Pemain Asia Pertama di 5 Edisi Piala Dunia

bola5 Dilihat

Yuto Nagatomo, Pemain Asia Pertama Yang Tampil Pada 5 Edisi Piala Dunia

Yuto Nagatomo mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 dengan menjadi pemain Asia pertama yang tampil dalam lima edisi

OlehAsad ArifinDiterbitkan 26 Juni 2026, 13:13 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarYuto Nagatomo #5 dari Timnas Jepang mengumpan bola sementara Benjamin Nygren #10 dari Swedia mencoba menghalangi selama pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Jepang dan Swedia di Stadion Dallas pada 26 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Alex Slitz/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta – Yuto Nagatomo mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan sepak bola Asia setelah tampil pada Piala Dunia 2026. Bek veteran Jepang itu menjadi pemain Asia pertama yang ambil bagian dalam lima edisi Piala Dunia secara beruntun.

Pencapaian tersebut terjadi saat Jepang menghadapi Swedia pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 pada Jumat (26/6/2026), Nagatomo masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-74.

Nagatomo kini telah tampil di Piala Dunia 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Catatan tersebut membuatnya melewati sejarah para pemain Asia sebelumnya yang belum pernah mencapai lima partisipasi di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Selain mencatat rekor personal, perjalanan Nagatomo juga mendapat pengakuan resmi dari FIFA. Pemain berusia 39 tahun itu menerima Legacy Patch, penghargaan khusus untuk pemain yang telah tampil dalam lima edisi Piala Dunia atau lebih.

Nagatomo Jadi Simbol Konsistensi Jepang di Panggung DuniaPerbesarPemain Jepang, Yuto Nagatomo, menghadiri sesi latihan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Korea Utara di Stadion Nasional Tokyo pada 20 Maret 2024. (Philip FONG/AFP)

Perjalanan Nagatomo di Piala Dunia dimulai saat Jepang tampil pada edisi 2010. Sejak saat itu, bek kelahiran Ehime tersebut selalu menjadi bagian dari skuad Samurai Biru dalam lima turnamen berbeda.

Konsistensi menjadi faktor utama yang membuat Nagatomo mampu bertahan di level tertinggi selama lebih dari satu dekade. Ia tidak hanya berperan sebagai pemain di lapangan, tetapi juga menjadi sosok senior yang membantu perkembangan generasi baru Jepang.

Pada Piala Dunia 2026, Nagatomo memang tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, kehadirannya tetap memiliki arti penting karena pengalaman panjangnya di turnamen internasional.

FIFA memberikan Legacy Patch sebagai bentuk penghormatan kepada pemain yang memiliki perjalanan luar biasa di Piala Dunia. Lencana tersebut dikenakan pada bagian lengan seragam pemain sebagai simbol pencapaian historis.

Apresiasi dari Rekan Setim untuk NagatomoPerbesarHajime Moriyasu, Pelatih Kepala Jepang, berbicara kepada para pemainnya setelah hasil imbang 1-1 dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Jepang dan Swedia di Stadion Dallas pada 25 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Lars Baron/Getty Images via AFP)

Pencapaian Nagatomo juga mendapat apresiasi dari rekan setimnya di Timnas Jepang. Gelandang Jepang, Ao Tanaka, menilai perjalanan sang bek merupakan sesuatu yang luar biasa dalam sepak bola Jepang.

“(Tentang Nagaotmo) Bukan hak saya untuk mengatakan, tetapi dia adalah pemain yang luar biasa. Tampil sebanyak ini di sepak bola Jepang sungguh luar biasa,” buka pemain 28 tahun.

Tanaka juga menyoroti kontribusi Nagatomo di luar lapangan selama Piala Dunia 2026. Menurutnya, pengalaman sang bek membantu Jepang menjaga arah positif sepanjang turnamen.

“Di turnamen ini, dia membimbing tim ke arah yang positif baik di dalam maupun di luar lapangan. Tentu saja, dia bermain hari ini, dan fakta bahwa kita telah sampai sejauh ini bukan hanya berkat dia tetapi juga banyak pemain senior,” kata Ao Tanaka.

