Ruben Onsu Selidiki Tagihan Rp200 Juta dan Kartu Kredit

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Kehidupan rumah tangga selebritas kerap menjadi sorotan publik, tak terkecuali bagi pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah. Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada isu hak asuh anak yang diajukan oleh Ruben Onsu. Namun, di balik proses hukum tersebut, terungkap adanya persoalan finansial yang turut dipermasalahkan.

Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya Minola Sebayang, mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan terkait kebutuhan anak-anak mereka. Pihak Ruben merasa bahwa Akta Notariel Nomor 39 Tahun 2024, yang seharusnya mengatur pembagian biaya pendidikan dan nafkah anak, tidak dijalankan secara adil.

“Termasuk mengenai masalah biaya anak ini juga kan dalam Akta 39 dikatakan yang besarnya akan didiskusikan antara para pihak. Tapi kan ini yang ada kan adalah invoice gitu lho. Apa pun namanya, yang penting ada segini tagihan, kan begitu ya,” ujar Minola Sebayang dalam sebuah wawancara virtual pada Rabu (1/7/2026).

Menurut Minola, Ruben merasa hanya menerima tagihan tanpa adanya diskusi yang memadai mengenai rincian pengeluaran tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan dan akuntabilitas dana yang telah dikeluarkan.

Lebih lanjut, isu finansial ini semakin kompleks dengan adanya tagihan lain yang juga dipermasalahkan. Ruben Onsu menyoroti adanya pembayaran kartu kredit yang disebut-sebut digunakan untuk kepentingan anak, namun ia merasa tidak sepenuhnya mendapat gambaran yang jelas.

“Dan juga kemudian di luar yang rutin yang kemarin kita tahu ada 200 juta lebih itu, ada juga pembayaran-pembayaran kartu kredit yang katanya dibagi dua dan semua itu demi kepentingan anak,” jelas Minola.

Ruben Onsu secara tegas meminta adanya rincian penggunaan dana tersebut. Ia merasa bahwa dirinya telah secara aktif menanggung berbagai kebutuhan anak secara langsung, bahkan untuk hal-hal yang bersifat rekreasi.

“Lho, Ruben kan bertanya, perinciannya mana? Bukankah 200 juta lebih itu sebenarnya sudah meng-cover segala kepentingan anak dan kebutuhan anak? Karena kalau misalnya dia mau liburan, mau nonton Blackpink kayak kemarin itu, yang cari tiketnya juga Ruben, yang bayar juga Ruben,” tegas Minola, menirukan pertanyaan kliennya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Ruben merasa telah berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan anak-anak, termasuk biaya yang mungkin terkesan mewah seperti tiket konser. Ia mempertanyakan mengapa masih ada tagihan tambahan yang muncul tanpa disertai penjelasan rinci.

Persoalan transparansi biaya ini disebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Ruben Onsu untuk menempuh jalur hukum terkait hak asuh anak. Ketidakjelasan mengenai pengelolaan keuangan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Ruben.

“Nah jadi, ini yang menjadi kekhawatiran. Jadi kalaupun memang misalnya ada rencana joint meeting di tanggal 11 Juli itu, artinya kan kita mengulang membahas yang sudah pernah kita bahas,” ucap Minola.

Dengan adanya berbagai pertimbangan tersebut, termasuk isu transparansi finansial, Ruben Onsu akhirnya memutuskan untuk menyerahkan penyelesaian persoalan ini melalui jalur hukum. Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan.

“Jadi artinya itulah yang membuat Ruben akhirnya berpikir ya daftarkan saja. Itu mungkin salah satu pertimbangannya dia. Jadi enggak ada itu artinya itu yang menyatakan bahwa karena sudah ada ajakan joint meeting terus kemudian kita stop upaya-upaya yang lain,” pungkas Minola.

Kasus hak asuh anak yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah ini tidak hanya menyangkut aspek legalitas pengasuhan, tetapi juga menyoroti pentingnya komunikasi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan keluarga, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan anak.

Sementara itu, di ranah hiburan lain, aktor dan komedian Joshua Suherman kembali menghibur publik dengan cara yang unik. Ia baru-baru ini mengunggah ulang adegan dari film ikoniknya, “Joshua Oh Joshua,” dengan sentuhan humor yang kreatif dan relevan dengan tren masa kini.

Joshua mengedit potongan film lawas tersebut, termasuk adegan dirinya mengetuk pintu rumah, dengan menambahkan lagu “Do You Wanna Build A Snowman?” dari film animasi Disney, “Frozen.” Parodi yang tak terduga ini sontak mengundang tawa dan nostalgia dari para pengikutnya di Instagram.

Tak berhenti di situ, Joshua juga membagikan adegan lain di mana karakternya memompa air, yang ia samakan dengan alat latihan kebugaran di ajang HYROX. Dengan caption “Ski-erg Station @ HYROX JKT,” ia berhasil mengaitkan momen masa kecil dengan tren kebugaran terkini, menunjukkan kecerdasan humornya yang khas.

Film “Joshua Oh Joshua” sendiri merupakan salah satu film keluarga yang sangat populer di Indonesia dan menjadi penanda awal kesuksesan Joshua Suherman di dunia hiburan saat ia masih kecil. Kemampuannya dalam membawakan peran utama dengan akting natural membuatnya disukai banyak penonton.

Melalui unggahan-unggahan tersebut, Joshua tidak hanya berhasil membangkitkan kenangan masa lalu bagi para penggemarnya, tetapi juga menunjukkan bahwa kreativitasnya terus berkembang. Ia mampu mengubah materi lama menjadi konten yang segar dan menghibur bagi generasi baru.

Kreativitas Joshua dalam mengemas ulang adegan film lawas ini dipuji oleh warganet. Banyak yang mengapresiasi idenya yang out-of-the-box dan kemampuannya dalam menciptakan konten yang lucu namun tetap memiliki nilai nostalgia.