DermayuMagz.com – Musisi Therry Mully, yang dikenal sebagai salah satu personel duo Jingga, dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka ini pertama kali mencuat melalui cuitan pengamat musik Adib Hidayat pada Selasa, 9 Juni 2026.
Therry Mully merupakan sosok penting di balik terbentuknya duo Jingga pada era 1990-an. Ia berkolaborasi dengan Fe Utomo sebagai vokalis, dan duo ini berhasil merilis album debut berjudul “Tentang Aku” pada tahun 1995.
Album tersebut melahirkan lagu hit yang sangat populer, “Tentang Aku”. Lagu ini bahkan mendapatkan pengakuan sebagai salah satu dari 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia, menempati peringkat ke-75.
Dalam cuitannya, Adib Hidayat menyampaikan belasungkawa dan menyebutkan bahwa lagu “Tentang Aku” pernah direkam ulang oleh Andien pada tahun 2002 dalam album Kinanti. Fe Utomo sendiri juga merekam ulang lagu tersebut untuk film “Aruna & Lidahnya” pada tahun 2018.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi, penyebab pasti, maupun detail prosesi pemakaman Therry Mully.
Fe Utomo, sang rekan duet di Jingga, membenarkan kabar meninggalnya Therry Mully. Ia mengunggah kabar duka tersebut di media sosial, bersama dengan sejumlah pihak lain, termasuk Sam Alatas yang merupakan juri Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards).
Sam Alatas dan Fe Utomo sama-sama membagikan sampul album Jingga yang dirilis oleh Ceepee Production. Melalui unggahan tersebut, mereka menyampaikan rasa dukacita mendalam.
“Turut belasungkawa atas wafatnya Therry Mully, keyboardist band SMA Pangudi Luhur The Hours of Silence 1990, duo mahasiswa bareng @feutomo Jingga 1995 dan kolaborasi dengan Narativv 2023,” demikian bunyi pesan yang dibagikan Sam Alatas dan Fe Utomo di media sosial.
Pihak Massive Music Entertainment juga turut menyampaikan duka cita melalui media sosial. Mereka mengunggah cuplikan video klip lagu “Tentang Aku” dengan keterangan, “Rest in Peace, Therry Mully.”
Massive Music Entertainment mengenang Therry Mully sebagai penulis lagu yang telah meninggalkan karya tak terlupakan. Lagu “Tentang Aku” disebut sebagai salah satu karya besar yang terus hidup hingga kini.
Unggahan tersebut banjir ucapan belasungkawa dari para pencinta musik. Salah satu yang turut memberikan penghormatan adalah Baim, personel The Dance Company, yang menyampaikan dukacita mendalam untuk Therry Mully dan keluarganya.
Musisi Alam Urbach juga turut menyampaikan ucapan dukacita, “Turut belasungkawa.”
Lagu “Tentang Aku” sendiri seringkali dianggap sebagai salah satu karya one-hit wonder yang legendaris, mampu bertahan melintasi berbagai generasi pendengar musik Indonesia. Lagu ini menjadi track kedua dalam album “Tentang Aku” dan masih sering terdengar di berbagai stasiun radio.
Album “Tentang Aku” terdiri dari sembilan lagu, di mana enam di antaranya diciptakan oleh Therry Mully. Selain “Tentang Aku”, lagu-lagu lain dari album yang juga sempat menjadi hit radio antara lain “Terakhir”, “Kuterhempas”, dan “Dalam Doa”.
Kepergian Therry Mully tentu menjadi kehilangan besar bagi industri musik Indonesia, meninggalkan warisan karya yang akan selalu dikenang.
Liputan6.com, Jakarta – Pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus penipuan travel umrah Hanania Group. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan keterangan sebagai saksi mengenai keterlibatan dalam promosi agen travel tersebut.
Penasihat hukum mereka, Sangun Ragahdo, menyatakan bahwa kehadiran Thariq dan Aaliyah adalah bentuk kooperatif terhadap proses hukum. Tujuannya adalah untuk meluruskan berbagai informasi yang simpang siur terkait hubungan kerja sama antara kliennya dengan Hanania Group.
Sangun Ragahdo secara tegas membantah anggapan bahwa keberangkatan umrah Thariq dan Aaliyah bersifat gratis. Ia menjelaskan bahwa pasangan tersebut justru mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
“Ini mungkin yang perlu saya sampaikan. Saya gimana juga orang yang suka melihat berita-berita dari teman-teman, saya lihat ada yang bilang ternyata selama ini Thariq dan Aaliyah umrah enggak bayar. Oh enggak. Justru yang kemarin itu sudah berapa kali di-approach mereka enggak mau karena mereka mau bayar gitu lo,” ujar Sangun Ragahdo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kliennya tetap membayar penuh meskipun ada tawaran jasa promosi atau endorse. Biaya yang dikeluarkan untuk memboyong rombongan keluarga dan staf terbilang besar.
“Jadi kalau dibilang, katakanlah kita ini berangkat dalam tanda kutip ada yang gratis. Cuma malah kita yang tetap bayar. Pembayaran dari Thariq pun ini enggak sedikit. Kita telah membayar kepada Hanania itu mencapai hampir Rp 170 juta, Rp 160 juta sekian. Itu di luar biaya-biaya untuk di sana, untuk makan, bayar mutawif, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Thariq Halilintar menyatakan bahwa ia tidak merasa rugi dengan pengeluaran tersebut, terutama jika dibandingkan dengan nasib para jemaah lain yang menjadi korban penipuan. Ia mengungkapkan rasa prihatinnya melihat para korban yang kehilangan tabungan mereka.
“Enggak ada sebandinglah dengan kerugian para korban yang ada,” ucap Thariq Halilintar.
Senada dengan Thariq, Aaliyah Massaid juga mengungkapkan kesedihannya. Ia menyadari bahwa banyak korban yang telah menabung bertahun-tahun demi bisa melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci.
“Ya, apalagi sangat prihatin pasti yang umrah itu juga sudah menabung bertahun-tahun. Jadi kita juga sangat sedih, sangat prihatin. Karena kita juga punya orang tua yang pusing, kan yang sudah umrah menabung segala macam. Semoga banget cepat selesai. Amin. Terima kasih, ya teman-teman semua,” tutup Aaliyah Massaid.