Sumber: FIFA

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan SeputarSimak Artikel Lain Tentang Piala Dunia FIFA 2026Lihat Semua

Piala Dunia 2026: Rotasi Besar-besaran yang Berujung Kekalahan Bagi Amerika Serikat

Tentang Tajamnya Lini Depan Belanda di Fase Grup Piala Dunia 2026

Jepang Akhiri Fase Grup Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan

Lanjut Baca:

Perjalanan Pau Cubarsi dari Desa Berpenduduk 200 Orang ke Piala Dunia 2026

Asad ArifinTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

Add as a preferred source on Google

Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026

  • EventPiala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah turnamen, diselenggarakan di tiga negara tuan rumah (Amerika Serikat, Kanada, Meksiko) dengan 48 tim peserta dan total 104 pertandingan.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026 Info
  • NegaraJepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.Lihat SelengkapnyaJepang
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Timnas Jepang
  • Yuto Nagatomo
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Jepang vs Swedia: Keputusan Berani Graham Potter Berbuah Hasil8 menit yang lalu
    • Perjalanan Pau Cubarsi dari Desa Berpenduduk 200 Orang ke Piala Dunia 202626 menit yang lalu
    • Hajime Moriyasu Tak Gentar Hadapi Brasil, Jepang Yakin Bisa Bikin Kejutan di Babak 32 Besar1 jam yang lalu
    • Ronald Koeman Sebut Maroko Jadi Ujian Sesungguhnya bagi Belanda di Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Yuto Nagatomo, Pemain Asia Pertama Yang Tampil Pada 5 Edisi Piala Dunia1 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Rotasi Besar-besaran yang Berujung Kekalahan Bagi Amerika Serikat1 jam yang lalu
    • Kedalaman Skuad Spanyol Bikin Rival di Piala Dunia 2026 Bergidik1 jam yang lalu
    • Top 3 Berita Bola: Kesempurnaan Meksiko di Piala Dunia 2026, Jadi Sejarah Baru3 jam yang lalu
    • Australia Lolos ke 32 Besar, Turki Bekuk AS Lewat Gol Detik Akhir3 jam yang lalu
    • Turki Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026, Australia Dampingi Amerika ke 32 Besar3 jam yang lalu
    • Prediksi Selandia Baru vs Belgia: Setan Merah Wajib Menang3 jam yang lalu
    • Tentang Tajamnya Lini Depan Belanda di Fase Grup Piala Dunia 20264 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya

    Perjalanan Pau Cubarsi dari Desa Berpenduduk 200 Orang ke Piala Dunia 2026

    Pau Cubarsi dalam ketenangannya mengawal ketangguhan pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026.

    OlehHarley IkhsanDiterbitkan 26 Juni 2026, 14:30 WIBShareCopy LinkBatalkanPerbesarPemain Barcelona, Pau Cubarsi, bersinar bersama Spanyol di Piala Dunia 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

    Liputan6.com, Jakarta – Pau Cubarsi menorehkan capaian besar dalam debutnya di Piala Dunia. Pemuda berusia 19 tahun ini selalu menjadi pemain inti Spanyol saat mengarungi persaingan Grup H edisi 2026.

    Kinerja tersebut melanjutkan karier cemerlang sejauh ini. Dia sudah 100 kali lebih membela Barcelona, hanya kalah dari Lamine Yamal dalam urusan usia soal ini, sehingga menahbiskan diri sebagai salah satu bek tengah terbaik dunia.

    Berangkat dari desa kecil bernama Estanyol di Provinsi Girona wilayah timur laut Spanyol, dengan hanya dihuni kurang dari 200 penduduk dan tidak memiliki lapangan sepak bola maupun sekolah, Cubarasiharus bersekolah di desa tetangga, Villablareixi. Di kota inilah ia didaftarkan ke klub sepak bola oleh orang tuanya.

    “Sejak dulu menjadi bek, tetapi seringkali membawa bola sepanjang lapangan untuk mencetak gol. Kita selalu menang liga berkat Pau,” kenang teman satu angkatannya Jana Redondo, dikutip FIFA.

    Persahabatan mereka sering terlihat di lapangan. Ada momen di mana Redondo yang bermain sebagai kiper gagal mencegah gol sehingga menangis. Cubarsi lalu menghiburnya, balas merobek gawang, lalu merayakan momen tersebut bersama Redondo.

    Maka tidak heran jika Redondo sangat bangga melihat teman masa kecilnya di layar kaca. Mulai saat Cubarsi memperkuat Barcelona hingga membukukan clean sheet saat melawan Tanjung Verde dan Arab Saudi.

    “Kami bersekolah di tempat yang sama dan dia tidak pernah merasa lebih hebat dari orang lain. Dia justru selalu bersikap rendah hati,” ungkap Redondo.

