DermayuMagz.com – Bagi para penggemar sinetron tanah air, Indosiar kembali menyajikan tayangan menarik yang siap menemani pagi Anda. Sinetron berjudul Kisah Nyata Pagi akan hadir pada hari Kamis, 25 Juni, pukul 08.00 WIB, menawarkan cerita yang penuh dengan kejutan dan intrik.
Sinetron Kisah Nyata Pagi ini telah dikenal luas karena kemampuannya menyajikan alur cerita yang tak terduga. Setiap episode dirancang untuk membuat penonton terus menebak-nebak dan merasakan ketegangan hingga akhir.
Program ini tayang setiap hari di Indosiar, memberikan kesempatan bagi penonton untuk menikmati berbagai kisah menarik secara konsisten. Jadwal tayang pukul 08.00 WIB pagi menjadikan Kisah Nyata Pagi sebagai pilihan tontonan yang pas untuk memulai hari.
Bagi Anda yang mungkin terlewat waktu tayang reguler atau ingin menontonnya kembali, Indosiar juga menyediakan opsi menonton secara daring. Melalui tautan livestreaming yang disediakan, penonton dapat menikmati episode-episode Kisah Nyata Pagi kapan saja dan di mana saja.
Kehadiran sinetron ini menjadi bagian dari ragam program hiburan yang ditawarkan Indosiar, yang terus berupaya menyajikan konten berkualitas bagi pemirsanya. Dengan tema yang relevan dan eksekusi yang memikat, Kisah Nyata Pagi diharapkan dapat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu tontonan favorit pagi hari.
DermayuMagz.com – Dunia hiburan Tanah Air kembali diramaikan oleh kehadiran film layar lebar terbaru yang dibintangi oleh Jirayut, seorang entertainer multitalenta yang dikenal luas. Film berjudul “Cek Khodam” ini menjadi debut Jirayut sebagai pemeran utama di layar lebar, sebuah pencapaian yang sangat dinantikan.
Proses syuting film ini ternyata menyimpan banyak cerita, terutama bagi Jirayut yang baru pertama kali terjun ke dunia akting layar lebar. Ia mengaku sangat merasakan deg-degan, bahkan lebih saat sesi reading naskah dibandingkan saat berakting di depan kamera.
Menurut Jirayut, momen reading bersama acting coach dan rekan-rekannya, termasuk Saputra Kori dan Benidictus Siregar, menjadi tantangan tersendiri. Ia merasa sering melakukan kesalahan di mata acting coach, yang membuatnya merasa pucat dan harus bekerja ekstra keras untuk bisa memahami karakter Sakti yang dipercayakan padanya.
Jirayut mengungkapkan, “Aku deg-degannya malah pas reading. Itu kayak aku pucat saja seharian. Itu kayak, acting coach-nya, aku itu salah terus di matanya. Aku harus kerja keras jika dibandingkan dengan yang lain. Karena memang, satu, aku baru di dunia akting. Kedua, harus cepat masuk ke karakter Sakti apalagi disandingkan dengan pemain yang pengalamannya sudah keren-keren.”
Namun, semangat pantang menyerah Jirayut patut diacungi jempol. Ia tidak ragu untuk terus belajar, bertanya kepada acting coach dan sutradara Jeropoint, serta menyerap setiap masukan yang diberikan. Usaha kerasnya pun membuahkan hasil, terbukti dengan pujian yang ia terima dari lawan mainnya yang lebih berpengalaman.
Selain tantangan dalam reading, pengalaman syuting “Cek Khodam” juga diwarnai dengan adegan-adegan yang cukup menantang. Jirayut menceritakan bagaimana ia harus menjalani syuting hingga dini hari, bahkan sempat mengalami adegan “dibanting-banting” pada pukul 3 pagi.
“Pagi-pagi (dibanting-banting) dan saya harus ingat adegannya apa saja, dan banyak. Adegan itu buat aku berkesan banget,” ujar Jirayut dengan nada antusias. Adegan laga inilah yang menjadi salah satu momen paling berkesan baginya selama proses produksi film ini.
Film “Cek Khodam” sendiri dijadwalkan tayang di bioskop mulai tanggal 16 Juli 2026. Film ini mengangkat fenomena konten mistis yang sedang populer di kalangan masyarakat, baik di ruang digital maupun media lainnya. Cerita film ini berkisar pada tiga sekawan, Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar), yang membuat konten cek khodam. Tanpa disadari, konten mereka ternyata memiliki dampak besar pada dunia gaib, bahkan membuat para makhluk halus merasa kehilangan wibawa.
Kisah ini kemudian berkembang ketika Panglima Khodam memutuskan untuk turun ke dunia manusia guna mengembalikan kehormatan para penghuni alam gaib.
Bagi Jirayut, keterlibatannya dalam film “Cek Khodam” bukan sekadar pekerjaan, melainkan perwujudan dari impian pribadi dan keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa film ini adalah impian ibunya yang sangat berharap melihatnya tampil di layar lebar.
“Karena memang pertama, ini impian mamaku. Mama ingin banget aku ada di layar lebar,” tuturnya dengan penuh haru.
Lebih lanjut, Jirayut menambahkan bahwa ini juga merupakan impiannya sendiri. Ia seringkali mengungkapkan keinginannya untuk bisa berakting di film horor. “Kedua, impian aku juga. Aku sering ngomong di podcast bahwa aku ingin main film horor. Alhamdulillah terima kasih ya Pak Dheeraj Kalwani sudah mewujudkan cita-citaku,” bebernya.
Dengan rekam jejak kesuksesan produser Dheeraj Kalwani yang sebelumnya berhasil membawa film “Tumbal Proyek” menjadi salah satu film Indonesia terlaris tahun 2026, Jirayut optimis bahwa “Cek Khodam” akan meraih kesuksesan serupa di tangga box office Indonesia.






