Generasi Muda Dituntut Siap Hadapi Persaingan Manusia dan Teknologi

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, memberikan penekanan penting kepada generasi muda mengenai kesiapan menghadapi persaingan di masa depan. Beliau menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2045 tidak hanya berasal dari sesama manusia, tetapi juga akan semakin didominasi oleh perkembangan teknologi yang pesat.

Pesan ini disampaikan langsung oleh Tri Tito Karnavian saat menghadiri serangkaian kegiatan di Pasar Seni Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 7 Juli 2026. Acara tersebut meliputi senam bersama, penyerahan bantuan pemerintah berupa paket olahraga dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), serta kampanye edukasi mengenai bahaya pinjaman online, narkoba, dan pentingnya mengonsumsi ikan bagi anak-anak.

Dalam pidatonya, Tri Tito Karnavian secara lugas menyatakan, “Pada tahun 2045 kalian tidak hanya bersaing dengan manusia, tetapi juga dengan teknologi yang menggantikan manusia. Karena itu, kalian harus mempersiapkan diri sejak sekarang dengan keahlian yang mampu bersaing.” Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi adaptasi dan peningkatan kompetensi di era digital yang semakin tak terhindarkan.

Beliau mendorong agar generasi muda memiliki pandangan yang luas dan tidak membatasi impian mereka hanya pada lingkungan terdekat. Peluang untuk menimba ilmu, berkarier, dan berkreasi kini sangat terbuka lebar, tidak hanya di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga hingga ke kancah internasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas diri melalui penguasaan keterampilan yang relevan menjadi kunci utama untuk menjawab kebutuhan pasar kerja yang terus berevolusi.

Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan pengembangan bakat serta minat pribadi. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki jalur kesuksesan masing-masing, dan tidak semua harus mengejar profesi yang sama. Yang terpenting, menurutnya, adalah bekerja dengan integritas, mematuhi hukum, dan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas diri.

“Pekerja itu tidak hanya harus formal, bisa juga informal. Harus bangga dengan apa yang kalian hasilkan,” ujar Tri Tito Karnavian, memberikan apresiasi terhadap berbagai jenis pekerjaan dan kontribusinya terhadap masyarakat.

Lebih lanjut, beliau mengajak para pemuda untuk proaktif memanfaatkan berbagai sumber belajar yang kini mudah diakses, baik secara daring maupun luring, guna memperkaya pengetahuan dan mengasah keterampilan. Harapannya, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.

Kegiatan di Pasar Seni Makale tersebut tidak hanya menjadi ajang dialog, tetapi juga diisi dengan aksi nyata. Pemerintah melalui kegiatan ini menyerahkan bantuan berupa paket olahraga yang ditujukan bagi tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) serta KTP-el bagi sepuluh siswa-siswi yang berpartisipasi dalam senam sehat. Kampanye edukasi yang diselenggarakan juga mencakup sosialisasi pentingnya menjauhi pinjaman online dan narkoba, serta promosi gerakan gemar makan ikan untuk anak-anak, sebagai upaya komprehensif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.