    Pujian untuk Pau CubarsiPerbesarPemain depan Barcelona asal Brasil #11, Raphinha, merayakan gol pembuka bersama bek Barcelona asal Spanyol #02, Pau Cubarsi (2 kanan), dan gelandang Barcelona asal Spanyol #16, Fermin Lopez (kiri), selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara FC Barcelona dan BVB Borussia Dortmund di Estadi Olimpic Lluis Companys di Barcelona, Rabu dini hari WIB (10-4-2025). (Josep LAGO/AFP)

    Talenta Cubarsi membawanya ke Akademi Barcelona, tempat dia bertemu Lamine Yamal dan Gibert Jordana yang saat ini membela Girona.

    “Pau itu luar biasa. Dia sangat hebat sampai-sampai hampir mustahil untuk melewatinya. Anda butuh situasi 2 lawan 1 untuk bisa menghadapinya. Dia sangat vokal dan berjiwa pemimpin. Dia juga punya tekad dan dorongan yang jauh lebih kuat dibanding pemain lain seusianya.” ucap Jordana.

    “Sosok yang sangat baik dan tenang di luar lapangan, tetapi langsung berubah menjadi orang yang berbeda begitu menginjakkan kaki di lapangan hijau,” sambungnya.

    Cubarsi bergabung dengan Barcelona pada 2018 ketika masih berusia 11 tahun. Dia kini sudah 128 kali membela tim utama, mengoleksi 14 caps bersama Spanyol, dan juga mempersembahkan medali emas Olimpiade 2024 bagi tanah kelahiran.

     

    Kelemahan Pau Cubarsi

    Terlepas kecemerlangan tersebut, Cubarsi ternyata memiliki kelemahan ketimbang pemain sebayanya. Dia tidak jago bermain gim konsol. Pasalnya, Cubarsi tidak memiliki perangkat permainan di rumahnya.

    “Dia cuma bisa bermain saat mengunjungi rumah teman. Cubarsi yang terburuk soal ini,” canda Jordana. (Reporter: Aulia Rafa Xena)

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Lanjut Baca:

    Hajime Moriyasu Tak Gentar Hadapi Brasil, Jepang Yakin Bisa Bikin Kejutan di Babak 32 Besar

    Harley IkhsanTim RedaksiShareCopy LinkBatalkan

    Add as a preferred source on Google

    OrganisasiTim Nasional Spanyol merupakan negara pertama yang berhasil memenangkan gelar EURO secara back-to-back pada 2008 dan 2012Lihat SelengkapnyaTimnas Spanyol

  • Ajang OlahragaPresiden FIFA Gianni Infantino menyebutkan tiga negara akan menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia 2026 mendatang.Lihat SelengkapnyaPiala Dunia 2026
  • Pau Cubarsi
  • Spanyol
  • Piala Dunia
  • Pentas Bola Dunia 2026
  • Pentas Bola Dunia 2026

    • Hajime Moriyasu Tak Gentar Hadapi Brasil, Jepang Yakin Bisa Bikin Kejutan di Babak 32 Besar57 menit yang lalu
    • Ronald Koeman Sebut Maroko Jadi Ujian Sesungguhnya bagi Belanda di Piala Dunia 20261 jam yang lalu
    • Yuto Nagatomo, Pemain Asia Pertama Yang Tampil Pada 5 Edisi Piala Dunia1 jam yang lalu
    • Piala Dunia 2026: Rotasi Besar-besaran yang Berujung Kekalahan Bagi Amerika Serikat1 jam yang lalu
    • Kedalaman Skuad Spanyol Bikin Rival di Piala Dunia 2026 Bergidik1 jam yang lalu
    • Top 3 Berita Bola: Kesempurnaan Meksiko di Piala Dunia 2026, Jadi Sejarah Baru2 jam yang lalu
    • Australia Lolos ke 32 Besar, Turki Bekuk AS Lewat Gol Detik Akhir3 jam yang lalu
    • Turki Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026, Australia Dampingi Amerika ke 32 Besar3 jam yang lalu
    • Prediksi Selandia Baru vs Belgia: Setan Merah Wajib Menang3 jam yang lalu
    • Tentang Tajamnya Lini Depan Belanda di Fase Grup Piala Dunia 20264 jam yang lalu
    • Jepang Akhiri Fase Grup Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan4 jam yang lalu
    • Torehan Rekor Manuel Neuer di Balik Kekalahan Jerman dari Ekuador4 jam yang lalu

    Lihat Selengkapnya