggak mau karena mereka mau bayar gitu lo,” tegas Sangun Ragahdo.
Lebih lanjut, Sangun Ragahdo merinci bahwa biaya yang telah dikeluarkan oleh Thariq Halilintar untuk rombongan mereka kepada Hanania Group mencapai hampir Rp 170 juta, tepatnya Rp 160 juta sekian. Biaya tersebut belum termasuk pengeluaran lain seperti makan dan biaya mutawif di Tanah Suci.
“Jadi kalau dibilang, katakanlah kita ini berangkat dalam tanda kutip ada yang gratis. Cuma malah kita yang tetap bayar. Pembayaran dari Thariq pun ini enggak sedikit. Kita telah membayar kepada Hanania itu mencapai hampir Rp 170 juta, Rp 160 juta sekian. Itu di luar biaya-biaya untuk di sana, untuk makan, bayar mutawif, dan lain sebagainya,” papar Sangun Ragahdo.
Menanggapi hal ini, Thariq Halilintar menyatakan bahwa ia tidak merasa dirugikan secara finansial, terutama jika dibandingkan dengan nasib para jemaah lain yang menjadi korban penipuan. Ia mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam terhadap para korban yang telah kehilangan tabungan mereka.
“Enggak ada sebandinglah dengan kerugian para korban yang ada,” ujar Thariq Halilintar dengan nada prihatin.
Senada dengan Thariq, Aaliyah Massaid juga menyampaikan kesedihannya melihat banyaknya korban yang telah menabung bertahun-tahun demi mewujudkan impian mereka untuk beribadah umrah. Ia berharap agar hak-hak para korban dapat segera dikembalikan oleh pihak travel.
“Ya, apalagi sangat prihatin pasti yang umrah itu juga sudah menabung bertahun-tahun. Jadi kita juga sangat sedih, sangat prihatin. Karena kita juga punya orang tua yang pusing, kan yang sudah umrah menabung segala macam. Semoga banget cepat selesai. Amin. Terima kasih, ya teman-teman semua,” pungkas Aaliyah Massaid.






